Nama Kelompok:
1.
Elsy Fany (22212471)
2.
Komala Sari (24212114)
3.
Sri Handayani (27212115)
4.
Verany Dwi Puji Astuti (27212562)
5.
Yuningsih (27212967)
Kelas 1EB20
TUGAS PENGANTAR
BISNIS MINGGU KE-6
1.
Sebutkan
perbedaan jenis pasar dan masing-masing
beri 3 contoh?
Jenis pasar :
1. Berdasarkan Wujudnya
Menurut wujudnya pasar dibedakan
menjadi pasar konkret dan pasar abstrak
a. Pasar Konkret (pasar nyata)
merupakan pasar yang menunjukkan suatu tempat terjadinya hubungan secar
langsung (tatap muka) antara pembeli dan penjual. Barang yang diperjualbelikan
pun berada di tempat tersebut. Misalnya pasar-pasar tradisional dan swalayan
b. Pasar Abstrak (tidak nyata)
merupakan pasar yang menunjukkan hubungan antara penjual dan pembeli, baik
secara langsung maupun tidak langsung, barangnya tidak secara langsung dapat
diperoleh pembeli. Misalnya, pasar modal di Bursa Efek Indonesia.
2. Berdasarkan Waktu
Terjadinya
Menurut waktu terjadinya pasar
dibedakan menjadi pasar harian, pasar mingguan, pasar bulanan, pasar tahunan,
dan pasar temporer.
a. Pasar Harian merupakan pasar
yang melakukan aktivitas setiap hari. Misalnya pasar pagi, toserba, dan
warung-warung
b. Pasar mingguan merupakan pasar
yang melakukan aktivitas setiap satu minggu sekali. Misalnya pasar senin atau pasar
minggu yang ada di daerah pedesaan
c. Pasar bulanan merupakan pasar
yang melakukan aktivitas setiap satu bulan sekali.
Dalam aktivitasnya bisa satu
hari atau lebih. Misalnya, pasar yang biasa terjadi di depan kantor-kantor
tempat pensiunan atau purnawirawan yang mengambil uang tunjangan pensiunannya
tiap awal bulan.
d. Pasar tahunan merupakan pasar
yang melakukan aktivitas setiap satu tahun sekali. Kejadian pasar ini biasanya
lebih dari satu hari, bahkan bisa mencapai lebih dari satu bulan. Misalnya Pekan
Raya Jakarta, pasar malam, dan pameran pembangunan.
e. Pasar temporer merupakan pasar
yang dapat terjadi sewaktu-waktu dalam waktu yang tidak tentu (tidak rutin)
pasar ini biasanya terjadi pada peristiwa tertentu. Misalnya pasar murah,
bazar, dan pasar karena ada perayaan kemerdekaan RI.
3. Berdasarkan Luas
Jangkauannya
Menurut luas jangkauannya pasar
dibedakan menjadi pasar lokal, pasar nasional, dan pasar internasional.
a. Pasar lokal merupakan pasar
yang mempertemukan penjual dan pembeli dari berbagai daerah atau wilayah
tertentu saja.
b. Pasar nasional merupakan pasar
yang mempertemukan penjual dan pembeli dari berbagai daerah atau wilayah dalam
suatu negara. Misalnya, pasar kayu putih di Ambon dan pasar tembakau di Deli.
c. Pasar internasional penjual
dan pembeli dari berbagai negara. Misalnya pasar tembakau di Bremen Jerman.
4. Berdasarkan Hubungannya
Dengan Proses Produksi
Menurut hubungannya dengan proses
produksi pasar dibedakan menjadi pasar output dan pasar input.
a. Pasar output (pasar produk)
merupakan pasar yang memperjualbelikan barang-barang hasil produksi (biasanya
dalam bentuk jadi).
b. Pasar input (pasar faktor
produksi) merupakan interaksi antara permintaan dan penawaran terhadap barang
dan jasa sebagai masukan pada suatu proses produksi (sumber daya alam, berupa
bahan tambang, hasil pertanian, tanah, tenaga kerja, dan barang modal).
5. Berdasarkan Strukturnya
(Jumlah Penjual Dan Pembeli)
Berdasarkan strukturnya, pasar
dibedakan menjadi sebagai berikut.
a. Pasar persaingan sempurna
merupakan sebuah jenis pasar dengan jumlah penjual dan pembeli
yang sangat banyak dan produk yang dijual bersifat homogen.
b. Pasar persaingan tidak
sempurna, yang terdiri atas
1) Pasar monopoli adalah suatu
bentuk pasar di mana hanya terdapat satu penjual yang menguasai pasar. Penentu
harga pada pasar ini adalah seorang penjual atau sering disebut sebagai
“monopolis”. Sebagai penentu harga (price-maker), seorang monopolis
dapat menaikan atau mengurangi harga dengan cara menentukan jumlah barang yang
akan diproduksi; semakin sedikit barang yang diproduksi, semakin mahal harga
barang tersebut, begitu pula sebaliknya. Walaupun demikian, penjual juga
memiliki suatu keterbatasan dalam penetapan harga. Apabila penetapan harga
terlalu mahal, maka orang akan menunda pembelian atau berusaha mencari atau
membuat barang subtitusi (pengganti) produk tersebut atau —lebih buruk lagi—
mencarinya di pasar gelap (black market).
2) Pasar oligopoli adalah adalah
pasar di mana penawaran satu jenis barang dikuasai oleh beberapa perusahaan.
Umumnya jumlah perusahaan lebih dari dua tetapi kurang dari sepuluh. Struktur pasar oligopoli umumnya terbentuk pada
industri-industri yang memiliki capital intensive yang tinggi, seperti,
industri semen, industri mobil, dan industri kertas.
3) Pasar persaingan monopolistik
adalah salah satu bentuk pasar di mana terdapat banyak produsen yang
menghasilkan barang serupa tetapi memiliki perbedaan dalam beberapa aspek.
Penjual pada pasar monopolistik tidak terbatas, namun setiap produk yang dihasilkan
pasti memiliki karakter tersendiri yang membedakannya dengan produk lainnya.
Contohnya adalah : shampoo, pasta gigi, dll. Meskipun fungsi semua shampoo sama
yakni untuk membersihkan rambut, tetapi setiap produk yang dihasilkan produsen
yang berbeda memiliki ciri khusus, misalnya perbedaan aroma, perbedaan warna,
kemasan, dan lain-lain.
4) Pasar monopsoni bentuk pasar
ini merupakan bentuk pasar yang dilihat dari segi permintaan atau pembelinya.
Dalam hal ini pembeli memiliki kekuatan dalam menentukan harga. Dalam
pengertian ini, pasar monopsoni adalah suatu bentuk interaksi antara permintaan
dan penawaran di mana permintaannya atau pembeli hanya satu perusahaan.
Contoh yang ada di Indonesia seperti PT. Kereta Api Indonesia yang merupakan satu-satunya pembeli alat-alat kereta api.
Contoh yang ada di Indonesia seperti PT. Kereta Api Indonesia yang merupakan satu-satunya pembeli alat-alat kereta api.
5) Pasar ologopsoni adalah bentuk
pasar dimana barang yang dihasilkan oleh beberapa perusahaan dan banyak
perusahaan yang bertindak sebagai konsumen. Contoh Telkom,indosat, Mobile-8,
excelcomindo adalah beberapa perusahaan pembeli infrastruktur telekomunikasi
seluler.
2. Buatlah skema
bauran pemasaran?
Bauran Pemasaran (marketing
mix)
3. Sebut dan jelaskan tujuan sistem
pemasaran?
Tujuan sistem pemasaran adalah memaksimumkan kepuasan
konsumen, bukan konsumsi.
Ada empat alternatif dari sistem pemasaran yaitu :
1. memaksimalkan konsumsi
kegiatan – kegiaatan pemasaran yang telah dijalankan seharusnya dapat
merangsang terjadinya konsumsi maksimal yang pada gilirannya akan menciptakan
produksi, kesempatan kerja, dan kemakmuran maksimalbagi masyarakat.
2. memaksimalkan kepuasan konsumen
pandangan lain mengatakan bahwa tujuan sistem pemasaran adalah
memaksimalkan kepuasan konsumen, bukan memaksimalkan konsumsi. Tetapi kepuasan
konsumen sulit untuk diukur. Pertama, karena belum adanya tolak ukur kepuasan
konsumen terhadap penggunaan suatu produk atau terhadap aktivitas pemasaran.
Kedua, kepuasan yang diperoleh terkadang diikuti kondisi yang kurang menyenangkan,
seperti pencemaran dan kerusakan lingkungan. Ketiga, kepuasaan sewaktu
mengkonsumsi produk tertentu (barang bergengsi) sangat relatif, yaitu
tergantung pada sedikit banyaknya orang lain yang mengkonsumsi barang tersebut.
3. memaksimalkan pilihan
Tujuan lain dari sistem pemasaran adalah memaksimalkan ragam produk dan
pilihan konsumen. Meskipun sistem ini memungkinkan konsumen untuk menemukan
produk yang dengan tepat dapat memuaskan selera serta memaksimalkan gaya hiduup
mereka, tetapi kompensasinya adalah peningkatan biaya. Pertama, karena produk
yang semakin mahal dapat menyebabkan berkurangnya pendapatan nyata dan konsumsi
konsumen. Kedua, pertambahan ragam produk tentu membutuhkan lebih banyak waktu
konsumen untuk menentukan pilihannya.
4. memaksimalkan kualitas hidup
sistem pemasaran dipercaya dapat meningkatkan taraf hidup melalui kualitas,
kuantitas, ketersediaan, dan harga barang serta jasa, kualitas lingkuungan
fisik, maupun kualitas lingkungan budaya. Sebagian besar masyarakat masih beranggapan
bahwa mutu hidup adalah tujuan yang bernilai bagi sistem pemasaran, meskipun
tidak mudah mengukurnya karena setiap individu mempunyai penilaian berbeda
terhadap suatu produk.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar