Nama Kelompok:
1.
Elsy Fany (22212471)
2.
Komala Sari (24212114)
3.
Sri Handayani (27212115)
4.
Verany Dwi Puji Astuti (27212562)
5.
Yuningsih (27212967)
Kelas 1EB20
TUGAS
PENGANTAR BISNIS MINGGU KE 11-12-13
1. Buatlah 1 contoh laporan keuangan perusahaan
rill dan universal ( neraca dan laporan R/L)!!
PT INDOFOOD SUKSES MAKMUR Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN NERACA
31 Desember 2004, 2005 dan 2006 (Disajikan dalam Jutaan Rupiah, Kecuali Data
per Saham )
2004
2005 2006
AKTIVA
AKTIVA
LANCAR
Kas dan setara kas
1394075 972820 4271208
Investasi
jangka pendek 198776
471395 623134
Piutang
usaha
Pihak ketiga-setelah dikurangi
Penyisihan piutang ragu-ragu
Rp 13665 pada tahun 2004,
Rp 11172 pada tahun 2005,
Rp 14738 pada tahun 2006 1223002 1426279
1390130
Pihak yang mempunyai
Hubungan istimewa 105971 101082 58042
Bukan usaha
Pihak ketiga-bersih 850950 128877 157702
Pihak yang mempunyai
hubungan istimewa
74989 48411 83181
Persediaan-bersih
2284332 2695409 2981029
Uang
muka dan jaminan 153244
489890 243980
Pajak
dibayar dimuka
59931 97158 203013
Biaya
dibayar dimuka dan
aktiva lancar lainnya
69790 49467 44346
Jumlah Aktiva Lancar 6415060
6480788 7492484
AKTIVA
TIDAK LANCAR
Aktiva
swap-bersih 1208267
0 0
Piutang
jangka panjang
Pihak ketiga 9500 0
0
Pihak yang mempunyai
hubungan istimewa 43822 0 0
Tagihan
pajak penghasilan 318238 414397 268820
Piutang
plasma- bersih 0
0 72632
Aktiva
pajak tangguhan-bersih 53870 109096 119955
Penyertaan
jangka panjang dan
uang
muka untuk pembelian
investasi
364002 230080 23103
Tanaman
perkebunan
Tanaman menghasilkan-setelah
dikurangi akumulasi amortisasi
sebesar Rp 134625 tahun 2004,
Rp 177834 tahun 2005,
Rp 196773 tahun 2006 139945 186245
201812
Tanaman
belum menghasilkan 40819 165958 430043
aktiva
tetap-setelah dikurangi akumulasi penyusutan sebesar
2004
2005 2006
Rp
2887421 thn 2004,
Rp3256096
tahun 2005,Rp 196773
tahun
2006 6013390
6055277 6500137
Beban
ditangguhkan-bersih 145189 229635 260676
Goodwill-bersih
176237 195744 216989
Aktiva tidak lancar lainnya 743017 791983 77942
Jumlah Aktiva Tidak lancar 9258296 8793278
8872109
JUMLAH AKTIVA
15673356 14859203
16364593
KEWAJIBAN
DAN EKUITAS
KEWAJIBAN
LANCAR
Hutang bank jangka pendek
dan
cerukan 511585
1447091
2039664
Hutang
”trust receipts” 616382
583982 820604
Hutang
usaha
Pihak ketiga 1166766 1536403
1136945
Pihak yang mempunyai
Hubungan istimewa 34339 59918 53169
Bukan
usaha
Pihak ketiga
196537 217160 206678
Pihak yang mempunyai
Hubungan istimewa 11930 5770 83286
Beban
masih harus dibayar 276983
348559 560557
Hutang
pajak 239433
102106 196789
Pinjaman
jangka panjang
Yang
jatuh tempo dlm wkt 1 thn
Hutang obligasi-bersih 997300 0 0
Hutang
bank 274296 121599 1315686
Hutang sewa guna usaha
9957 0
628
Jumlah Kewajiban Lancar
4337508 4422588
6414006
KEWAJIBAN
TIDAK LANCAR
Pinjaman
jangka pjg stlh
Dkurangi
bagian yg jth
Tempo dlm wkt 1 thn
Hutang bank 445684 1000485
883622
Hutang obligasi dan
Wesel byr brjaminan brsh 5031970
2682426 2192123
Hutang
sewa
0 0 890
Jumlah
pinjaman jangka
Panjang
5477654
4682911 3076635
Hutang
plasma – bersih
0 9676 0
Kewajiban
pjk tangguhn-brsh 610241 589752 743684
2004
2005 2006
Estimasi
kewajiban imbalan
Kerja
302180 354430
428157
Jumlah
Kewajiban Tidak
Lancar 6390075
5636769 4248476
Goodwill-bersih 0
3490
3321
HAK
MINORITAS ATAS AKTIVA BERSIH ANAK
PERUSAHAAN 755857 435055 657713
EKUITAS
Modal
saham-nilai nominal
Rp100 per saham
Modal dasar-30000000000
Saham
Modal ditempatkan dan
Disetor penuh-9444189000 944419 944419
944419
Agio
saham
1182046 1182046
1182046
Selisih
nilai transaksi
Restrukturisasi antr entitas
Sepengendali (917741) (930493)
