Nama
Kelompok:
1.
Elsy Fany (22212471)
2.
Komala Sari (24212114)
3.
Sri Handayani (27212115)
4.
Verany Dwi Puji Astuti (27212562)
5.
Yuningsih (27212967)
Kelas 1EB20
TUGAS
PENGANTAR BISNIS MINGGU KE-7
1. Buatlah
dengan suatu contoh kasus tentang proses produksi (input
proses
output) sebutkan
jenis barangnya untuk: pakaian, makanan, minuman, sepatu!!!!
Contoh kasus
tentang proses produksi
PROSES
PEMBUATAN EMPING MENINJO
·
Latar
Belakang
Emping melinjo merupakan sejenis kripik yang dibuat
dari buah melinjo tua. Emping merupakan salah satu komoditi pertanian yang
memiliki harga tinggi. Emping sangat cocok digunakan sebagai teman makan tape
ketan atau pelengkap makanan lain seperti gado-gado, bubur, ketoprak, berbagai
resep soto dan sop nusantara.
·
Kualitas Emping Meninjo
Pembuatan emping pada dasarnya
adalah proses pemipihan biji melinjo tua. Hasil dari proses pemipihan ini ada
dua macam, yaitu emping tebal dan emping tipis. Emping tebal dihasilkan dengan
memukul melinjo tanpa cangkang 1-2 kali. Warna kuning agak gelap dengan tingkat
ketebalan dan kekeringan antara emping yang satu berbeda, sehingga sebelum
digoreng harus dilakukan penjemuran terlebih dahulu. Namun terkadang tidak
mengembang sempurna saat digoreng. Sedang emping tipis diperoleh dengan memukul
melinjo tanpa cangkang beberapa kali hingga ketebalan tertentu, biasanya antara
0,5-1,5 mm. Warna kekuningan agak bening dengan tingkat ketebalan dan
kekeringan yang seragam. Jika digoreng akan mengembang dengan baik.
Pembuatan emping tipis hingga saat
ini belum dapat dilakukan dengan mesin pemipih melinjo. Pemipihan masih harus
dilakukan secara manual, oleh orang yang berpengalaman. Emping melinjo tipis
inilah yang disebut sebagai emping berkualitas tinggi.
·
Peralatan
yang Digunakan dalam Pembuatan Emping Meninjo
Peralatan yang digunakan untuk memproduksi emping
melinjo masih sederhana, mudah diperoleh, dan relatif murah harganya. Alat-alat
yang diperlukan antara lain:
a.
Batu landasan atau yang biasa disebut
umpak
Umpak
digunakan sebagai tempat/alas untuk memipihkan biji melinjo. Umpak biasanya
memiliki permukaan yang rata dan licin serta terbuat dari kayu seperti kayu
mahoni dan kayu sawo, tetapi ada juga umpak yang terbuat dari batu.. Umur
ekonomis umpak biasanya berkisar antara 7-8 tahun.
b. Palu/martil.
Martil digunakan untuk memecahkan cangkang/kulit keras serta memipihkan biji melinjo yang sudah disangrai. Martil tersebut terbuat dari besi baja. Ukuran berat martil bermacam-macam, mulai dari 1 kg, 1,5 kg, dan 2 kg bahkan ada yang sampai 3 kg.
Martil digunakan untuk memecahkan cangkang/kulit keras serta memipihkan biji melinjo yang sudah disangrai. Martil tersebut terbuat dari besi baja. Ukuran berat martil bermacam-macam, mulai dari 1 kg, 1,5 kg, dan 2 kg bahkan ada yang sampai 3 kg.
c. Sosok/kape.
Serok atau yang biasa disebut kape ini terbuat dari seng. Untuk memindahkan biji melinjo yang sudah dipipihkan di atas umpak ke anyaman bambu/rigen, maka digunakan serok/kape.
Serok atau yang biasa disebut kape ini terbuat dari seng. Untuk memindahkan biji melinjo yang sudah dipipihkan di atas umpak ke anyaman bambu/rigen, maka digunakan serok/kape.
d.
Wajan
Wajan digunakan untuk menyangrai biji melinjo. Wajan tersebut terbuat dari tanah liat.
Wajan digunakan untuk menyangrai biji melinjo. Wajan tersebut terbuat dari tanah liat.
e. Serok
Serok yang digunakan untuk mengaduk-aduk dan mengangkat biji melinjo yang disangrai di wajan biasanya terbuat dari stainless steel atau tempurung kelapa agar tidak karatan. Serok memiliki bagian bawah yang berlubang-lubang.
Serok yang digunakan untuk mengaduk-aduk dan mengangkat biji melinjo yang disangrai di wajan biasanya terbuat dari stainless steel atau tempurung kelapa agar tidak karatan. Serok memiliki bagian bawah yang berlubang-lubang.
f. Anyaman bambu (rigen)
Anyaman bambu/rigen yang digunakan untuk menjemur emping yang telah dipipihkan
biasanya berukuran 70cm x 80cm dan 60cm x 120cm
Anyaman bambu/rigen yang digunakan untuk menjemur emping yang telah dipipihkan
biasanya berukuran 70cm x 80cm dan 60cm x 120cm
g. Tungku
Tungku yang digunakan sebagai pemanas untuk menyangrai biji melinjo terbuat dari batu bata dengan P x L x T = 20 x 25 x15 cm serta mempunyai umur ekonomis > 25 tahun.
Tungku yang digunakan sebagai pemanas untuk menyangrai biji melinjo terbuat dari batu bata dengan P x L x T = 20 x 25 x15 cm serta mempunyai umur ekonomis > 25 tahun.
h. Mesin pengepres kemasan
Mesin pengepres kemasan ada beberapa jenis, dari yang sederhana sampai yang modern untuk mengemas secara masal.
Mesin pengepres kemasan ada beberapa jenis, dari yang sederhana sampai yang modern untuk mengemas secara masal.
·
Proses
Pembuatan Emping Melinjo
Pembuataatan emping
melinjo memerlukan kesabaran untuk memperoleh hasil yang berkualitas. Tenaga
kerja produksi, yang sering disebut pengrajin, umumnya adalah perempuan, yang
biasanya berumur paruh baya (ibu-ibu). Tidak ada kualifikasi khusus yang
diperlukan dalam industri emping. Keahlian membuat emping biasanya didapatkan
dari turun-temurun. Bagi pengrajin emping, pekerjaan membuat emping merupakan
pekerjaan sampingan dari pekerjaan utamanya yaitu bertani. Untuk menghasilkan
emping yang berkualitas baik diperlukan bahan baku yang berkualitas. Biji
melinjo yang berkualitas baik adalah biji melinjo yang sudah tua, yang secara
fisik dapat diketahui dari kulit luar yang berwarna merah dan relatif segar
(tidak disimpan terlalu lama).
1. Buah melinjo di bersihkan dari daun dan
buah yang sudah matang Tahap pertama dalam pembuatan emping yaitu pengupasan
kulit luar biji melinjo. Kulit luar biji melinjo dikupas dengan menggunakan
pisau. Kulit luar biji melinjo ini dapat digunakan untuk sayuran.
Pembersihan Melinjo
2. Disangrai
dengan pasir dan di aduk aduk sampai warna kulit luarnya menjadi kecoklatan.
Biji melinjo yang sudah dikupas kulit luarnya dan sudah dikeringkan selama
beberapa waktu seperti yang telah disebutkan di atas, kemudian disangrai.
Prosesnya yaitu: pertamatama, wajan yang telah diisi pasir dipanaskan di atas
tungku hingga panas pasirnya merata. Jika pasirnya sudah panas, biji melinjo
dimasukkan dan diaduk-aduk bersama pasir hingga panasnya merata. Agar
menghasilkan emping yang berkualitas bagus (rasanya gurih dan warna empingnya
bening) maka selama proses penyangraian, waktunya tidak boleh terlalu cepat
ataupun terlalu lama dihasilkan akan berwarna putih keruh. Waktu yang ideal
untuk proses penyangraian ini biasanya ± 2 menit.
Proses Penyangraian
3.
Setelah warna kecoklatan lalu di pukul dengan batu atau alu hingga kulit yang
keras terpecah biji melinjo yang telah bersih di pukul pukul hingga tipis.
Emping yang sudah ditata di atas rigen kemudian dikeringkan. Proses pengeringan
dilakukan dengan bantuan sinar matahari. Biji melinjo yang sudah terkelupas
cangkangnya langsung dipipihkan dengan cara menggetok/memukul biji melinjo
tersebut hingga rata dengan menggunakan martil baja sebanyak 2-3 kali getok.
Emping yang bagus adalah emping yang permukaannya tipis dan tidak cepat. Jadi
semakin tipis emping tersebut, maka akan semakin bagus. Apabila ingin membuat
emping ukuran yang lebih besar, maka caranya dengan meletakkan secara
berdekatan biji melinjo pertama dengan biji melinjo berikutnya. Semakin besar
ukuran yang diharapkan, makin banyak biji melinjo yang dibutuhkan.
Pemukulan Biji Melinjo
4. Proses
selanjutnya adalah emping di jemur sehingga kandungan air dalam emping
berkurang. Emping yang telah diangkat dari umpak, kemudian diletakkan di atas
anyaman bambu/rigen. Peletakan emping tersebut tidak boleh sembarangan, harus
diatur sedemikian rupa agar tidak saling bertumpuk (tidak tumpang tindih).
Karena apabila saling bertumpukan, maka akan sulit untuk mengangkatnya (apabila
diangkat, empingnya akan hancur).
Penjemuran Emping
5. Tahap Sortasi Penyotiran bertujuan
untuk memisahkan emping sesuai dengan kualitas. Kualitas fisik dinilai dari
keutuhan bentuk, kejernihan, kepipihan dan bau. Emping yang telah benar-benar
kering, kemudian disortir dahulu. Penyortiran emping tersebut dilakukan dengan
cara:
a. Memisahkan
emping yang utuh dari yang pecah
b. Memisahkan emping
yang ada bintik-bintik hitamnya.
c. Memisahkan
emping yang tebal dari yang tipis
d. Memisahkan emping
yang berasal dari biji melinjo yang masih muda.
6.
Pengemasan
Setelah emping-emping tersebut disortir berdasarkan kualitas lalau dilakukan pengemasan. Pengemasan dilakukan dengan menggunakan kemasan plastik dan atau karton, kemasan plastik biasanya sudah diberi label untuk yang akan dijual satuan. Emping dimasukkan ke kantong plastik dan ditimbang berat bersihnya (netto). Setelah itu barulah dipress dengan menggunakan mesin press. Ukuran kemasan kami mengunakan 0,5 kg dan 1 kg. Sementara untuk kemasan plasti yang dijual curah, biasanya dalam ukuran 5kg, 10 kg atau 15 kg. Emping-emping yang sudah dikemas tersebut sebaiknya disimpan di tempat yang sejuk dan kering. Kemasan karton digunakan untuk pengiriman produk ke tempat yang relatif jauh dan dalam jumlah besar/curah. Pemakaian kemasan karton bertujuan agar produk sampai di tempat tujuan dalam kondisi utuh dan baik.
Setelah emping-emping tersebut disortir berdasarkan kualitas lalau dilakukan pengemasan. Pengemasan dilakukan dengan menggunakan kemasan plastik dan atau karton, kemasan plastik biasanya sudah diberi label untuk yang akan dijual satuan. Emping dimasukkan ke kantong plastik dan ditimbang berat bersihnya (netto). Setelah itu barulah dipress dengan menggunakan mesin press. Ukuran kemasan kami mengunakan 0,5 kg dan 1 kg. Sementara untuk kemasan plasti yang dijual curah, biasanya dalam ukuran 5kg, 10 kg atau 15 kg. Emping-emping yang sudah dikemas tersebut sebaiknya disimpan di tempat yang sejuk dan kering. Kemasan karton digunakan untuk pengiriman produk ke tempat yang relatif jauh dan dalam jumlah besar/curah. Pemakaian kemasan karton bertujuan agar produk sampai di tempat tujuan dalam kondisi utuh dan baik.
Emping Siap Produksi
2. Jelaskan perbedaan manajemen produksi dan produksi ceritakan dengan
suatu ilustrasi!
a. Pengertian Manajemen Produksi
Manajemen
Produksi yaitu kegiatan atau usaha yang dilakukan untuk mencapai tujuan dengan
menggunakan /koordinasi kegiatan orang lain. Kegiatan tersebut berguna untuk
mengatur dan mengkoordinasikan penggunaan sumber-sumber daya.
Fungsi dan Sistem Produksi dan Operasi
- Perencana produksi
Bertujuan
agar dilakukanya persiapan yang sistematis bagi produksi yang akan dijalankan.
Keputusan yang harus dihadapi dalam perencanaan produksi:
- Jenis barang yang diproduksi
- Kualitas barang
- Jumlah barang
- Bahan baku
- Pengendalian produksi
- Pengendalian produksi
Bertujuan
agar mencapai hasil yang maksimal demi biaya seoptimal mungkin. Adapun kegiatan
yang dilakukan antara lain :
- Menyusun perencanaan
- Membuat penjadwalan kerja
- Menentukan kepada siapa barang akan dipasarkan.
- Pengawasan produksi
Bertujuan
agar pelaksanaan kegiatan dapat berjalan sesuai dengan rencana. Kegiatanya
meliputi :
- Menetapkan kualitas
- Menetapkan standar barang
- Pelaksanaan prouksi yang tepat waktu
b. Pengertian Produksi
Produksi
adalah segala kegiatan dalam menciptakan dan menambah kegunaan (utility) suatu
barang atau jasa yang membutuhkan faktor-faktor produksi berupa tanah, modal,
tenaga kerja, danskills (organizational, managerial and technical skills).
Proses Produksi
Prose
produksi yang berjalan dengan lancar dan baik merupakan suatu hal yang sangat
diharapkan oleh suatu perusahaan. Untuk mewujudkan proses produksi agar selalu
berjalan dengan baik, maka dibutuhkan suatu manajemen yang bisa mengelola
keseluruhan kegiatan produksi tersebut.
Proses
Produksi dapat ditinjau dari 2 segi yaitu:
Proses Operasi / Produksi adalah serangkaian metode dan teknologi yang digunakan dalam memproduksi barang atau jasa.
Proses Operasi / Produksi adalah serangkaian metode dan teknologi yang digunakan dalam memproduksi barang atau jasa.
Jenis
produksi dapat diklasifikasikan menurut perbedaan dalam proses-proses operasinya.
Barang-barang produk berdasarkan apakah proses operasinya mengkombinasikan
sumber daya atau dipecah menjadi beberapa bagian komponen. Kita dapat
menjabarkan jasa berdasarkan tingkat kontak dengan pelanggan yang dibutuhkan.
Proses
Pabrikasi Barang : Proses Analitis vs Sintetis
Seluruh proses pabrikan dapat diklasifikasikan berdasarkan sifat analitis atau sintetis dari proses transformasi.
• Proses analitis: proses produksi yang menguraikan sumber-sumber daya menjadi komponen untuk menciptakan produk-produk jadi.
• Produksi sintetis : proses produksi yang mengkombinasikan bahan-bahan mentah untuk memproduksi suatu barang jadi.
Seluruh proses pabrikan dapat diklasifikasikan berdasarkan sifat analitis atau sintetis dari proses transformasi.
• Proses analitis: proses produksi yang menguraikan sumber-sumber daya menjadi komponen untuk menciptakan produk-produk jadi.
• Produksi sintetis : proses produksi yang mengkombinasikan bahan-bahan mentah untuk memproduksi suatu barang jadi.
Proses jasa
: Tingkat kontak dengan pelanggan
Satu cara mengklasifikasikan jasa adalah menanyakan apakah suatu jasa tertentu dapat diberikan tanpa pelanggan menjadi bagian dalam sistem produksi.
• Proses kontak tinggi: Tingkat kontak antara jasa dengan konsumen dimana konsumen menerima jasa sebagai bagian dari sistem. Misalnya jasa transportasi.
• Proses kontak rendah: tingkat kontak antara jasa dengan konsumen dimana konsumen tidak perlu menjadi bagian dari sistem dalam menerima jasa. Misalnya penyetoran giro di bank, nasabah tidak mengikuti proses perbankannya.
Satu cara mengklasifikasikan jasa adalah menanyakan apakah suatu jasa tertentu dapat diberikan tanpa pelanggan menjadi bagian dalam sistem produksi.
• Proses kontak tinggi: Tingkat kontak antara jasa dengan konsumen dimana konsumen menerima jasa sebagai bagian dari sistem. Misalnya jasa transportasi.
• Proses kontak rendah: tingkat kontak antara jasa dengan konsumen dimana konsumen tidak perlu menjadi bagian dari sistem dalam menerima jasa. Misalnya penyetoran giro di bank, nasabah tidak mengikuti proses perbankannya.
3. Sebutkan pengambilan keputusan dalam manajemen produksi!
Pengambilan Keputusan Dalam Manajemen Produksi:
1) Pengambilan keputusan atas peristiwa yang pasti, merupakan keputusan diambil berdasarkan kajian atau pengalaman dari suatu peristiwa yang pasti atau telah terjadi.
2) Pengambilan keputusan atas peristiwa yang mengandung resiko, Keputusan diambil karena dalam suatu kegiatan atau peristiwa tersebut terdapat resiko yang tidak terduga sebelumnya.
3) Pengambilan keputusan atas peristiwa yang tidak pasti, keputusan diambil sebagai antisipasi terhadap reaksi dari kejadian yang belum pasti terjadi.
4) Pengambilan keputusan atas peristiwa yang timbul karena pertentangan dengan keadaan yang lain, keputusan diambil tanpa ada rencana.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar