Nama
Kelompok:
1.
Elsy Fany (22212471)
2.
Komala Sari (24212114)
3.
Sri Handayani (27212115)
4.
Verany Dwi Puji Astuti (27212562)
5.
Yuningsih (27212967)
Kelas
1EB20
TUGAS PENGANTAR BISNIS MINGGU KE- 8 & 9
1. Apa yang di maksud nila waktu uang dan
buatlah 1 contoh perhitungan tentang nilai waktu uang sekarang/saat ini dan
nilai uang yang akan datang?
nilai waktu uang atau time value of money adalah merupakan suatu konsep yang menyatakan bahwa nilai uang sekarang akan lebih berharga daripada nilai uang masa yang akan dating atau suatu konsep yang mengacu pada perbedaan nilai uang yang disebabkan karena perbedaan waktu.
nilai waktu uang atau time value of money adalah merupakan suatu konsep yang menyatakan bahwa nilai uang sekarang akan lebih berharga daripada nilai uang masa yang akan dating atau suatu konsep yang mengacu pada perbedaan nilai uang yang disebabkan karena perbedaan waktu.
Nilai Sekarang
Present Value digunakan untuk untuk mengetahui nilai investasi sekarang
dari suatu nilai dimasa datang. Untuk menghitung PV bisa menggunakan fungsi
pv() yang ada dimicrosoft excel. Ada lima parameter yang ada dalam fungsi pv(),
yaitu :
·
Rate,
tingkat suku bunga pada periode tertentu bisa Anuitas Biasa(ordinarry
annuity):pembayaran dilakukan disetiap akhir periode atau satu periodeper bulan
ataupun per tahun.
·
Nper,
jumlah angsuran yang dilakukan.
·
Pmt,
besar angsuran yang dibayarkan.
·
Fv,
nilai akan datang yang akan dihitung nilai sekarangnya.
·
Type,
jika bernilai 1 pembayaran dilakukan diawal periode, jika bernilai 0 pembayaran
dilakukan diakhir periode.
Contoh :
Saat pembangunan sekolah 25 tahun lagi pihak sekolah punya uang 1.000.000.000, berapakah nilai uang 1.000.000.000 saat ini, dengan asumsi pemerintah mampu mempertahankan inflasi satu digit, misal 8% per tahun, dengan menggunakan fungsi pv() masukkan nilai untuk parameter-parameter yang ada sebagai berikut :
PV=(1-(1+i)-^) A
Saat pembangunan sekolah 25 tahun lagi pihak sekolah punya uang 1.000.000.000, berapakah nilai uang 1.000.000.000 saat ini, dengan asumsi pemerintah mampu mempertahankan inflasi satu digit, misal 8% per tahun, dengan menggunakan fungsi pv() masukkan nilai untuk parameter-parameter yang ada sebagai berikut :
PV=(1-(1+i)-^) A
i
·
Rate
= 8%
·
Nper
= 25
·
Pmt
= 0, tidak ada angsuran yang dikeluarkan tiap tahunnya
·
Fv
= 1000000000
·
Type
= 0
Dari masukan diatas maka akan
didapat nilai -146,017,904.91
Kenapa minus, sekali lagi itu
sebagai tanda cash flow, untuk mendapatkan uang 1.000.000.000 25 tahun lagi
maka saya harus mengeluarkan uang sebesar 146,017,904.91 saat ini atau dengan
kata lain uang 1.000.000.000 25 tahun lagi sama nilainya dengan uang
146,017,904.91 saat ini, dengan asumsi inflasi konsisten sebesar 8% setiap
tahun selama 25 tahun.
Sama halnya dengan fungsi fv(),
fungsi pv() harus menggunakan satuan yang sama untuk parameter rate, nper dan
pmt, jika bersatuan tahun maka harus tahun semua, jika ada yang bersatuan bulan
maka harus dikonversi ke satuan tahun.
Nilai Yang Akan Datang
Future Value (FV) digunakan untuk menghitung nilai investasi yang akan
datang berdasarkan tingkat suku bunga dan angsuran yang tetap selama periode
tertentu. Untuk menghitung FV bisa menggunakan fungsi fv()
Ada lima parameter yang ada
dalam fungsi fv(), yaitu :
·
Rate,
tingkat suku bunga pada periode tertentu bisa per bulan ataupun per tahun.
·
Nper,
jumlah angsuran yang dilakukan
·
Pmt,
besar angsuran yang dibayarkan.
·
Pv,
nilai saat ini yang akan dihitung nilai akan datangnya.
·
Type,
jika bernilai 1 pembayaran dilakukan diawal periode, jika bernilai 0 pembayaran
dilakukan diakhir periode.
Contoh 1:
Biaya masuk perguruan tinggi saat ini adalah Rp50.000.000, berapa biaya masuk perguruan tinggi 20 tahun yang akan datang, dengan asumsi pemerintah mampu mempertahankan inflasi satu digit, misal 8% per tahun, dengan menggunakan fungsi fv(), masukkan nilai untuk parameter-parameter yang ada sebagai berikut :
Biaya masuk perguruan tinggi saat ini adalah Rp50.000.000, berapa biaya masuk perguruan tinggi 20 tahun yang akan datang, dengan asumsi pemerintah mampu mempertahankan inflasi satu digit, misal 8% per tahun, dengan menggunakan fungsi fv(), masukkan nilai untuk parameter-parameter yang ada sebagai berikut :
·
Rate
= 8%
·
Nper
= 20
·
Pmt
= 0, tidak ada angsuran yang dikeluarkan tiap tahunnya
·
Pv
= -50000000, minus sebagai tanda cashflow bahwa kita mengeluarkan uang
·
Type
= 0
Dari masukan diatas maka akan
didapat nilai 233,047,857.19
Contoh 2:
Setiap bulan kita menabung dibank sebesar 250.000, saldo awal tabungan kita adalah 10.000.000, bunga bank pertahun 6%, dengan asumsi tidak ada potongan bunga dan biaya administrasi, berapa uang yang akan kita dapat 20 tahun yang akan datang?, dengan menggunakan fungsi fv(), masukkan nilai untuk parameter-parameter yang ada sebagai berikut :
Setiap bulan kita menabung dibank sebesar 250.000, saldo awal tabungan kita adalah 10.000.000, bunga bank pertahun 6%, dengan asumsi tidak ada potongan bunga dan biaya administrasi, berapa uang yang akan kita dapat 20 tahun yang akan datang?, dengan menggunakan fungsi fv(), masukkan nilai untuk parameter-parameter yang ada sebagai berikut :
·
Rate
= 6%/12, dibagi 12 karena angsuran 250.000 dilakukan perbulan
·
Nper
= 20×12 = 240, dikali 12 karena angsuran dilakukan per bulan
·
Pmt
= -250000, nilai yang ditabungkan setiap bulan, minus sebagai tanda cashflow
kita mengeluarkan uang
·
Pv
= -50000000, minus sebagai tanda cashflow bahwa kita mengeluarkan uang
·
Type
= 0
Dari masukan diatas maka akan
didapat nilai 148,612,268.55
Yang perlu diperhatikan dalam
penggunakan fungsi fv() adalah satuan untuk parameter rate, nper dan pmt
haruslah sama, jika satuannya bulan maka harus bulan semua, jika ada yang
bersatuan tahun maka harus dikonversi ke satuan bulan.
2.
Jelaskan dengan singkat padat alasan mengapa
perusahaan membutuhkan dana?
Karena setiap
perusahaan membutuhkan dana untuk tetap beroperasi , karena kegagalan dalam
membayar pemasok dapat membuat bangkrutnya usaha. Ada dua jenis pengeluaran :- Pengeluaran jangka pendek (Short Term/Operatinge Expenditures) adalah pengeluaran yang muncul dalam aktivitas bisnis sehari – hari. Pengeluaran jangka pendek meliputi dana yang ditanamkan dalam persediaan ( baik persediaan bahan baku , barang dalam proses , maupun barang jadi ) , pengeluaran untuk pembayaran upah dan gaji karyawan , serta biaya operasi lainnya.
- Pengeluaran jangka panjang (Long Term/Capital Expenditures)Sebagai tambahan untuk memenuhi kebutuhan dana bagi pengeluaran operasionalnya , perusahaan juga membutuhkan dana untuk membiayai pengeluran aktiva tetap. Aktiva tetap adalah aktiva yang memiliki nilai dan masa pemakaian yang panjang. Sebagai contoh aktiva tetap adalah investasi tanah , gedung , dan pembelian mesin – mesin.
3.
Sebutkan apa saja metode penilaian investasi?
METODE
PENILAIAN INVESTASI
1.
Average Rate Of Return
Metode ini hanya menentukan berapa
return rata-rata dari suatu investasi tanpa memperhatikan timing kapan cashflow
tersebut diperoleh.Metode ini hanya didasarkan atas laba akuntansi dibagi
dengan investasi.Cara lain yang digunakan untuk menentukan ARR adalah dengan
membagi antara rata-rata return atau net cashflow dengan investasi.Tentu saja
cara tersebut akan memperoleh hasil yang berbeda.
Suatu investasi menunjukan berapa
lama investasi dapat tertutup kembali dari aliran kas bersihnya.Jadi menunjukan
jangka waktu yang diperlukan untuk memperoleh kembali investasi yang
dikeluarkan .Untuk mencari payback period dilakukan dengan cara mengurangkan
investasi dengan aliran kas masuk bersih setiap tahun.
3.
Discounted Payback
Prinsipnya sama dengan metode
discount payback sebelumnya hanya saja untuk menentukan payback period tidak
menggunakan aliran kas bersih tetapi menggunakan aliran kas bersih yang telah
didiscount kan atau di present value kan.
4.
Net Present Value (NPV)
Adalah selisih antara present value
aliran kas bersih atau sering disebut juga dengan present value
investasi.Metode ini merupakan salah satu metode pendiskonan aliran kas.Untuk
menerapkan metode ini diperlukan terlebih dahulu menentukan discount rate yang
akan digunakan.Discount rate yang relevan adalah menggunakan biaya modal rata-rata
ketimbang dengan catatan tingkat resiko proyek sama dengan resiko bisnis
perusahaan secara keseluruhan.Jika dengan membiayai proyek resiko perusahaan
meningkat,maka discount rate harus disesuaikan dan sebaliknya jika resiko
perusahaan secara total menurun maka discount rate harus disesuaikan menjadi
lebih rendah.
5.
Internal Rate Of Return (IRR)
IRR tidak lain adalah tingkat
discount rate yang menyamakan present value aliran kas bersih dengan present
value investasi.IRR atau tingkat kembalian internal dicari dengan cara trial
and error atau interpolasi.Dengan kata lain IRR adalah discount
rate yang membuat net present valuesama dengan nol.
6.
Modified Internal Rate Of Return (MIRR)
Metode ini hanya menggunakan biaya
modal/discount rate sebagai indikator rinvestment rate untuk aliran kas bersih
untuk masing – masing proyek.Dengan demikian hasil yang diperoleh akan lebih
realistis karena didasarkan pada asumsi yang sama.Seperti halnya dengan metode
internal rate of return,bedanya modified internal rate of return menggunakan
reinvestment rate yang sama untuk proyek yang berbeda.
7.
Profitability Indeks (PI)atau Benefit Cost Ratio
Metode yang merupakan modifikasi
dari metode net present value.Apabila metode net present mencari selisih antara
present value aliran kas bersih dengan present value investasi ; maka metode
profitability indeks merupakan pembagian atau rasio antara present value aliran
kas bersih dengan present value investasi.
8.
Adjusted net Present Value
Metode ini memisahkan net present
value proyek menjadi dua komponen: Net present value jika proyek dibiayai
dengan modal sendiri dan present value pembiayaan lain
Tidak ada komentar:
Posting Komentar