(989441)
Laba
yang belum terealisasi ats
Investasi
efek-bersih
22553 57627
81207
Selisih
perubahan ekuitas
Anak perusahaan 8358 128062
173141
Selisih
kurs ats penjabaran
Laporan
keuangan 1406
3145
(2497)
Modal
proforma
52852 110000
Saldo
laba
Telah ditentukan penggunanya 40000 45000 50000
Belum dtntukn penggnannya 3649944 3619712
4233280
Modal saham yang diperoleh
Jumlah Ekuitas Bersih 4189916 4361301 5041086
JUMLAH
KEWAJIBAN
DAN EKUITAS 15673356
14859203 16364593
PT INDOFOOD SUKSES MAKMUR Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN LAPORAN
LABA RUGI Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2004, 2005 dan 2006
(Disajikan dalam Jutaan Rupiah,Kecuali Data Per Saham)
2004 2005 2006
PENJUALAN
BERSIH 17918528 18764650 21941558
BEBAN POKOK PENJUALAN 13313099 14341644 16761335
LABA KOTOR
4605429 4423006 5180223
BEBAN
USAHA
Penjualan 1541573 1727938 2077419
Umum
dan administrasi
965526 1034007
1140336
Jumlah Beban Usaha 2507099
2761945 3217755
LABA USAHA 2098330
1661061 1962468
PENGHASILAN
(BEBAN) LAIN – LAIN
Penghasilan bunga 126256 15968 63384
Beban
bunga dan pendanaan
Lainnya (943855) (827870) (816448)
Laba(rugi)kurs-termasuk laba
(rugi)
atas perubahan nilai wajar
Aktiva
swap bersih (296936) (478247) 95403
Lain – lain bersih
(120475) 53409 (93104)
Beban lain- lain bersih (1235010)
(1236740) (750765)
LABA
SEBELUM MANFAAT/ (BEBAN)
PAJAK
PENGHASILAN 863320
424321 1211703
MANFAAT/(BEBAN)
PAJAK PENGHASILAN
Tahun berjalan (320865)
(267073) (459393)
Tangguhan (3016) 78647 (9988)
Beban Pajak Penghasilan-bersih (323883) (188426)
(469381)
LABA
SEBELUM HAK
MINORITAS
ATAS LABA
BERSIH
ANAK PERUSAHAAN 539437 235895 742322
HAK
MINORITAS ATAS LABA
BERSIH ANAK PERUSAHAAN (152519) (112980) (90837)
2004 2005 2006
LABA BERSIH
386918 1103
9725
LABA
PER SAHAM
Laba usaha 246 195 231
Laba Bersih 45 15
78
2. Apa arti dari CSR tentang tanggung jawab
social suatu bisnis pada masyarakat dan berilah 1 contoh perusahaan rill dan
universal untuk implementasi CSR!!
Tanggung jawab Sosial
Perusahaan atau Corporate Social Responsibility adalah suatu konsep bahwa organisasi, khususnya (namun bukan hanya) perusahaan adalah memiliki suatu tanggung jawab terhadap konsumen, karyawan, pemegang saham, komunitas dan lingkungan dalam segala aspek operasional perusahaan.
Menurut Sri Rejeki
Hartono, aktifitas menjalankan perusahaan adalah suatu kegiatan yang dilakukan
secara terus-menerus dalam pengertian yang tidak terputus-putus, kegiatan
tersebut dlakukan secara terang-terangan
dalam pengertian sah/legal, dan dalam rangka untuk memperoleh keuntungan,
baik untuk diri sendiri maupun orang
lain.
Telaah Hamann dan
accut sangat relevan dengan situasi Implementasi CSR di Indonesia dewasa ini. Khususnya dalam kondisi Keragaman. pengertian konsep
CSR dan penjabarannya dalam
program-program yang dikaitkan
dengan upaya peningkatan kesejahteraan
masyarakat dan pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan. Keragaman pengertian
konsep CSR adalah akibat logis dari sifat pelaksanaannya yang berdasarkan
prinsip voluntari. Tidak ada konsep baku yang dapat dianggap sebagai acuan
pokok baik di tingkat global maupun lokal. Secara internasional, saat ini
tercatat sejumlah inisiatif code of conduct implementasi CSR. Inisiatif itu
diusulkan baik oleh organisasi internasional independen (Sullivan Principles,
Global Reporting
Initiative), organisasi negara (OECD),
juga organisasi nonpemerintah (Caux Roundtables). Di Indonesia, acuan pegangan itu belum ada. Bahkan peraturan tentang
community development (CD), saat
ini masih dalam bentuk draf yang diajukan Departemen ESDM.
Tak heran jika
berbagai korporasi Sebenarnya
berada dalam situasi
‘bingung’ dalam pelaksanaan
CSR.
Banyak forum diskusi
antarkorporasi atau kegiatan pelatihan
CD bagi korporasi digunakan
untuk mengungkapkan kebingungan itu.
Selain gambaran kebingungan itu, tampak pula kecenderungan pelaksanaan
CSR di Indonesia yang sangat
tergantung pada Chief Executive Officer (CEO)
korporasi. Artinya, kebijakan
CSR tidak otomatis selaras
dengan visi dan misi korporasi. Jika CEO memiliki kesadaran tentang moral bisnis yang berwajah manusiawi, besar kemungkinan
korporasi tersebut menerapkan kebijakan CSR yang layak.
Sebaliknya, jika orientasi CEOnya hanya pada kepentingan kepuasan shareholders (produktivitas tinggi, profit besar, nilai
saham tinggi) serta pencapaian prestasi
pribadi, maka boleh jadi kebijakan
CSR hanya sekedar kosmetik.
Sifat CSR yang
voluntaristik, absensi produk hukum yang menunjang dan lemahnyapenegakan hukum
telah menjadikan Indonesia sebagai negara ideal bagi korporasi yang memang
memperlakukan CSR sebagai kosmetik.
3. Jelaskan Perkembangan bisnis Internasional
pada Kurun Waktu 5 tahun terakhir dan 10 tahun Mendatang!!!
Perkembangan bisnis Internasional pada Kurun
Waktu 5 tahun terakhir dan 10 tahun Mendatang
Repelita
IV telah disusun dengan berpedoman pada arah yang digariskan GBHN tersebut dan
didasarkan atas hasil-hasil yang dicapai sampai saat itu serta perkiraan perkembangan
keadaan 5 tahun ke depan. Amanat GBHN tersebut merupakan tugas yang berat
mengingat bahwa sejak tahun keempat Repelita III (1982/83) sudah terlihat
tanda-tanda melemahnya sumber utama dana pembangunan, yaitu minyak bumi. Dalam
batas-batas kemampuan perkiraan yang ada, gejala ini sudah diperhitungkan
dalam penyusunan Repelita IV.
Kurun waktu 5 tahun
antara tahun 1983/84 sampai dengan tahun 1987/88 mencatat berbagai tantangan
dan hambatan dalam pelaksanaan pembangunan nasional. Tantangan dan hambatan
yang terbesar terutama berasal dari luar, sebagai akibat dari memburuknya
situasi perekonomian dunia. Dalam periode ini perekonomian dan perdagangan
dunia masih tetap dibayangi oleh suasana resesi yang berkelanjutan yang mulai
terasa sejak tahun 1980, serta diwarnai oleh ketidakpastian dan kerawanan yang
meningkat. Kebangkitan pertumbuhan ekonomi di beberapa negara maju yang mulai
terlihat dalam tahun 1983 ternyata tidak berlangsung lama dan tidak cukup kuat
untuk melepaskan perekonomian dunia dari kelesuan. Pertumbuhan ekonomi yang
kurang memadai di negara-negara maju tersebut diiringi oleh situasi
pengangguran yang tak kunjung membaik, makin menyuburkan tumbuhnya sentimen
proteksionisme di antara mereka. Perdagangan dunia terhambat perkembangannya
dan khususnya permintaan akan komoditi primer, termasuk minyak bumi, terus
merosot. Karena komoditi primer masih merupakan bagian terbesar dari komoditi
ekspor negara-negara berkembang, penerimaan ekspor mereka merosot dan
selanjutnya menimbulkan berbagai permasalahan yang menyangkut neraca
pembayaran dan kegiatan pembangunan di negara-negara tersebut.
Di bidang moneter,
perkembangan yang terjadi selama periode ini juga tidak menggembirakan. Nilai
tukar antara matauang-matauang utama di dunia, khususnya antara dollar A.S.
dengan Yen dan DM serta dengan berbagai matauang negara Eropa lainnya,
menunjukkan gejolak yang tajam dan arah perkembangan yang tidak menentu.
Perkembangan tingkat bunga juga menunjukkan ketidakpastian dan secara umum
tingkat bunga riil masih bertahan di atas tingkat normalnya di masa lampau.
Keadaan moneter ini, ditambah dengan situasi pasaran ekspor yang kurang
menguntungkan tersebut di atas, telah menimbulkan beban yang sangat berat bagi
perekonomian dari kebanyakan negara berkembang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar