Nama
Kelompok:
1.
Elsy Fany (22212471)
2.
Komala Sari (24212114)
3.
Sri Handayani (27212115)
4.
Verany Dwi Puji Astuti (27212562)
5.
Yuningsih (27212967)
Kelas
1EB20
TULISAN 4
JUDUL : BISNIS BUDIDAYA IKAN LELE
PENDAHULUAN
Usaha budidaya ikan lele merupakan usaha yang mudah
dijalankan, dalam merencanakan bisnis budidaya ikan lele membutuhkan halaman yang
cukup luas untuk membuat kolam, serta agar dapat mengawasi perkembangan ikan
dengan baik. Jenis
ikan lele berbagai macam salah satunya Jenis Lele sangkuriang adalah ikan budidaya air tawar yang
sangat populer. Lele disukai konsumen karena berdaging lunak, sedikit tulang,
tidak berduri, dan murah. Dari sisi budidaya, lele relatif tidak memerlukan
banyak perawatan dan memiliki masa tunggu panen yang singkat. Peluang
usaha budidayaikan lele merupakan
salah satu peluang usaha yang cukup diperhitungkan saat ini. Apabila
perhatikan banyak terdapat penjual pecel lele yang memerlukan pasokan ikan lele setiap
harinya, hal inilah yang membuat permintaan ikan tersebut menjadi semakin
tinggi di pasaran dan membuka potensi peluang
bisnis yang cukup menjanjikan. Ternak ikan lele
relatif lebih mudah apabila dibandingkan dengan ikan air tawar
lainnya seperti ikan mas atau mujair karena lebih tahan terhadap penyakit
maupun kondisi lingkungan. Dalam usaha ternak atau
budidaya lele semakin menginspirasi banyak orang untuk ikut terjun dan berharap
meraih kesuksesan dalam usaha ini. Ditambah lagi dengan semakin banyaknya
informasi dari beberapa media tentang peluang usaha budidaya ikan lele yang
semakin menjanjikan karena pasarnya yang luas dan permintaan akan ikan lele
yang terus meningkat, bahkan belakangan ini telah ramai dibicarakan bahwa ikan
lele akan ikut andil dalam komoditi ekspor, dikarenakan ada beberapa negara
yang memang sangat membutuhkan pasokan ikan lele.
ISI
Dalam perencanaan bisnis
budidaya ikan lele ini, tidak
perlu melakukan
perekrutan tenaga kerja, kita
dapat bekerja
sama dengan kelompok untuk menjalankan bisnis budidaya ikan lele tersebut. Baik
dari pemeliharaan ikan lele, perawatan kolam dan bagian pemasaran. Dalam
menjalankan bisnis budidaya ikan lele, kitaakan menerapkan sistem Analisis
SWOT. Sebelum kita
memulai sesuatu usaha kita harus mengetahui aspek-aspek yang dapat mempengaruhi
usaha kita. Dengan harapan supaya usaha kita dapat lancar dan sukses. Yaitu dengan melakukan analisis
sebagai berikut:
1. Straight
a.
Dengan
budi baya ikan lele ini tidak terlalu memerlukan tenaga besar.
b. Penjualan
ikan lele tidak terlalu sulit, tidak seperti ikan yang lainya.
2. Weaknes
a.
Bagi
anda yang tak memiliki lahan yang cukup anda bisa membudidayakan ikan
lele dengan menggunakan kolam dari terpal
3. Opportunities
a.
Peluang
usaha yang tidak pernah mati adalah usaha perikanan. Sebab setiap hari
masyarakat membutuhkan ikan untuk dikonsumsi semakin meningkat.
b. Umur
pembudidayaan ikan lele yang relative singkat yang hanya kurang lebih 3 bulan
membuat banyak yang memilih ikan lele untuk di budidayakan.
4. Threat
a.
Dalam
usaha ikan lele ini harus teliti karena ikan tidak tahan dengan cuaca yang
tidak setabil.
b. Selalu
mengecek kedalaman air. Kedalaman air jangan sampai kurang dari 70cm karena itu
akan menghambat pertumbuhan ikan.
Gambaran secara umum tentang cara budidaya ikan
lele
1.
Sistem Budidaya
Kami menggunakan 2 sistem
pembenihan yang dikenal, yaitu :
1. Sistem Massal. Dilakukan dengan
menempatkan lele jantan dan betina dalam satu kolam dengan perbandingan
tertentu. Pada sistem ini induk jantan secara leluasa mencari pasangannya untuk
diajak kawin dalam sarang pemijahan, sehingga sangat tergantung pada keaktifan
induk jantan mencari pasangannya.
2. Sistem Pasangan. Dilakukan dengan
menempatkan induk jantan dan betina pada satu kolam khusus. Keberhasilannya
ditentukan oleh ketepatan menentukan pasangan yang cocok antara kedua induk.
2. Tahap Proses Budidaya
A. Pembuatan Kolam
Ada dua macam/tipe kolam,
yaitu bak dan kubangan (kolam galian). Pemilihan tipe kolam tersebut sebaiknya
disesuaikan dengan lahan yang tersedia. Secara teknis baik pada tipe bak maupun
tipe galian, pembenihan lele harus mempunyai :
a. Kolam tandon. Mendapatkan masukan air
langsung dari luar/sumber air. Berfungsi untuk pengendapan lumpur, persediaan
air, dan penumbuhan plankton. Kolam tandon ini merupakan sumber air untuk kolam
yang lain.
b. Kolam pemeliharaan induk. Induk jantan dan
bertina selama masa pematangan telur dipelihara pada kolam tersendiri yang
sekaligus sebagai tempat pematangan sel telur dan sel sperma.
c. Kolam Pemijahan. Tempat perkawinan induk
jantan dan betina. Pada kolam ini harus tersedia sarang pemijahan dari ijuk,
batu bata, bambu dan lain-lain sebagai tempat hubungan induk jantan dan betina.
d. Kolam Pendederan. Berfungsi untuk
membesarkan anakan yang telah menetas dan telah berumur 3-4 hari. Pemindahan
dilakukan pada umur tersebut karena anakan mulai memerlukan pakan, yang
sebelumnya masih menggunakan cadangan kuning telur induk dalam saluran
pencernaannya.
B. Pemilihan Induk
Indukjantan
mempunyai tanda :
1. Tulang kepala berbentuk
pipih
2.
Warna lebih gelap
3.
Gerakannya lebih lincah
4.
Perut ramping tidak terlihat lebih besar daripada punggung
5.
Alat kelaminnya berbentuk runcing.
Induk betinabertanda
:
1. Tulang kepala berbentuk
cembung
2.
Warnabadan lebih cerah
3.
Gerakan lamban
4.
Perut mengembang lebih besar daripada punggung alat kelamin
berbentuk bulat.
C.
Persiapan Lahan
A.
Proses pengolahan lahan (pada kolam tanah)
1.
Pengeringan, Untuk membersihkan kolam
dan mematikan berbagai bibit penyakit.
2.
Pengapuran, Dilakukan dengan kapur
Dolomit atau Zeolit dosis 60 gr/m2 untuk mengembalikan keasaman tanah dan
mematikan bibit penyakit yang tidak mati oleh pengeringan.
3.
Perlakuan TON (Tambak Organik
Nusantara), untuk menetralkan
berbagai racun dan gas berbahaya hasil pembusukan bahan organik sisa budidaya
sebelumnya dengan dosis 5 botol TON/ha atau 25 gr (2 sendok makan)/100m2.
Penambahan pupuk kandang juga dapat dilakukan untuk menambah kesuburan lahan.
4.
Pemasukan Air, Dilakukan secara bertahap, mula-mula setinggi 30 cm dan
dibiarkan selama 3-4 hari untuk menumbuhkan plankton sebagai pakan alami lele.
B.
Pada tipe kolam berupa bak, persiapan kolam yang dapat dilakukan sebagaiberikut:
1. Pembersihan bak dari
kotoran/sisa pembenihan sebelumnya.
2. Penjemuran bak agar
kering dan bibit penyakit mati. Pemasukan air fapat langsung penuh dan segera
diberi perlakuan TON dengan dosis sama
D.Pemijahan
Pemijahan adalah proses
pertemuan induk jantan dan betina untuk mengeluarkan sel telur dan sel sperma.
Tanda induk jantan siap kawin yaitu alat kelamin berwarna merah. Induk betina
tandanya sel telur berwarna kuning (jika belum matang berwarna hijau). Sel
telur yang telah dibuahi menempel pada sarang dan dalam waktu 24 jam akan
menetas menjadi anakan lele.
Selanjutnya lakukan Cara Pemindahan :
1. Mengurangi air di sarang
pemijahan sampai tinggi air 10-20 cm.
2.
Menyiapkan tempat penampungan
dengan baskom atau ember yang diisi dengan air di sarang.
3.
Menyamakansuhu pada kedua kolam
4.
Memindahkanbenih dari sarang ke
wadah penampungan dengan cawan atau piring.
5.
Memindahkanbenih dari penampungan ke
kolam pendederan dengan hati-hati pada malam hari, karena masih rentan terhadap
tingginya suhu air.
Untuk langkah selanjutnya
perlu dilakukan Pendederan Adalah pembesaran hingga berukuran siap jual, yaitu 5 – 7 cm, 7 – 9 cm dan
9 – 12 cm dengan harga berbeda. Kolam pendederan permukaannya diberi pelindung
berupa enceng gondok atau penutup dari plastik untuk
menghindari naiknya suhu air yang menyebabkan lele mudah stress. Pemberian
pakan mulai dilakukan sejak anakan lele dipindahkan ke kolam pendederan ini.
Pakan anakan lele
berupa :
1. Pakanalami berupa plankton,
jentik-jentik, kutu air dan cacing kecil (paling baik) dikonsumsi pada umur di
bawah 3 – 4 hari.
2. Pakan buatan untuk umur
diatas 3 – 4 hari. Kandungan nutrisi harus tinggi, terutama kadar proteinnya.
3. Untuk menambah nutrisi
pakan, setiap pemberian pakan buatan dicampur dengan POC NASA dengan dosis 1 –
2 cc/kg pakan (dicampur air secukupnya), untuk meningkatkan pertumbuhan dan
ketahanan tubuh karena mengandung berbagai unsur mineral penting, protein dan
vitamin dalam jumlah yang optimal.
Untuk menjaga kualitas
air agar selalu dalam keadaan yang optimal, pemberian pupuk TON sangat
diperlukan. TON yang mengandung unsur-unsur mineral penting, lemak, protein,
karbohidrat dan asam humat mampu menumbuhkan dan menyuburkan pakan alami yang
berupa plankton dan jenis cacing-cacingan, menetralkan senyawa beracun dan
menciptakan ekosistem kolam yang seimbang. Perlakuan TON dilakukan pada saat
oleh lahan dengan cara dilarutkan dan di siramkan pada permukaan tanah kolam
serta pada waktu pemasukan air baru atau sekurang-kurangnya setiap 10 hari
sekali. Dosis pemakaian TON adalah 25 g/100m2.
Ukurankualitas air dapatdinilaisecarafisik :
1.
Air harusbersih
2.
Berwarnahijaucerah
3.
Kecerahan/transparansisedang (30 – 40 cm).
Pada dasarnya, anakan
lele yang dipelihara tidak akan sakit jika mempunyai ketahanan tubuh yang
tinggi. Anakan lele menjadi sakit lebih banyak disebabkan oleh kondisi
lingkungan (air) yang jelek. Kondisi air yang jelek sangat mendorong tumbuhnya
berbagai bibit penyakit baik yang berupa protozoa, jamur, bakteri dan
lain-lain. Maka dalam menejemen kesehatan pembenihan lele, yang lebih penting
dilakukan adalah penjagaan kondisi air dan pemberian nutrisi yang tinggi. Dalam
kedua hal itulah, peranan TON dan POC NASA sangat besar. Namun apabila anakan
lele terlanjur terserang penyakit, dianjurkan untuk melakukan pengobatan yang
sesuai. Penyakit-penyakit yang disebabkan oleh infeksi protozoa, bakteri dan
jamur dapat diobati dengan formalin, larutan PK (Kalium Permanganat) atau garam
dapur. Penggunaan obat tersebut haruslah hati-hati dan dosis yang digunakan
juga harus sesuai.
PENUTUP
KESIMPULAN
Jadi budidaya lele relatif mudah, tidak memerlukan banyak perawatan dan memiliki masa
tunggu panen yang singkat,
tidak perlu melakukan
perekrutan tenaga kerja, kita
dapat bekerja
sama dengan kelompok untuk menjalankan bisnis budidaya ikan lele tersebut. Baik
dari pemeliharaan ikan lele, perawatan kolam atau bagian pemasaran
dan
ternak ikan lele relatif lebih mudah apabila dibandingkan dengan ikan
air tawar lainnya seperti ikan mas atau mujair karena lebih tahan terhadap
penyakit maupun kondisi lingkungan
bahkan sekarang lele sudah di ekspor ke luarnegeri.
DAFTAR
PUSTAKA
SUMBER : H. IYANG S Pemilik Usaha Budidaya
Ikan Lele
GOOGLE
Tidak ada komentar:
Posting Komentar