Minggu, 26 Juni 2016

TUGAS KELOMPOK AKUNTANSI INTERNASIONAL

Nama Kelompok : Verany Dwi Puji Astuti  (27212562)
                                Yuke Aulia Qamarani    (27212922)
                                Chairunnas Syamputra (21212574)
Kelas                     : 4EB23
Mata Kuliah         : Softskill Akuntansi Internasional

MASALAH EKONOMI DI INDONESIA
TINGGINYA JUMLAH PENGANGGURAN



Rabu, 4 Mei 2016 - 16:03 wib
Okezone.com
Terlalu Pilah-pilih Kerjaan, Sarjana Indonesia Banyak yang Nganggur

            JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkapkan, angka pengangguran dari tingkat pendidikan di level universitas akan terus ada setiap tahunnya. Tamat sebagai sarjana, membuat mereka memilih pekerjaan yang sesuai dengan pendidikannya.
BPS mencatat, tingkat pengangguran terbuka (TPT) pada pendidikan universitas sebesar 6,22 persen periode Febuari 2016 atau meningkat bila dibandingkan Febuari 2015 sebesar 5,34 persen.
            "Itu hukumnya begitu, karena sarjana. Kalau bukan sarjana, hanya tamat SD saja enggak akan nganggur karena apa? Mereka mau kerja apapun dikerjakan. Kalau sarjana punya aspirasi, punya selera dan pilih-pilih pekerjaan," ujar Deputi Bidang Statistik Sosial BPS Sairi Hasbullah, di Kantor BPS Pusat Jakarta, Rabu (4/5/2016).
            Menurut Sairi, karena hal tersebutlah setiap tahun dan dapat dipastikan tingkat pengangguran dari tamatan universitas terus meningkat.
            "Kalau tidak sesuai kualifikasi pekerjaannya, mereka lebih pilih nganggur dulu, baru bekerja. Karena itu selalu angka pengangguran sarjana lebih tinggi,"tuturnya.
            BPS juga mencatat, selain TPT universitas, TPT Sekolah Menengah Kejuruaan (SMK) masih berada di level pencatat tingkat pengangguran terbanyak. BPS mencatat TPT Febuari 2016 untuk SMK sebesar 7,22, di susui oleh TPT Diploma I,II, dan II sebesar 7,22 persen.
            Sementara TPT terendah terdapat pada tingkat pendidikan SD ke bawah yaitu 3,44 persen. Hal ini dikarenakan mereka yang berpendidikan rendah cenderung mau menerima pekerjaan apapun, sementara mereka yang berpendidikan lebih tinggi cenderung memilih pekerjaan yang sesuai.
KESIMPULAN:
            Seharusnya bagi yang tamat sebagai sarjana tidak boleh terlalu pilih-pilih untuk memilih pekerjaan yang diinginkan. Lebih baik memilih pekerjaan yang seharusnya sebagai menambah pengalaman kita dalam dunia bekerja. Karena semakin banyak pengalaman kita di dalam dunia pekerjaan semakin dekat juga dengan pekerjaan yang kita inginkan. Karena perusahaan mencari calon pekerja bukan berdasarkan nilai saja tetapi berdasarkan keahlian kita dalam bekerja dan pengalaman kita seberapa banyak pengalaman kita dalam dunia bekerja dibidang manapun. Dari situ lah perusahaan menilai dan memilih calon pekerja yang kualitasnya bagus untuk dapat bekerja diperusahaan tersebut. Pepatah berbicara “ Pengalaman adalah guru yang terbaik”.

Kamis, 5 November 2015 - 14:27 wib
Okezone.com
Pengangguran Paling Banyak Lulusan SMK

            JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah pengangguran di Indonesia pada Agustus 2015 mengalami peningkatan dibanding Februari 2015. Pada Agustus 2015 jumlah pengangguran di Indonesia naik 110 ribu orang menjadi 7,56 juta orang dari sebelumnya 7,45 juta orang pada Februari 2015.

            Dari jumlah tersebut, pengangguran di dominasi oleh lulusan Sekolah Menengah Kejuruan. BPS menyebutkan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) untuk pendidikan SMK menempati posisi tertinggi yaitu sebesar 12,65 persen.

            Direktur Statistik Kependudukan dan Ketenagakerjaan BPS Razali Ritonga menjelaskan, lulusan SMK mendominasi lantaran lapangan pekerjaan yang sesuai dengan keahlian belum banyak.

            "Kalau sekolah jurusan kan dia spesialis. Nah, ketika lapangan kerja sesuai keahlian dia tidak ada, maka dia sulit untuk cari kerja ke sektor lain. Dia tidak fleksibel," jelasnya di Gedung BPS, Kamis (5/11/2015).

            Di posisi kedua menyusul lulusan SMK adalah Sekolah Menengah Atas (SMA) yang sebesar 10,32 persen. Jumlah TPT SMA mengalami kenaikan dibandingkan periode Februari 2015 yang sebesar 8,17 persen.

            Sementara itu, TPT lulusan Diploma I-III sebesar 7,54 persen, lulusan Universitas 6,4 persen, lulusan Sekolah Menengah Pertama (SMP) 6,22 persen. TPT terendah terdapat pada tingkat pendidikan Sekolah Dasar (SD) ke bawah yaitu sebesar 2,74 persen.

KESIMPULAN:
            Pemerintah seharusnya wajib menangani masalah ini. Yang harus dilakukan pemerintah adalah menyediakan lapangan pekerjaan yang sesuai keahlian mereka. Karena SMK itu adalah sekolah kejurusan karena dia memiliki masing-masing spesialis keahlian. Maka dari itu pemerintah harus menyediakan lapangan pekerjaan yang lapangan pekerjaannya itu terdiri dari beberapa spesialis keahlian kejurusan yang diajarkan dan terdapat disekolah tersebut. Lalu perusahaan diminta untuk bekerja sama dengan pihak sekolah sebagai sarana penyalur pekerjaan agar lulusan SMK tidak sulit untuk mencari pekerjaan.
 04 Mei 2016, 15:23 WIB
Liputan6.com
Penganggur Lulusan SMK dan Universitas Naik, Ini Penyebabnya
            Liputan6.com, Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pada Februari 2016 menjadi 5,50 persen dengan jumlah 7,02 juta orang. Orang yang menganggur paling banyak dan mengalami kenaikan berpendidikan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan Universitas.

            Kepala BPS, Suryamin mengungkapkan, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pada Februari 2016 sebesar 5,50 persen sebanyak 7,02 juta orang. Realisasi angka pengangguran ini menurun 430 ribu orang sebanyak 7,45 juta orang dengan TPT 5,81 persen di Februari 2015.

            "Dalam setahun terakhir TPT turun dan jumlah penganggur berkurang sebanyak 430 ribu orang," katanya saat Konferensi Pers Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I 2016 di kantor BPS, Jakarta, Rabu (4/5/2016).

            Suryamin menyebut, tingkat pengangguran pada jenjang SMK dan Universitas selama setahun terakhir naik masing-masing 9,84 persen dan 6,22 persen di Februari 2016. Sementara TPT di pendidikan ini pada periode yang sama 2015 sebesar 9,05 persen dan 5,34 persen.

            "Dalam setahun terakhir, 
Tingkat Pengangguran Terbuka yang meningkat terjadi pada jenjang SMK 0,79 persen poin dan Universitas 0,88 persen poin. Jadi memang TPT tertinggi pada jenjang pendidikan SMK 9,84 persen," ujarnya.
            Sementara TPT terendah pada penduduk berpendidikan SD ke bawah yakni sebesar 3,44 persen pada bulan kedua 2016. Realisasinya menurun dibanding 3,61 persen di Februari 2015. Pada jenjang pendidikan Sekolah Menengah Pertama (SMP), tingkat pengangguran melosot dari 7,14 persen menjadi 5,76 persen.

            TPT 6,95 persen oleh penduduk di jenjang pendidikan Sekolah Menengah Atas (SMA). Sebelumnya TPT di Februari 2015 sebesar 8,17 persen. Serta pada jenjang pendidikan Diploma I/II/III, tingkat pengangguran turun dari 7,49 persen menjadi 7,22 persen.

            Dalam kesempatan yang sama, Kasubdit Statistik Ketenagakerjaan BPS Wachyu Winarsih mengungkapkan, tingkat pengangguran di jenjang pendidikan SMK naik karena lulusan SMK didorong untuk menjadi seorang wirausaha. Namun pada kenyataannya, banyak alumni sekolah kejuruan ini yang belum siap mengimplementasikan ilmunya sebagai entrepreneur dan memilih untuk bekerja di perusahaan.

            "Karena mereka belum berani jadi wirausaha, akhirnya menjadi buruh atau karyawan dulu. Sementara lapangan kerja yang menyerap mereka terbatas. Tapi 
Tingkat Pengangguran Terbuka tinggi untuk SMK, hanya di jurusan tertentu saja, misalnya di jurusan Tata Boga," jelasnya.

            Sementara tingkat pengangguran naik di jenjang pendidikan Universitas, diakui Wachyu karena jebolan Sarjana ini terlalu memilih pekerjaan yang sesuai dengan minat maupun sesuai bidang studi yang ditekuni, termasuk mempertimbangkan soal gaji.

            "Kalau pekerjaan tidak sesuai dengan bidang pendidikan, atau gaji belum cocok, ya lebih baik nunggu dulu, cari kerjaan di perusahaan lain. Mereka cenderung punya kebebasan, beda dengan yang berpendidikan rendah. Mereka harus bekerja untuk bisa makan," tegasnya.

            Sedangkan dari sisi lapangan usaha atau perusahaan, lanjut Wachyu, perusahaan kian selektif untuk merekrut atau menerima karyawan baru. Perusahaan mempunyai kriteria tertentu, dan cenderung memilih pekerja yang mempunyai kompetensi atau keahlian dan pengalaman.

            "Perusahaan juga seleksi calon karyawan baru, mencari lulusan yang bukan saja mahir sesuai latar belakang pendidikan saja, tapi juga punya keahlian di luar itu dan pengalaman. Sementara tidak sedikut lulusan SMK dan Universitas yang belum memiliki kriteria tersebut," pungkas Wachyu. (Fik/Gdn)

KESIMPULAN:
            Pemerintah menyediakan lapangan perkejaan untuk semua jurusan di SMK karena mereka belum siap menjadi wirausaha yang ilmunya belum siap untuk mengimplementasikan. Banyak lulusan akhirnya memilih untuk bekerja menjadi buruh pabrik walaupun pekerjaan itu sangat berat karena kita bekerja tidak hanya pada saat pagi akan tetapi pada sore hari dan malam hari. Tetapi hasilnya sangat memuaskan yang gajinya jauh lebih tinggi dibandingkan bekerja di perusahaan besar akan tetapi justru lapangan pekerja yang menyerap mereka sangat terbatas sekali. Untuk itu pemerintah ikut serta dalam menangani pengurangan pengangguran yang terjadi pada lulusan SMK dengan menyediakan lapangan pekerjaan yang terdapat disemua jurusan SMK dan perusahaan dapat bekerja sama dengan pihak sekolah agar calon pekerja dapat tersalurkan.


            Untuk lulusan mahasiswa sarjana perusahaan kian selektif untuk merekrut atau menerima karyawan baru. Perusahaan mempunyai kriteria tertentu, dan cenderung memilih pekerja yang mempunyai kompetensi atau keahlian dan pengalaman. Perusahaan juga seleksi calon karyawan baru, mencari lulusan yang bukan saja mahir sesuai latar belakang pendidikan saja, tapi juga punya keahlian di luar itu dan pengalaman. Sedangkan lulusan universitas belum memiliki kriteria tersebut. Jangan melihat pekerjaan dari sisi gajinya saja tetapi dari pengalamaannya. Semakin banyak pengalaman dalam dunia bekerja maka perusahaan itu pasti akan menerima dengan calon karyawan sesuai dengan kriteria perusahaan. Jangan menunggu untuk mencari pekerjaan yang diinginkan karena biasanya kita akan semakin malas untuk bekerja yang dimanfaatkan hanya bermain saja. Untuk itu carilah sebanyak mungkin pengalaman bekerja karena itu bekal kita untuk mendapatkan pekerjaan yang kita inginkan dan jangan hiraukan gaji. Pengalaman tidak bisa dibayar dengan gaji semakin banyak pengalaman gaji yang sangat besar tidak dapat bisa dibayarkan dengan pengalaman kita dalam dunia bekerja yang sangat banyak.

Selasa, 03 Mei 2016

TUGAS KELOMPOK AKUNTANSI INTERNASIONAL INFLASI NEGARA PERANCIS

Nama Kelompok : Verany Dwi Puji Astuti  (27212562)
                                 Yuke Aulia Qamarani    (27212922)
                                 Chairunnas Syamputra (21212574)
Kelas                     : 4EB23
Mata Kuliah        : Softskill Akuntansi Internasional

INFLASI NEGARA PERANCIS


            Republik Perancis atau Perancis (bahasa Perancis: République française, pengucapan bahasa Perancis: [ʁepyblik fʁɑ̃sɛz] adalah sebuah negara yang teritori metropolitannya terletak di Eropa Barat dan juga memiliki berbagai pulau dan teritori seberang laut yang terletak di benua lain.Perancis Metropolitan memanjang dari Laut Mediterania hingga Selat Inggris dan Laut Utara, dan dari Rhine ke Samudera Atlantik. Orang Perancis sering menyebut Perancis Metropolitan sebagai "L'Hexagone" ("Heksagon") karena bentuk geometris teritorinya. Perancis adalah sebuah republik kesatuan semi-presidensial yang tidak punya presiden. Ideologi utamanya tercantum dalam Deklarasi Hak Asasi Manusia dan Warga Negara.

            Perancis berbatasan dengan Belgia, Luksemburg, Jerman, Swiss, Italia, Monako, Andorra, dan Spanyol. Karena memiliki departemen seberang laut, Perancis juga berbagi perbatasan tanah dengan Brasil dan Suriname (berbatasan dengan Guyana Perancis), dan Sint Maarten (berbatasan dengan Saint-Martin). Perancis juga terhubung dengan Britania Raya oleh Terowongan Channel, yang berada di bawah Selat Inggris.

            Perancis telah menjadi salah satu kekuatan terbesar dunia sejak pertengahan abad ke-17. Pada abad ke-18 dan 19, Perancis membuat salah satu imperium kolonial terbesar saat itu, membentang sepanjang Afrika Barat dan Asia Tenggara, memengaruhi budaya dan politik daerah. Perancis adalah negara maju, dengan ekonomi terbesar keenam (PDB nominal) atau kedelapan (PPP) terbesar di dunia. Merupakan negara yang paling banyak dikunjungi di dunia, menerima 82 juta turis asing per tahun (termasuk pelancong bisnis, tapi tidak termasuk orang yang menetap kurang dari 24 jam di Perancis).Perancis adalah salah satu negara pendiri Uni Eropa, dan memiliki wilayah terbesar dari semua anggota. Perancis juga negara pendiri Perserikatan Bangsa-Bangsa, dan anggota Francophonie, G8, NATO, dan Uni Latin. Merupakan salah satu dari lima anggota permanen Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa, juga kekuatan nuklir yang besar dengan 360 hulu ledak aktif dan 59 pembangkit listrik tenaga nuklir.

Asal dan sejarah nama

    Nama "France" berasal dari Francia Latin, yang berarti "tanah bangsa Frank" atau "Frankland". Terdapat berbagai teori asal nama Frank. Salah satunya berasal dari kata Proto Jermanik frankon yang diartikan sebagai javelin atau lance karena kapak lempar Frank yang dikenal sebagai francisca.Etimologi lainnya adalah bahwa dalam sebuah bahasa Jermanik kuno, Frank berarti "bebas" yang merujuk pada budak. Kata ini masih digunakan dalam bahasa Perancis sebagai franc, juga digunakan sebagai penerjemahan "Frank" dan nama mata uang lokal, hingga penggunaan euro pada tahun 2000-an.

      Dalam bahasa Jerman, Perancis masih disebut Frankreich, yang berarti "Kerajaan Bangsa Frank". Untuk membedakannya dari Kekaisaran Frank Charlemagne, Perancis Modern disebut Frankreich, sementara Kerajaan Frank disebut Frankenreich.

     Kata "Frank" telah digunakan sejak kejatuhan Roma hingga Abad Pertengahan, dari pengangkatan Hugh Capet sebagai "Raja Frank" ("Rex Francorium") menjadi biasa merujuk pada Kerajaan Francia, yang kemudian menjadi Perancis. Raja Capetia menurun dari Robertine, yang memiliki dua raja Frank, dan sebelumnya memegang gelar "Duke of the Franks" ("dux Francorum"). Tanah Frank meliputi sebagian Perancis Utara modern tapi karena kekuasaan raja dilemahkan oleh pangeran regional sebutan ini kemudian ditetapkan pada demesne kerajaan sebagai tangan pendek. Hingga akhirnya nama ini diambil untuk seluruh Kerajaan sebagai kekuasaan sentral ditetapkan untuk seluruh kerajaan.

Ekonomi
      Airbus A380 pertama dalam acara “A380 Reveal” di Toulouse tanggal 18 Januari 2005. Airbus adalah simbol globalisasi ekonomi Perancis dan Eropa. Ekonomi Perancis menggabungkan perusahaan pribadi ekstensif (hampir 2.5 perusahaan terdaftar) dengan intervensi pemerintah (lihat dirigisme) substansial (meskipun menurun). Pemerintah mempertahankan pengaruh terhadap bagian penting dalam sektor infrastruktur, dengan kepemilikan mayoritas atas firma rel kereta api, listrik, pesawat terbang, dan telekomunikasi. Telah mengendurkan kontrolnya secara bertahap sejak awal 1990-an. Pemerintah perlahan-lahan menjual saham di France Télécom, Air France, juga industri asuransi, perbankan, dan pertahanan.Sebuah anggota grup negara industri maju G8, Perancis menempati peringkat ekonomi terbesar kelima atau keenam menurut PDB nominal yang bergantung pada sumbernya. Perancis bergabung dengan 11 anggotaUE lainnya untuk meluncurkan euro pada tanggal 1 Januari 1999, dengan koin dan uang kertas euro yang menggantikan franc Perancis (₣) pada awal 2002.

      Menurut OECD, tahun 2004 Perancis adalah pengekspor barang manufaktur terbesar kelima di dunia dan pengimpor terbesar keempat di dunia. Tahun 2003, Perancis adalah penerima investasi langsung asing terbesar ke-2 di antara negara OECD dengan nilai $47 miliar, setelah Luksemburg (di mana investasi langsung asing adalah transfer uang ke bank yang terletak di negara itu) tapi di atas Amerika Serikat ($39.9 miliar), Britania Raya ($14.6 miliar), Jerman ($12.9 miliar), atau Jepang ($6.3 miliar). Pada tahun yang sama, perusahaan Perancis menginvestasikan $57.3 miliar di luar Perancis, menempatkan Perancis sebagai investor langsung luar terpenting kedua di OECD, setelah Amerika Serikat ($173.8 miliar), dan di atas Britania Raya ($55.3 miliar), Jepang ($28.8 miliar) dan Jerman ($2.6 miliar).Dalam edisi 2005 OECD in Figures, OECD juga mencatat bahwa Perancis memimpin negara G7 menurut produktivitas (diukur sebagaimana PDB per jam bekerja). Tahun 2004, PDB per jam yang bekerja di Perancis adalah $47.7, di atas Amerika Serikat ($46.3), Jerman ($42.1), Britania Raya ($39.6), atau Jepang ($32.5).

       Selain jumlah yang menunjukkan produktivitas per jam yang bekerja lebih tinggi daripada di AS, PDB per kapita Perancis lebih rendah dari PDB per kapita AS, menjadi dapat dibandingkan dengan PDB per kapita negara Eropa lainnya, yang rata-rata 30% di bawah AS. Alasannya adalah bahwa banyak persentase kecil penduduk Perancis yang bekerja bila dibangingkan dengan AS, yang PDB per kapitanya lebih rendah dari Perancis, karena produktivitasnya yang tinggi. Faktanya, Perancis memiliki salah satu persentase terendah penduduk berusia 15-64 tahun yang bekerja di antara negara OECD. Tahun 2004 68.8% penduduk Perancis berusia 15-64 tahun bekerja, bila dibandingkan dengan 80.0% di Jepang, 78.9% di Britania, 77.2% di AS, dan 71.0% di Jerman.Fenomena ini disebabkan oleh hampir tiga puluh tahun pengangguran massal di Perancis, yang membawa kepada tiga masalah yang mengurangi ukuran penduduk yang bekerja: sekitar 9% penduduk aktif tidak memiliki pekerjaan; siswa menunda selama mungkin masuknya mereka ke dalam pasaran buruh; dan terakhir, pemerintah Perancis memberi berbagai insentif kepada pekerja untuk pensiun pada awal usia 50 tahunan, meskipun semakin dikurangi.

     Sementara banyak ahli ekonomi mengungkapkan kekecewaannya sepanjang tahun, masalah utama dengan ekonomi Perancis bukanlah produktivitas. Menurut pendapat mereka, yang utama adalah reformasi struktural, untuk meningkatkan ukuran penduduk yang bekerja dari seluruh penduduk. Ahli ekonomi Liberal dan Keynesian memiliki jawaban berbeda mengenai masalah itu. Jam kerja yang rendah dan keseganan pembentukan kembali pasar buruh dianggap sebagai titik lemah ekonomi Perancis dalam pandangan sayap kanan dan jarangnya kebijakan pemerintah yang menetapkan keadilan sosial menurut sayap kiri. Usaha pemerintah terbaru adalah menyesuaikan pasar buruh muda, mengurangi pengangguran, telah ditentang secara penuh.

    Dengan 81.9 juta turis asing tahun 2007,Perancis menempati peringkat pertama sebagai tujuan turis terbaik di dunia, di atas Spanyol (58.5 juta tahun 2006) dan Amerika Serikat (51.1 juta tahun 2006). Jumlah 81.9 juta ini tidak termasuk orang yang menetap kurang dari 24 jam di Perancis, seperti orang Eropa Utara yang melintasi Perancis dalam perjalanan ke Spanyol atau Italia selama Musim Panas. Perancis memiliki kota berbudaya tinggi (Paris menjadi yang utama), pantai dan resor tepi laut, resor ski, dan wilayah pedesaan yang dinikmati untuk keindahan dan kenyamanannya (pariwisata hijau). Disamping pariwisata biasa Perancis menarik berbagai peziarah religius ke Lourdes, sebuah kota di département Hautes-Pyrénées, yang dikunjungi beberapa juta turis per tahun. Situs pariwisata terkenal meliputi: (menurut peringkat pengunjung per tahun pada tahun 2003):Menara Eiffel (6.2 juta), Museum Louvre (5.7 juta), Istana Versailles (2.8 juta), Musée d'Orsay (2.1 juta), Arc de Triomphe (1.2 juta), Centre Pompidou (1.2 juta), Mont-Saint-Michel (1 juta), Château de Chambord (711.000),Sainte-Chapelle (683.000), Château du Haut-Kœnigsbourg (549.000), Puy de Dôme (500.000), Musée Picasso (441,000), Carcassonne (362.000).

    Perancis memiliki industri angkasa penting yang dipimpin oleh konsorsium Eropa Airbus, dan bersama Swedia menjadi satu-satunya kekuatan Eropa (tak termasuk Rusia) yang memiliki pelabuhan antariksa nasional pribadi (Centre Spatial Guyanais). Perancis juga negara Barat yang paling independen energinya karena investasi besar dalam tenaga nuklir (tenaga nuklir di Perancis), yang juga membuat Perancis produsen paling sedikit karbon dioksida di antara tujuh negara industri di dunia. Sebagai hasil investasi besar dalam teknologi nuklir, banyak listrik yang diproduksi di negara itu dibangkitkan oleh pembangkit tenaga nuklir (78.1% pada 2006,meningkat dari 8% tahun 1973, 24% tahun 1980, dan 75% tahun 1990).

     Tanah subur yang banyak, pembuatan teknologi modern, dan subsidi UE telah bergabung untuk menjadikan Perancis produsen dan pengekspor hasil pertanian terdepan di Eropa. Gandum, unggas, susu, daging, dan babi, juga industri pangan dan anggur yang diakui adalah ekspor pertanian utama Perancis. Subsidi agrikultur UE ke Perancis hampir mencapai $14 miliar.

      Sejak akhir Perang Dunia Kedua pemerintah melakukan usaha untuk berintegrasi dengan Jerman, secara ekonomi dan politik. Hari ini kedua negara membentuk apa yang disebut sebagai negara "inti" untuk integrasi lebih besar ke Uni Eropa.

AWAL TERJADINYA INFLASI DI PERANCIS

     Setelah menderita berat berupa jiwa manusia, uang sumber alam akibat perang dunia I, perancis segera memulai usahanya dilapangan pembangunan dengan mengumpulkan uang untuk membiayainya dan mencari suatu sistem menciptakan keamanan nasional. Republik perancis ketiga adalah suatu Negara yang mempunyai sistem pemerintahan sentralisasi. Mulanya parlemen dengan sistem bicameral dan suatu kabinet yang lemah. Pemerintahannya selalu disusun dengan sistem koalisi, karena banyaknya partai politik, maka reshuffle kabinet terjadi terus menerus. Sejak tahun 1875 perancis mempunyai kabinet lebih seratus buah yang saling berganti. Akibatnya pemerintahan tidak stabil, meskipun bangsa perancis percaya bahwa stabilitas itu dapat dicapai dengan adanya birokrasi yang tetap dan adanya azas politik yang tetap pula dikalangan partai-partai.

    Union sacree (1914-1919) merupakan kabinet koalisi selama perang dibawah pimpinan georges Clemenceau. Blok nasional (1919-1924) menjujung tinggi peerjanjian Versailles, menurut hukuman berat bagi jerman, memulihkan kembali hubungan dengan vatikan dan menentang keras aliran sosialis. Daerah perancis yang hancur akibat perang dibangun kembali. Mengusahakan pendudukan terhadap daerah ruhr pada tahun 1923. Blok kiri 1924-1926 mengambil tindakan yang anti gereja, berusaha menstabilkan kedudukan uang franc, menerima rencana Dawes1924, menarik kembali tentara perancis dari daerah Ruhr, dan membantu terselenggaranya perjanjian lacarno 1925. kabinet persatuan nasional 1926-1929 meroba sistem pajak, menstabilkan uang franc. Mengusahakan dengan keras pembayaran kembali uang nasional dan melanjutkan pembangunan daerah perancis yang rusak akibat perang. Dari tahun 1929 sampai tahun 1935 terdapat kegoncangan terus menerus dikalangan kabinet perancis, disebabkan kekacauan ekonomi, dan kekuatiran terhadap jerman serta kekeruhan dalam negeri. Front rakyat (1936-1938) merupakan kabinet koalisi yang terdiri dari golongan sosialis radikal, sosialis dan komunis berusaha mengadakan perobahan dengan menetapkan undang- undang yang menguntungkan bank perancis dan menaikan pajak. Disamping itu kabinet menentang keras organisasi fascis. Kabinet daladier banyak menghapuskan peraturan dari front rakyat, memajukan pruduksi untuk kepentingan pertahanan nasional. Menyetujui perjanjian munich 1938 dan menyatakan perang kepada jerman tahun 1938 (3 september).

    Politik perekonomian. Sesudah perang perancis mengalami kemerdekaan ekonomi secara terus menerus. Banyaknya utang perang dan biaya pembangunan yang besar. Sistem pajak yang sudah kuno dan uang franc yang merosot nilainya. Kabinet silih berganti adanya inflasi. Pemerintahan sudah mendekati keruntuhan sekalipun kabinet dengan sekuat tenaga menstabilisir anggota belanja Negara. Kemunduran ekonomi tersebut dibarengi pula dengan krisis ekonomi dunia hilangnya pemasukan uang melalui periwisata, tidak dibayarkannya hutang perang oleh jerman. Rakyat perancis belum mengerti hubungan pembayaran pajak dengan pembangunan Negara. Elzas Lotharingen. Penyerahan daerah Elzas Lotharingen kepada perancis oleh perjanjian Versailles segera timbulny perselisihan mengenai agama, bahasa, hak-hak politik dan politik perekonomian.

      Usaha untuk memperkecil daerah itu dengan larangan bahasa jerman bagi penduduknya mendapat tantangan hebat. Sebagai jalan tengah diputuskan bahwa bahasa perancis hanya diajarkan di kelas 1 dan 2 kelas selanjutnya baru diajarkan bahasa jerman.        Penduduk asli yang berbahasa jerman banyak mendapat hambatan dalam fasilitas, meraka tidak diperkenankan pegang jabatan di wilayah itu. Dalam tahun 1925 Elzas Lotharingen dimasukkan dalam pemerintahan perancis, pemerintahannya diatur dari paris sampai daerah itu diduduki jerman pada tahun 1940. wilayah lain yang menjadi sengketa jerman-perancis adalah saar. Pada tahun 1935 oleh Hitler diadakan pelebisit, sehingga saar jatuh kepada jerman.

     Roy Davies dan Glyn Davies, 1996 dalam bukunya The History of Money From Ancient time to Present Day, menguraikan sejarah kronologis secara komprehensif tentang krisis dunia yang pernah terjadi.  Menurut mereka, sepanjang abad 20 telah terjadi lebih 20 kali kris besar yang melanda banyak negara. Fakta ini menunjukkan bahwa secara rata-rata, setiap 5 tahun terjadi krisis keuangan hebat yang mengakibatkan penderitaan bagi ratusan juta umat manusia. Salah satunya adalah pada tahun 1929 – 1930 The Great Crash (di pasar modal NY) & Great Depression (Kegagalan Perbankan); di US, hingga net national productnya terbangkas lebih dari setengahnya. Selanjutnya, pada tahun 1931 Austria mengalami krisis perbankan, akibatnya kejatuhan perbankan di German, yang kemudian mengakibatkan berfluktuasinya mata uang internasional. Hal ini membuat UK meninggalkan standard emas. Kemudian 1944 – 1966 Perancis mengalami hyper inflasi akibat dari kebijakan yang mulai meliberalkan perekonomiannya.

KATEGORI INFLASI YANG PERNAH TERJADI DI PERANCIS

Serta juga seperti yang telah dilansir pada tanggal 19 Februari 2015 dalam PARIS, suaramerdeka.com Untuk pertama kalinya dalam lebih dari lima tahun, tingkat inflasi di negara ekonomi terbesar kedua zona euro, negatif; badan statistik nasional Perancis mengatakan, Kamis (19/2).

Pada bulan Januari, harga-harga turun 0,4 persen dibandingkan bulan yang sama tahun lalu, INSEE mengatakan, mencatat bahwa Perancis tidak mengalami inflasi negatif sejak Oktober 2009. Positifnya data inflasi di Perancis menyusul Jerman, sebagai negara pembangkit tenaga listrik Eropa, yang juga mengalami penurunan harga sebesar 0,4 persen.Pola penurunan harga di zona euro tidak disambut gembira Bank Sentral Eropa, yang ingin menjaga inflasi pada kisaran dua persen.

         Bulan lalu, ECB meluncurkan program pembelian obligasi triliun euro untuk menangkal deflasi dan mengakhiri stagnasi ekonomi zona euro. Penurunan inflasi di zona euro ini terkait dengan anjloknya harga minyak, yang kini lebih murah dari bensin – komponen kunci belanja rumah tangga di Eropa. Inflasi yang rendah juga terkait lesunya ekonomi di 19 negara anggota zona euro, yang ditandai dengan melemahnya permintaan.

     Meski terlihat positif bagi konsumen dan ekonomi negara, penurunan harga dikhawatirkan memicu konsumen menunda pembelian, ahli ekonomi menyebut. Hal ini akan menyebabkan tingkat permintaan makin lemah, ekonomi melambat, hingga jumlah pengangguran bertambah. Dari sekian sumber yang didapat, dapat disimpulkan bahwa kategori inflasi yang terdapat di Perancis, masih dalam kategori ringan dimana masih dibawah kisaran 10%.

KEBIJAKAN PEMERINTAH DALAM MENGATASI DAMPAK INFLASI

     Sampai pembahasan dampak inflasi, maka Anda dapat menyimpulkan bahwa inflasi menyebabkan perubahan yang sangat luas terhadap kegiatan ekonomi masyarakat. Jika dihubungkan dengan keadaan sekarang tentunya dengan mudah Anda mendapatkan gejala-gejala negatif dari inflasi yang paling sederhana, harga-harga naik secara menyeluruh. Apakah Anda merasakan dampak tersebut? Inflasi tentunya harus diatasi dan untuk mengatasinya dapat dilakukan pemerintah dengan cara melakukan beberapa kebijakan yang menyangkut bidang moneter, fiskal dan non moneter. Adapun penjelasan kebijakan tersebut akan diuraikan di bawah ini :

     Kebijakan Moneter adalah kebijakan yang bertujuan untuk meningkatkan pendapatan nasional dengan cara mengubah jumlah uang yang beredar. Penyebab inflasi diantara jumlah uang yang beredar terlalu banyak sehingga dengan kebijakan ini diharapkan jumlah uang yang beredar dapat dikurangi menuju kondisi normal. Untuk menjalankan kebijakan ini Bank Indonesia menjalankan beberapa politik/kebijakan yaitu politik diskonto, politik pasar terbuka dan menaikan cash ratio.

      Politik Diskonto ditujukan untuk menaikan tingkat bunga karena dengan bunga kredit tinggi maka aktivitas ekonomi yang menggunakan dana pinjaman akan tertahan karena modal pinjaman menjadi mahal.

      Politik Dasar Terbuka dilakukan dengan cara menawarkan surat berharga ke pasar modal. Dengan cara ini diharapkan masyarakat membeli surat berharga tersebut seperti SBI yang memiliki tingkat bunga tinggi, dan ini merupakan upaya agar uang yang beredar di masyarakat mengalami penurunan jumlahnya.

      Cash Ratio artinya cadangan yang diwajibkan oleh Bank Sentral kepada bank-bank umum yang besarnya tergantung kepada keputusan dari bank sentral/pemerintah. Dengan jalan menaikan perbandingan antara uang yang beredar dengan uang yang mengendap di dalam kas mengakibatkan kemampuan bank untuk menciptakan kredit berkurang sehingga jumlah uang yang beredar akan berkurang.

     Kebijakan Fiskal adalah Kebijakan yang berhubungan dengan finansial pemerintah. Bentuk kebijakan ini antara lain :
     Pengurangan pengeluaran pemerintah, sehingga pengeluaran keseluruhan dalam perekonomian bisa dikendalikan.
     Menaikkan pajak, akan mengakibatkan penerimaan uang masyarakat berkurang dan ini berpengaruh pada daya beli masyarakat yang menurun, dan tentunya permintaan akan barang dan jasa yang bersifat konsumtif tentunya berkurang..

      Kebijakan Non-Moneter dapat dilakukan dengan cara menaikan hasil produksi, kebijakan upah dan pengawasan harga dan distribusi barang.

            Menaikan hasil produksi, cara ini cukup efektif mengingat inflasi disebabkan oleh kenaikan jumlah barang konsumsi tidak seimbang dengan jumlah uang yang beredar. Oleh karena itu pemerintah membuat prioritas produksi atau memberi bantuan (subsidi) kepada sektor produksi bahan bakar, produksi beras.

    Kebijakan upah, tidak lain merupakan upaya menstabilkan upah/gaji, dalam pengertian bahwa upah tidak sering dinaikan karena kenaikan yang relatif sering dilakukan akan dapat meningkatkan daya beli dan pada akhirnya akan meningkatkan permintaan terhadap barang-barang secara keseluruhan dan pada akhirnya akan menimbulkan inflasi.

    Pengawasan harga dan distribusi barang dimaksudkan agar harga tidak terjadi kenaikan, hal ini seperti yang dilakukan pemerintah dalam menetapkan harga tertinggi (harga eceran tertinggi/HET). Pengendalian harga yang baik tidak akan berhasil tanpa ada pengawasan. Pengawasan yang baik biasanya akan menimbulkan pasar gelap. 

Referensi :




Sabtu, 16 April 2016

AKUNTANSI INTERNASIONAL PERUSAHAAN MNC VANS

Nama                  : Verany Dwi Puji Astuti
Kelas                   : 4EB23
NPM                   : 27212562
Mata Kuliah      : Softskill Akuntansi Internasional

SEJARAH BERDIRINYA VANS

            Paul Van Doren lahir pada tahun 1930 dan tinggal di boston yang pada saat itu dia baru naik kelas 3 smp. Akhirnya Van Doren memutuskan untuk serius dalam hobinya  berkuda. Pada umur 14 tahun, dia sudah mulai mengikuti beberapa race lokal dan mendapat julukan “dutch the clutch” dikarenakan  stylenya yang aneh dalam berkuda. Ibunya yang kesal dengan melihat dia yang kerjanya hanya bermain kuda saja dan tidak menghasilkan uang. Pada akhirnya dia dipaksa untuk bekerja di pabrik sepatu sebagai buruh pembuat sepatu dan penyapu lantai.

            Setelah 20 tahun bekerja di pabrik sepatu dengan merek Randy's tersebut, berkat keuletannya Van Doren mendapat jabatan sebagai vice president dari perusahaan tersebut. Kemudian, ia memutuskan untuk keluar dari perusahaan sepatu itu dan pindah ke southern california. Disana ia membuat perusahaan baru bersama sahabat dan adiknya. Pada akhirnya terwujudlah perusahaan yang dia buat dan diberi nama Van Doren Rubber Company. Saat itu, hanya ada 3 merek untuk membuat vulcanized shoes atau bisa dibilang sepatu keds yaitu Randy's, Keds dan Converse. Sekarang, say welcome to Vans. Peristiwa pada taun 1966 ini sekarang terkenal dengan istilah : The Birth of The California Style.

            Waktu yang dibutuhkan untuk mempersiapkan sebuah toko dengan pabrik di dalam satu sistem memakan waktu cukup lama juga. Sebelum toko itu dibuka, di depan pintunya terdapat tulisan “Opening January!”. Setelah bulan januari persiapan pun belum selesai kemudian berganti “Would You Believe February?”, dan akhirnya tokonya dibuka pada tanggal 1 maret 1966. Pada hari pertama, terdapat 16 orang pengunjung untuk melihat-lihat contoh sample sepatu yang disediakan. Setelah mendapatkan order, Paul Van Doren beserta teman-temannya langsung segera masuk ke pabrik dan membuat sepatunya.

            Harga sepatu Vans saat pertama produksi  seharga  $ 4.99. Vans terkenal dengan konsep custom shoesnya. Vans menjadi semakin dikenal saat mereka membuat sepatu sekolah-sekolah, team olahraga dan cheerleader di seluruh California Selatan. Pada tahun 1975 dua orang skateboarder dari Santa Monica yaitu Tony Alva dan Stacey Peralta ingin membuat sepatu custom yang lebih lagi. Setelah berbicara dengan Vans, akhirnya membuat tambahan panel suede di bagian tumit dan diberi label  “Off The Wall” yang pada hari itu menjadi nama dari skateboarding shoes line dari Vans. Mereka juga mulai mensponsori kedua skater itu. Mereka membayar Stacey Peralta sebesar $300 yang mau tour keliling dunia untuk selalu menggunakan sepatu Vans dimanapun dia berada.

            Pada akhir taun 70an, putra dari Paul Van Doren, Steve Van Doren melihat sepatu temannya yang dicoret-coret dengan motif kotak-kotak papan catur. Kemudian ia langsung berbicara kepada ayahnya, kemudian membuat  slip-on checkerboard dengan warna putih berbahan kanvas dan berwarna hitam karet disusun menjadi motif kotak-kotak yang akhirnya ia mengeluarkan sepatu tersebut.  Di waktu yg sama, orang dari Universal Studios Hollywood meminta pasokan sepatu untuk membuat film, kemudian Vans mengirimkan stock checkerboard slip-ons dalam jumlah besar. Orang di film Fast Times at Ridgemont High itu langsung tertarik dengan sepatu tersebut dan mereka membuat scene dimana salah satu karakter film dipukul kepalanya menggunakan sepatu itu. Setelah film tersebut keluar, Vans langsung kebanjiran order. Mereka yang selama ini tidak pernah menjual sepatu ke luar California mendadak mendapatkan order dari seluruh Amerika. Ini menjadi kelahiran salah satu sepatu paling laris di dunia bahkan sampai sekarang yaitu The Checkerboard Vans Slip-Ons.

            Awal tahun 80'an, adik Paul Van Doren, Jim,co-founder yang menjabat sebagai presiden waktu itu memutuskan untuk membuat sepatu di luar sepatu keds. Mereka membuat sport shoes. Mereka ingin menyaingin nike, adidas, reebok dan puma. Bisa dikatakan semua keuntungan yang mereka dapatkan dari penjualan Vans chekerboard slip-ons yang fenomenal mereka hambur-hamburkan untuk membuat sepatu sport yang tentunya materialnya jauh lebih mahal dari sepatu keds yang simple. Mereka membuat sepatu-sepatu berkualitas bagus dan mahal untuk sepatu basket, sepak bola, tennis, baseball dan gulat. Walaupun Jim dinasehati oleh Paul Van Doren agar tidak berangan-angan menyaingin dengan nike yg sudah mendunia, namun Jim tidak mau mendenganyar.

            Hasilnya pun bisa ditebak, Vans mengalami kerugian yang besar dan hutang $11juta-12juta dan akhirnya para petinggi masuk ke pengadilan karena tidak bisa membayar hutang kepada perusahaan-perusahaan bahan mentah untuk membuat proyek sepatu sport mereka.  Akhirnya pengadilan memutuskan  Jim dikeluarkan dari Vans dan Paul Van Doren menjadi pemilik tunggal Vans. Paul Van Doren akhirnya harus memeras otak dan banting tulang demi membayar hutang perusahaan. Dia memulai dengan cara merubah material sepatu Vans. Mereka hanya membeli material dari perusahaan tempat mereka berhutang. Keuntungan perusahaan dipotong untuk membayar hutang. Setelah 3 tahun, Hutangnya pun lunas dan Selama 3 tahun itu pula mereka sama sekali tidak menjalankan bentuk promosi.

            Sialnya waktu itu ada perusahaan baru muncul yang berada pada segmen yang sama dengan Vans, yaitu Vision Streetwear dan melakukan promosi secara besar-besaran. Vans sangat terpuruk waktu itu. Di tahun 88, Steve Van Doren diajak ayahnya untuk bermain tenis. Dia tahu bila ayahnya tidak pernah dan tidak bisa bermain tenis. Jadi dia berfikir bila ayahnya ingin berbicara serius. Ayahnyanya mengatakan “ steve,apa yang ingin kamu jawab kalo ada orang datang ke kamu lalu menawar $75 juta untuk perusahaan kamu?” si steve tanpa pikir panjang menjawab “jual.Ayah sudah siap untuk pensiun, enjoy life. Apapun yang terjadi sama steve, steve akan baik-baik saja”. Akhirnya Vans dibeli oleh perusahaan McConval-Deluit Corp. Hak kepemilikan perusahaan Vans ada pada mereka selama 10 tahun kedepan. Mereka yang mengatur Vans dengan membuat pabrik yang lebih besar di seluruh Amerika.

            Di tahun 90an, produksi mereka turun sehingga membuat produksi dipindahkan  ke luar Amerika yaitu  tepatnya  di China. Mereka juga memulai lebih involve dengan culture anak muda saat itu. Teori mereka, dengan target  yaitu teenagers 65% laki-laki dan 35% perempuan dan anak-anak muda di bawah 16 tahun. Jadi mereka mengakomodasi  those excact things. Mereka membuat The Warped Tour dengan menonjolkan musik punk-pop melodics yang populer di kalangan ABG saat itu. Mereka membuat The Vans Triple Crown Skate Contest yang menjadi batu loncatan Tony Hawk hingga menjadi skater yang kaya raya. Hollywood juga membuat film yang berjudul lords of Dogtown yang more or less menceritakan skateboard & Vans. Sekarang Vans dimiliki oleh VF corp dan bernilai $400juta. VF corp sendiri perusahaan unik mereka melakukan semacam research dengan membeli perusahaan youth culture. Mereka pernah membeli Bilabong,Quiksilver dll.

Paul Van Doren

Jim Van Doren

                                                                   Toko vans pertama

Model vans pertama kali


Tony Alva


Stacy Peralta

Vans yang dirancang oleh Tony Alva dan Stacy Peralta

Vans slip-on checkerboaed




Sepatu olahraga dari Vans


Vans Authentic




VANS DI JAKARTA
Di Jakarta sendiri, Vans tidak hanya dipakai oleh para skateboarder, namun juga personil-personil band, dan sneakers freak, yaitu orang yang hobi mengoleksi sepatu. Di Jakarta, Vans juga termasuk barang langka, karena Vans belum memiliki toko resmi di Indonesia tapi akan ada dibali kira-kira beberapa tahun kedepan. Ada beberapa toko yang menjual produk Vans, baik sepatu maupun pakaian dan aksesoris mulai dari kacamata sampai kaus kaki, tentunya dengan harga yang sedikit lebih mahal karena mereka harus pesan dari luar negeri seperti China, Singapore, Hongkong, dan Amerika. Toko-toko yang menjual produk Vans antara lain Koopa, My Shoes, Penny, Skematic, dan Insect.

TEKNOLOGI WAFFLE CUP
Sekarang vans mengeluarkan sepatu dengan teknologi terbaru yaitu waffle cup, sangat cocok untuk para skateboarder. teknologi dimana menggabungkan teknologi lama dalam penggabungan sepatu dan solnya dengan teknologi sekarang menggunakan mesin. Sepatu yang sudah ditempel solnya dengan teknik vulcanized lalu di tempel dengan sol lagi dan bagian depannya dibungkus lagi, lalu sepatu dioven sampai menyatu dan jadilah sepatu yang nyaman dan “vulcanized feel”. Saat digunakan saat bermain skateboard “boardfeel”nya saat bagus karena sangat lentur dan ringan.

contoh dan cara membuat waffle cup

VANS. Inc
            Vans, Inc adalah produsen utama dari sepatu dan pakaian untuk kelompok sasaran konsumen muda dan aktif. Vans sepatu snowboarding dan sepatu skateboard secara khusus dirancang untuk budaya olahraga ekstrim hari ini, dan alas kaki pilihan antara atlet elit di seluruh dunia. Melalui sponsor acara dan rantai taman skateboard, Vans telah ditempa niche unik di pasar olahraga pemuda booming. Komitmen yang tak kunjung padam perusahaan untuk melacak tren terbaru telah memasukkannya ke dalam posisi yang sangat baik untuk meraih pangsa pasar yang lebih besar karena kepala ke abad ke-21.

Kelahiran Style California: 1966
            Paul Van Doren memperoleh pengalaman sepatu manufaktur di Pantai Timur pada awal 1960-an. Pada tahun 1965, Van Doren telah mengembangkan ide untuk memulai pabrik sendiri. Tapi bukannya menjual sepatunya ke pengecer, Van Doren memutuskan untuk mengambil kegiatan ritel juga dan menjual sepatu ia diproduksi langsung kepada masyarakat.

            Van Doren, bersama-sama dengan mitra Serge D'Elia, seorang investor yang berbasis di Jepang, dan Gordy Lee, yang juga memiliki pengalaman manufaktur sepatu, pindah ke California selatan, membangun pabrik dan membuka toko ritel 400 kaki persegi pertama di Anaheim di Maret 1966. Perusahaan ini didirikan sebagai Van Doren Rubber Company, dan sepatu Van Doren yang kemudian dikenal hanya sebagai Vans. Kemudian, adik Van Doren, James Van Doren, bergabung dengan perusahaan. Paul Van Doren dan D'Elia dimiliki mayoritas perusahaan; James Van Doren dan Gordy Lee setiap diberi saham 10 persen.

            Sebagai perusahaan itu sendiri mengatakan itu, pembukaan toko pertamanya adalah menguntungkan. Vans menawarkan tiga gaya, untuk $ 4,99 harga dari $ 2,49, tetapi pada hari toko dibuka untuk bisnis, perusahaan hanya membuat model layar. Rak toko dipenuhi dengan kotak kosong. Namun demikian, 12 pelanggan datang ke toko dan memilih warna dan gaya yang mereka inginkan. Pelanggan diminta untuk datang kembali pada sore hari, sementara Van Doren dan Lee bergegas ke pabrik untuk membuat sepatu mereka. Ketika pelanggan kembali untuk mengambil sepatu, Van Doren dan Lee menyadari bahwa mereka telah diabaikan untuk memiliki uang yang tersedia untuk membuat perubahan. Para pelanggan diberi sepatu dan diminta untuk kembali keesokan harinya untuk membayar mereka. Semua 12 pelanggan melakukan.

            Selama tahun depan, perusahaan membuka toko ritel baru hampir setiap minggu. Pola yang dikembangkan di mana Paul Van Doren dibina lokasi, Senin, menandatangani sewa Selasa, direnovasi pada Rabu, menambahkan rak sepatu, Kamis dan menampilkan pada Jumat, menyewa seorang manajer toko pada hari Sabtu, dan melatih staf pada hari Minggu. Operasi ritel akan menghasilkan sebagian besar penjualan awal Van Doren dunia; toko juga memungkinkan perusahaan untuk mendekati publik. Keluhan atas desain awal sol karet perusahaan, yang menampilkan pola berlian yang retak terlalu mudah sepanjang bola outsole, menyebabkan penambahan garis vertikal ke daerah bola. Desain baru dipatenkan sebagai Vans 'wafel tunggal.

            Sebuah jenis baru dari pelanggan meningkatkan kekayaan perusahaan pada awal tahun 1970-an. The skateboard menggila, hasil dari budaya berselancar California, memberikan kesempatan bagi Van Doren untuk membuktikan fleksibilitas. Ketika pemain skateboard mulai meminta warna dan pola-pola baru, perusahaan menanggapi dengan menawarkan Era, sepatu merah dan biru yang dirancang oleh pemain skateboard profesional. Vans cepat menjadi sepatu skateboard pilihan, mulai perusahaan lama, dan setia, hubungan dengan olahraga. Banyak kombinasi warna yang lebih dan pola ditambahkan pada 1970-an. Sebuah gaya baru, slip-on, diperkenalkan pada tahun 1979, dan itu menjadi kemarahan dari California selatan.

            Pada tahun 1976, kepemilikan perusahaan itu menyamakan kedudukan di antara empat mitra asli, dan James Van Doren diberi kendali arah perusahaan. Semakin muda Van Doren berangkat untuk memperluas perusahaan. Dia dibantu oleh olahraga trend terbaru menyapu California, BMX sepeda: Vans menjadi sepatu pilihan kalangan muda BMXers. Tapi itu film yang memberi Vans pasar nasional.

            1982 Film hit Fast Times di Ridgemont Tinggi menampilkan California surfer dude Jeff Spicoli, dimainkan oleh Sean Penn, mengenakan sepasang Vans kotak-kotak slip-ons. Film ini membuat bintang dari Penn dan meluncurkan Vans nasional, membawa sepatu perusahaan ke department store dan pengecer independen. Dengan penjualan meroket, James Van Doren meningkatkan kapasitas produksi, perusahaan yang bergerak untuk tanaman 175.000 kaki persegi baru di Orange, California, pada tahun 1984 dan meningkatkan jumlah karyawan lebih dari 1.000. The Vans slip-on menggila melahirkan berbagai perjanjian lisensi, termasuk barang-barang seperti kacamata hitam dan notebook. Van Doren juga mendorong perusahaan lebih dalam sepatu olahraga khusus, mengembangkan bisbol, sepak bola, mewasiti, basket, sepak bola, gulat, tinju, dan terjun payung sepatu. Sebagian besar perusahaan sudah mulai bergerak manufaktur ke Asia, di mana biaya tenaga kerja lebih rendah dan peraturan lingkungan yang kurang membatasi, tapi Vans tetap didedikasikan untuk produksi dalam negeri, sementara memperluas penawaran produk untuk menyertakan lebar dari EEEE ke AAAA.

            Dihadapkan dengan tenaga kerja yang tinggi dan biaya ekspansi, dan biaya mempertahankan luas dan kedalaman lini, Van Doren segera dilanda banjir pesaing menjual imitasi murah dan tiruan. Sebagai tanggapan, Van Doren terpaksa menjatuhkan harga yang di bawah biaya produksi. Menambah masalah perusahaan itu 1984 penggerebekan oleh petugas imigrasi federal, yang mengakibatkan penangkapan hampir 150 diduga pekerja ilegal. Kemudian bagian bawah putus slip-on menggila.

            Selama 21 bulan, Van Doren kehilangan beberapa $ 3.600.000, membangun utang total $ 12 juta. Ketika bank perusahaan menuntut pembayaran pada catatan $ 6.700.000 pada tahun 1984, perusahaan terpaksa menyatakan kebangkrutan. Kondisi yang Bab 11 kebangkrutan reorganisasi menyerukan penggulingan James Van Doren. Paul Van Doren kembali memimpin perusahaan dari kebangkrutan, yang dicapai pada tahun 1986.

Dari Leveraged Buyout Penawaran Perdana Umum: 1987-1992
            Permintaan sepatu Vans terus menjadi kuat dan, pada tahun 1987, dengan dua juta pasang sepatu diproduksi di pabrik Jeruk yang membawa $ 50 juta dalam penjualan, Van Doren kembali ke profitabilitas. Penjualan internasional, terutama ke Meksiko dan Eropa, juga tumbuh dengan kuat, akuntansi untuk 10 persen dari penjualan perusahaan. Sepertiga dari bisnis perusahaan pergi ke sepatu yang dirancang khusus. Dalam waktu ketika hampir semua pembuat sepatu utama telah bergeser produksi ke Korea Selatan, Vans menempel tradisi produksi dalam negeri, membual order-to-pengiriman kali dari lima hari untuk produk-produk di dalam katalog, dibandingkan dengan rata-rata industri sembilan bulan .

            Pada tahun 1988, Paul Van Doren, menjelaskan bahwa ia lelah mengawasi sehari-hari operasi perusahaan, setuju untuk menjual perusahaan dalam leveraged buyout yang diselenggarakan oleh perusahaan ventura perbankan berbasis di San Francisco McCown De Leeuw & Co The leveraged pembelian, senilai $ 74.400.000 termasuk asumsi kewajiban yang ada, meninggalkan Paul Van Doren di tempat sebagai ketua dan Gordy Lee sebagai wakil ketua. Richard Leeuwenberg, sebelumnya dengan Boise Cascade Corp, dibawa sebagai presiden dan CEO untuk perusahaan, sekarang berganti nama Vans, Inc.

            Pada tahun 1989, penggerebekan oleh pejabat AS dan Meksiko menutup beberapa operasi palsu yang telah membanjiri pasar dengan imitasi Vans murah. Meskipun kerugian palsu, penjualan Vans 'mencapai $ 70 juta pada tahun 1990, dengan penjualan internasional meningkat menjadi 25 persen dari penjualan, dan pesanan khusus terus memainkan peran yang kuat dalam pendapatan. Tahun berikutnya, Vans go public, dengan penawaran awal sebesar 4,1 juta saham, pada $ 14 per saham. Paul Van Doren, sementara tetap mempertahankan saham di perusahaan, turun dari papan.

            Pada tahun 1992, bagaimanapun, resesi awal 1990-an, dan pertunjukan laba terutama miskin di antara produsen alas kaki besar, memaksa harga saham Vans 'turun ke $ 7. Namun, pendapatan dari 70 toko ritel perusahaan dan 4.500 outlet independen tumbuh $ 91.000.000, meningkatkan laba bersih menjadi US $ 6,5 juta tahun 1992. Pada saat itu, lebih dari 32 persen dari penjualan berasal dari ekspor internasional. Tapi di sisi domestik, Vans telah kehilangan tanah.

            Teknik produksi Vans 'telah berubah sedikit dalam dua dekade terakhir. Meskipun korban katalognya membengkak menjadi lebih dari 200 gaya yang berbeda, asli sepatu kanvas-dan-karet terus memberikan kira-kira setengah dari penjualan. Tapi mode sepatu olahraga telah berubah di tahun 1990-an, dengan bahan-bahan baru dan gaya mengikis pasar Vans '. Produsen lain yang memproduksi sepatu mereka di Asia, di mana biaya tenaga kerja yang serendah 14 sen per jam. Produksi asing memungkinkan produsen untuk menggunakan pelarut dan bahan lain yang dikendalikan ketat oleh peraturan lingkungan California.

            Vans menempel produksi dalam negeri, menghabiskan $ 5 juta untuk membangun negara-of-the-art pabrik di Vista, California. Tapi penjualan dan laba yang tergelincir, turun ke $ 86.500.000 dan $ 2.700.000, masing-masing, pada tahun 1993, dan untuk $ 80.500.000 dan $ 1.400.000 pada tahun 1994. Pada tahun 1993, perusahaan lagi berlari bertabrakan dengan undang-undang imigrasi; 300 karyawan dideportasi dan perusahaan didenda $ 400.000.

Masukkan Walter Schoenfeld: 1993
            Pada 1993, Vans berusaha untuk menggantikan Richard Leeuwenberg. Gary Schoenfeld, maka seorang partner di McCown De Leeuw disarankan ayahnya, Walter Schoenfeld. Pada tahun 1960-an, Schoenfeld senior telah bergabung dengan perusahaan ayahnya, pembuat kecil ikatan. Pada tahun 1971, Schoenfeld meluncurkan divisi baru, disebut Brittania Sportswear, dengan $ 1.500.000 mengangkat sama antara dirinya, dua investor, dan bank. Brittania menikah jeans biru yang sedang berkembang tren dengan jaket terkoordinasi, Sportshirts, dan sweater. Penjualan lepas landas dari $ 100.000 dalam tahun 1973 menjadi lebih dari 50 juta dolar pada tahun 1975, dan pendapatan Schoenfeld Industries meningkat menjadi lebih dari $ 300 juta pada tahun 1981. Pada awal 1980-an, Schoenfeld dijual Brittania ke Levi Strauss dan pensiun.

            Dibawa keluar dari pensiun untuk kepala Vans, Schoenfeld bertindak untuk memperluas lini produk Vans, pergi ke luar negeri untuk pertama kalinya untuk memproduksi baris baru sepatu di langkah dengan mode saat ini. Schoenfeld juga ditujukan rantai bermasalah perusahaan dari toko ritel, yang telah terpukul keras oleh resesi terus California, menutup beberapa toko dan mengkonversi orang lain sebagai factory outlet untuk mengalirkan sepatu macet dan kelebihan persediaan. Schoenfeld berusaha untuk meningkatkan upaya pemasaran perusahaan, menyewa desainer baru dan staf pemasaran. Pada tahun 1994, dengan pendapatan dan laba meningkat lagi, Schoenfeld pensiun lagi, membawa Christopher G. Staf, mantan presiden dan CEO dari divisi Olahraga Speedo dan Aksi Authentic Kebugaran Corp.

            Penjualan "Koleksi internasional" buatan luar negeri Vans itu melepas dan segera menyumbang sebanyak 75 persen dari pendapatan perusahaan. Produksi dalam negeri, namun, telah menjadi hambatan pada keuntungan perusahaan. Penjualan jatuh, persediaan sedang mendaki, dan saham Vans turun ke titik terendah dari $ 3,125. Untuk membendung masalah, perusahaan PHK 300 pekerja, maka malas tanaman mereka selama dua minggu pada bulan Maret 1995. Pada bulan Mei 1995, Schoenfeld keluar dari pensiun lagi, melanjutkan kepemimpinan perusahaan.

            Pada bulan Juli 1995, perusahaan menutup pabrik Jeruk yang, menembak hampir semua 1.000 pekerja di sana. Restrukturisasi dan menulis-off biaya dari penutupan pabrik menciptakan sebagian besar perusahaan $ 37.000.000 kerugian yang $ 88.000.000 pada tahun 1995 pendapatan. Vista tanaman terus operasi, tetapi sebagian besar produksi Vans 'sekarang dikontrak melalui selusin pabrik di Korea Selatan.

            Yang penting, Schoenfeld bekerja untuk mengubah fokus perusahaan. Dari perusahaan berakar di bidang manufaktur, Vans akan menjadi jauh lebih berorientasi pasar, yaitu, memproduksi apa yang akan menjual, daripada menjual apa yang dihasilkan. Pengenalan garis Vans sepatu snowboarding pada tahun 1995 ditambahkan $ 7 juta untuk penjualan kotor dan dalam waktu satu tahun yang diperoleh perusahaan nomor tiga posisi di antara para pemimpin di pasar itu. Ekspansi lebih dalam perempuan dan garis anak-anak juga diproduksi keberhasilan yang kuat. Dengan perkiraan analis pendapatan naik menjadi $ 118.000.000, dengan pendapatan mencapai US $ 4 juta, dan dengan sahamnya rebound ke $ 11 per saham pada awal 1996, Vans muncul, akhirnya, berada di kursus stabil untuk masa depan.

Olahraga Tren di Abad 21
            Vans sepatu snowboard memainkan peran penting dalam kebangkitan perusahaan sebagai pesaing utama di pasar olahraga pemuda. Penjualan sepatu meningkat dari 6.000 pada tahun 1995 menjadi lebih dari 110.000 pada tahun 1996, dan hampir sendirian dipulihkan perusahaan untuk profitabilitas setelah kerugian bencana dekat menderita menyusul penutupan pabrik Oranye. Semakin populernya snowboarding di Eropa dan Jepang juga memberikan bisnis di luar negeri perusahaan dengan dorongan signifikan. Vans lebih memperkuat pijakan di pasar luar negeri pada tahun 1998, ketika dibuka gerai ritel di Liverpool, Inggris, dan Barcelona, ​​Spanyol. Secara keseluruhan, penjualan internasional lebih dari dua kali lipat antara tahun 1997 dan 2001, dari $ 46.400.000 untuk $ 98.200.000.

            Sebuah garis lebih beragam sepatu, dirancang untuk yang lebih luas tentang olahraga, juga memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan pesat perusahaan. Selain meluncurkan lini sepatu baru skateboard dinamai atlet kelas dunia seperti Geoff Rowley dan Cory Nastazio, perusahaan juga memperkenalkan sejumlah produk yang ditujukan untuk perempuan, termasuk khas garis Mewajibkan Nada, sepatu kulit putih yang berubah warna bila terkena ultraviolet cahaya. Perusahaan juga menanggapi meningkatnya popularitas olahraga perempuan dengan mengembangkan rencana untuk memperkenalkan jajaran lengkap sepatu luar ruangan wanita dengan musim semi 2002.

            Dorongan utama di balik lini produk diperluas ini terbukti menjadi pergeseran dari dalam negeri untuk manufaktur global. Karena tanaman di luar negeri mampu memproduksi sepatu lebih murah dan cepat daripada rekan-rekan Amerika mereka, Vans mampu menanggapi tren terbaru dengan lebih dari kedekatan sebelumnya telah dimungkinkan. Kenaikan berikutnya di profitabilitas perusahaan membuat domestik turun-sizing tak terelakkan; perusahaan menutup operasinya Vista yang permanen pada tahun 1998, dan mulai mengontrakkan semua manufaktur untuk pabrik di Cina dan Korea.

            Pada tahun 1997 Vans mengambil langkah berani menuju diversifikasi bahkan ketika memperkenalkan garis pakaian pria muda. Sementara penjualan dari garis pakaian Vans awalnya substansial, mereka menerima dorongan besar pada tahun 1999, ketika perusahaan bergabung dengan Pacific Sunwear untuk membentuk VanPac, dengan tujuan menjadi nama yang dominan di skateboard pakaian di Amerika Serikat. Pernikahan nama Vans dan jaringan ritel yang luas Pacific Sunwear terbukti menjadi salah satu kebetulan bagi kedua perusahaan, dan usaha baru segera mampu bersaing untuk pangsa pasar dengan merek-merek mapan seperti Rusty dan Quiksilver.

            Vans lanjut mengukuhkan reputasinya sebagai merek pilihan bagi pemain skateboard dengan pembukaan yang 46.000 kaki persegi taman skateboard indoor di Orange, California, pada tahun 1998. Perusahaan ini cepat terbukti menguntungkan, inspirasi perusahaan untuk meluncurkan serangkaian taman serupa nasional . Pada akhir tahun 2001 Vans dimiliki empat taman skateboard di California, bersama dengan taman di New Jersey, Virginia, Texas, dan Colorado. Pada saat yang sama, perusahaan itu menghasilkan banyak publisitas melalui sponsor dari berbagai acara olahraga Triple Crown, termasuk skateboard, snowboarding, motocross, dan berselancar. Dengan lini diversifikasi produk, sponsorship acara yang dipublikasikan, dan fasilitas skateboard populer, Vans jelas segera kembali di tengah-tengah hal.

OUTLETS VANS DI JAKARTA
1.      Unit SB2-17. Jl. M.H. Thamrin No.1. Jakarta Pusat 10310
Jakarta, 10310
622123580354

2.      1st Floor Unit L.1-167. Jl Casablanka kav.88. Jakarta Selatan 12870
Jakarta, 12870
622129488740

3.      Unit 306A, 308A, 310A. Plaza Senayan 2nd floor. Jl. Asia Afrika No.8
Jakarta, 10270
622157900156

4.      Unit 16B, 1st Fl. Sentra Kelapa Gading. Jl. Boulevard Kelapa Gading Block M. Jakarta Utara 12420
Jakarta, 12420
622145853678

5.      Unit 12A, Upper Ground Kemang Village 36. Jl. Pangeran Antasari. Jakarta Selatan 12150
Jakarta, 12150
622129056584

6.      Unit 209. Pondok Indah Mall II 2nd floor. Jl. Metro Pondok Indah
Jakarta, 12310
622175920595

7.      BANDUNG
Unit RL-B-36. Paris Van Java Resort Lifestyle Place. Jl. Sukajadi No.137-139
Bandung, 40162
622282063692

8.      BEKASI
Unit 1F-123, Jl. Bulevard Ahmad Yani Block M Sentra Summarecon. Bekasi 17142
Bekasi, 17142
622129572345

OUTLETS VANS DI MALAYSIA

·         VANS One Utama Shopping Centre

No VIP Program In This Shop
Franchise
Lot S219A, 2nd Floor,Bandar Utama Phase 2 (A),47800 Petaling Jaya, Selangor.
+60 03-77253481

·         VANS Paradigm Mall

No VIP Program In This Shop
Franchise
1, Jalan SS 7/26A, Kelana Jaya,47301 Petaling Jaya, Selangor .
+60 03-78863801

·         VANS Sunway Pyramid Shopping Centre

No VIP Program In This Shop
Franchise
No. 3, Jln PJS 11/15, Bandar Sunway,46150 Petaling Jaya, Selangor.
+60 03-56314766

·         VANS Setia City Mall

No VIP Program In This Shop
Franchise
Lot L1-29, Level 1,7, Persiaran Setia Dagang,Bandar Setia Alam, Seksyen U13,40170 Shah Alam, Selangor.
+60 03-33584671

·         VANS Pavilion Shopping Centre

No VIP Program In This Shop
Franchise
Lot 5.08.02, Level 5,168, Jalan Bukit Bintang,55100 KL
+60 03-21451855

·         VANS Midvalley Megamall

No VIP Program In This Shop
Franchise
Lot T-024, 3rd Floor Lot 3978, Mukim Kuala Lumpur,Batu 2 1/2 Jalan Klang Lama, 58000 Kuala Lumpur.
+60 03-22820200

·         VANS IOI City, Putrajaya

No VIP Program In This Shop
Owned
L2-29A, Level 2, IOI City Mall, IOI Resort, 62502 Putrajaya, Malaysia.
+60 389580292

·         VANS Fahrenheit88 Shopping Centre

No VIP Program In This Shop
Franchise
Lot G20 & 21, Ground Floor,179, Jalan Bukit Bintang,55100 Kuala Lumpur
+60 03-21411824

·         VANS Quill Shopping Centre

No VIP Program In This Shop
Franchise
Lot 1-22, Level 1,No. 1018, Jalan Sultan Ismail,50250 Kuala Lumpur
+60 03-26023068

·         VANS Dataran Pahlawan Melaka Megamall

No VIP Program In This Shop
Franchise
Lot G-053, Ground Floor,Jalan Merdeka. 75000 Bandar Hilir, Melaka.
+60 06-2835578

·         VANS Queensbay Mall

No VIP Program In This Shop
Franchise
Lot 3F-37 (a12),100 Persiaran Bayan Indah,11900 Bayan Lepas, Penang
+60 04-6451018

·         VANS City Suqare, JB

No VIP Program In This Shop
Owned
J2-04, Level 2, Johor Bahru City Square, 108, Jalan Wong Ah Fook, 80000 Johor Bahru, Johor, Malaysia
+60 72073881


KASUS VANS
Digugat Perusahaan AS, Sepatu 'Vans' Indonesia Harus Ganti Merek
detikfinance
·         Senin, 30/08/2010 14:20 WIB

            Jakarta -Vans Inc, perusahaan raksasa sepatu asal Amerika Serikat akhirnya berhasil memenangkan gugatannya terhadap pengusaha lokal asal Tangerang yang diduga ikut meniru merek Vans.

            Dalam sidang putusan gugatan hak merek di Pengadilan Niaga Jakarta Pusat, Hakim Ketua Bayu Isdiatmoko mengatakan tergugat yakni Kim Sung Soo terbukti telah mendaftarkan merek Vans pada 21 Maret 2007 dalam kategori Kelas 18.

            "Dan merek Vans of The Top yang didaftarkan tersebut di atas mempunyai kepentingan hak, bahwa kemudian perlu dipertimbangkan, bahwa memiliki persamaan pada pokoknya dengan penggugat (Vans Inc)," ujar Bayu di Kantor Pengadilan Niaga Jakarta Pusat, Senin (30/08/2010).

            Oleh sebab itu, lanjut Bayu karena ada unsur-unsur yang menonjol antara merek satu dengan yang lain serta kesamaan bentuk dan tulisan atau kombinasi Majelis berpendapat terdapat persamaan pada pokoknya.

            "Dipertimbangkan bahwa merek tergugat didasarkan itikad tidak baik, bahwa permohonan dengan itikad tidak baik adalah untuk mendompleng, membonceng. Merek Vans Inc (penggugat) adalah merek terkenal dan penggunaan merek tergugat dapat mengecoh," papar Bayu.

Bayu melanjutkan, majelis berkesimpulan merek tergugat didaftarkan atas itikad tidak baik.

            "Gugatan penggugat (Vans Inc) dikabulkan seluruhnya. Mengadili menolak eksepsi tergugat dengan pokok perkara mengabulkan gugatan penggugat untuk seluruhnya," jelas Bayu.

            Sebelumnya, gugatan Vans Inc melawan Kim Sung Soo ini adalah berkaitan dengan terkait dengan sengketa merek Vans, di mana sidang siang ini digelar dengan agenda kesimpulan.

            Dalam berkas gugatan yang didaftarkan di bawah registrasi No.39/MEREK/2010/PN.NIAGA.JKT.PST, Vans Inc yang diwakili oleh kuasa hukumnya dari kantor hukum Hadiputranto Hadinoto and Partner, menggugat pengusaha lokal Kim Sung Soo.

            Dalam dokumen gugatannya, penggugat memohon agar pengadilan membatalkan lima merek Vans dan logo yang terdaftar atas nama tergugat, yakni IDM000113990, IDM000108582, IDM000188574, IDM000135960, dan IDM000135962.

            Penggugat menilai tergugat telah beritikad tidak baik dalam mendaftarkan kelima merek Vans dan logo itu di Direktorat Merek Ditjen Hak Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia.

            Dengan adanya putusan tersebut, maka pemilik perusahaan sepatu Vans di Indonesia harus menganti mereknya. Selain itu mereka juga didenda untuk menggantikan biaya peradilan.


·         Jumat, 11 Januari 2013
Vans Gugat Merek Warga Korea Selatan
Warga Negara Korea Selatan dituding VANS mendompleng dan mencatut merek sepatu asal Amerika Serikat itu.
                Di salah satu jalan kota Anheim, California pada 1966, berdiri sebuah toko sepatu dan pakaian olahraga papan luncur Vans. Toko ini dahulunya berada di bawah perusahaan Van Doren Rubber Company yang didirikan oleh dua bersaudara, James Van Doren dan Paul Van Doren tepatnya pada 16 Maret 1966.

                Toko ini cukup unik. Konsumen boleh memilih sendiri desain sepatu sesuai keinginannya. Alhasil, perusahaan yang kemudian berganti nama menjadi Vans Inc ini memiliki tujuh puluh toko di seantero Amerika Serikat pada 1970.

                Perusahaan ini telah memproduksi puluhan merek Vans dengan varian-variannya. Pada 1999, VANS menggandeng peselancar tenar, Geoff Rowley sebagai ikon Vans. Produsen ini pun meluncurkan sepatu edisi khusus Geoff yang dinamakan Rowley XL-2.

                Merek-merek ini telah terdaftar dan berinvestasi di banyak negara, seperti Argentina, Cili, Filipina, Inggris, Perancis, dan Belanda, termasuk Indonesia. Strategi investasi yang dipakai merek ini dalam mengembangkan dan memasarkan produknya adalah dengan membuat situs resmi dengan memakai bahasa dan nama domain lokal, seperti di Brazil, Taiwan, Hong Kong, dan Argentina.

                Tapi, kemapanan Vans Inc "terganggu". Karena produsen itu melihat ada produk sepatu dan pakaian olahraga papan luncur yang memakai merek yang sama.

                Merek ini digunakan oleh pria yang berkewarganegaraan Korea Selatan dan berdomisili di Indonesia, Kim Sung Soo. Merasa tak terima, Vans Inc menggugat Kim Sung Soo ke Pengadilan Niaga Jakarta pada November 2012. Vans Inc melayangkan gugatan pembatalan merek. Agenda persidangan memasuki tahap jawaban, Kamis (10/1).

                Adapun dalil yang digunakan Vans Inc adalah perusahaan ini mengkalim sebagai pemilik pertama dan pemilik sah dari merek VANS dan varian-variannya. Serta, Vans Inc juga merasa sebagai merek terkenal, terlihat dari gencarnya promosi yang dilakukan di berbagai negara untuk mengembangkan produk-produknya. Begitu juga dengan investasi.

                Pengakuan sebagai pemilik pertama yang sah dan merek terkenal bukanlah isapan jempol. Rupanya, Vans Inc dan Kim Sung Soo telah dua kali berperkara yang sama di pengadilan. Dan, pengadilan memutuskan merek Vans Inc sebagai pemilik pertama yang diperkuat Mahkamah Agung.

                Pengadilan juga mengakui merek ini sebagai merek terkenal. Hal ini terlihat dari putusan Mahkamah Agung Nomor 042K/N/HaKI/2006 dan putusan Mahkamah Agung Nomor 960K/Pdt.Sus/2010. Perkara ini membuat perusahaan asal Paman Sam merasa kecewa karena pihaknya telah memenangkan dua perkara pembatalan pendaftaran atas merek VANS ini, tetapi tetap dicatut.
                "Ini mengecewakan," tulis kuasa hukum Vans Inc Adolf M Panggabean dalam berkas gugatannya.
                Atas hal ini, Vans Inc menuding telah mendompleng dan mencatut merek dan model produknya. Tindakan ini akan menimbulkan kebingungan di kalangan konsumen. Pasalnya, produk-produk dari Kim Sung Soo memiliki persamaan pada pokoknya dengan produk Vans Inc. Bahkan, Kim Sung Soo juga meniru edisi khusus Rowley XL-2. Padahal, Geoff Rowley sama sekali tidak pernah berkerjasama dengan Kim Sung Soo.

                Berdasarkan Pasal 68 ayat (1) juncto Pasal 6 ayat (1) huruf b UU No.15 Tahun 2001, merek tersebut harus dibatalkan dari Daftar Umum Merek. Lebih lanjut, Adolf juga mengimbau Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual untuk lebih teliti dan bijaksana dalam mengambil keputusan mengingat Indonesia sejak 1 Januari 2000 telah menjadi anggota TRIPS.

                Menanggapi hal ini, kuasa hukum Kim Sung Soo, Vosma Panjaitan menolak tudingan telah membajak merek Vans. Menurutnya, suatu merek jangan hanya melihat dari unsur kata saja, tetapi juga melihat secara keseluruhan, yaitu kata dan logonya.

                Malah Kim Sung Soo menuding balik bahwa VANS Inc lah yang memiliki iktikad tidak baik. Hal ini terlihat dari penggugat yang pernah ingin mendaftarkan produknya di Korea Selatan, tetapi ditolak. Ini akan dibuktikan Kim Sung Soo dalam pembuktian nanti.

                Terkait dalil merek terkenal, Udin juga menolak dalil itu. Ia mengakui suatu merek dapat dikatakan terkenal salah satunya adalah promosi yang gencar. "Tapi, apakah dia (Vans Inc, red) berinvestasi di sini," tanya si kuasa hukum.

·         Selasa, 14 September 2010.

Pemilik Merek Vans Bertekad Kasasi
            Setelah kalah pada pengadilan tingkat pertama, berdasarkan putusan majelis hakim Pengadilan Niaga Jakarta, Senin lalu (30/8), Kim Sung Soo bertekad akan mengajukan kasasi. Kim adalah pemilik merek Vans yang pendaftarannya dibatalkan oleh majelis hakim karena dianggap membonceng merek terkenal asal Amerika Serikat.

Pernyataan akan melakukan kasasi disampaikan kuasa hukum Kim, Trizal Fino kepada hukumonline melalui telepon, Selasa (14/9). Menurut Trizal, kliennya mengajukan kasasi karena menganggap majelis hakim salah dalam menerapkan hukum.

            Dalam putusannya, majelis yang diketuai Bayu Isdiyatmoko mengabulkan seluruh gugatan pembatalan merek yang diajukan Vans Inc. Majelis menilai merek Vans dan variasinya milik Kim memiliki persamaan pada pokoknya dengan merek Vans milik penggugat. Terdapat persamaan pada pokoknya, baik pada bentuk huruf, cara pengucapan, maupun cara penulisan.

            Putusan majelis sekaligus menyatakan merek Vans milik Vans Inc merupakan merek terkenal. Merek Vans milik Kim dinilai majelis berpotensi mengecoh konsumen yang mengira terdapat hubungan antara merek Vans milik Kim dengan merek Vans milik Vans Inc. Majelis menyatakan Kim Sung Soo sebagai pendaftar dengan itikad tidak baik

            Sementara itu, upaya hukumonline menghubungi kuasa hukum Vans Inc tidak membuahkan hasil. Saat dihubungi hukumonline, nomer seluler Riyo Hanggoro Prasetyo  tidak aktif.

·         Selasa, 31 Agustus 2010

Vans Inc Berhasil Libas Pemilik Merek Vans Lain
Putusan majelis hakim sekaligus menyatakan merek Vans sebagai merek terkenal.

            Pengadilan Niaga Jakarta membacakan putusan gugatan pembatalan merek yang diajukan Vans Inc, Senin (30/8). Majelis hakim yang diketuai Bayu Isdiyatmoko, mengabulkan seluruh gugatan produsen sepatu asal Amerika Serikat ini.

            Dalam pertimbangannya, majelis menilai merek Vans dan variasinya milik Kim Sung Soo memiliki persamaan pada pokoknya dengan merek Vans milik penggugat. Terdapat persamaan pada pokoknya, baik pada bentuk huruf, cara pengucapan, maupun cara penulisan.

            Putusan majelis sekaligus menyatakan merek Vans milik Vans Inc merupakan merek terkenal. Majelis melihat, merek Vans milik penggugat telah terdaftar di beberapa negara antara lain: Indonesia, Argentina, India, Hong Kong, dan Chili. Selain itu, majelis melihat Vans Inc telah melakukan promosi yang gencar di dalam dan luar negeri.

            Majelis menilai, merek Vans milik Kim Sung Soo bisa mengecoh konsumen. Konsumen bisa mengira terdapat hubungan antara merek Vans milik Kim Sung Soo dengan merek Vans milik Vans Inc. Sehingga, Majelis menyatakan Kim Sung Soo sebagai pendaftar dengan itikad tidak baik.

            Karena merek penggugat merupakan merek terkenal, dan terdapat persamaan pada pokoknya dengan merek milik tergugat, maka majelis menyatakan merek tergugat harus dibatalkan.

            Meskipun beberapa merek tergugat berada dalam kelas yang berbeda dengan merek penggut, majelis tetap menyatakan merek-merek itu harus dibatalkan dengan berdasarkan Pasal 16 ayat (3) TRIPS.

Merek Milik Tergugat yang Dibatalkan
No
Merek
No. Pendaftaran
Tanggal Pendaftaran
Kelas Barang
1
Vans
IDM000113990
21 Maret 2007
kelas 18
2
Vans off the Top 
IDM000108582
31 Januari 2007
kelas 25
3
Vans                
IDM000188574
6 Januari 2009
kelas 25
4
4 CE Vans 
IDM000135960
20 September 2007
kelas 25
5
KS2 Vans 
IDM000135962
20 September 2007
kelas 25

            Ditemui usai sidang, kuasa hukum Kim Sung Soo, Trizal Fino menyatakan menerima putusan hakim. Terkait upaya hukum, Trizal menyatakan belum menentukan langkah selanjutnya. Dia ingin berkonsultasi dengan kliennya dahulu untuk menentukan apakah akan menempuh kasasi atau tidak.

            Sementara kuasa hukum Vans Inc, Riyo Hanggoro Prasetyo enggan berkomentar atas putusan Majelis Hakim.

            Sebelumnya, Vans Inc mengajukan gugatan pembatalan merek milik pengusaha asal Korea Kim Sung Soo. Lima merek yang didaftarkan atas nama Kim Sung Soo dianggap memiliki persamaan pada pokoknya dengan merek-merek milik Vans Inc.

            Vans Inc sendiri memiliki ratusan merek yang telah terdaftar di berbagai Negara. Di antaranya yang terdaftar di Indonesia, Off  the Wall dengan No. 349512 tanggal 12 Desember 1955 dalam kelas 25, Vans, dengan No.495769, tanggal 11 Desember 2001 di kelas 25, Off The Wall dengan No. IDM00028052 tanggal 26 januari 2005, Vans No. IDM00049079, tanggal 8 September 2005, dan Vans dengan No. 458963 tanggal 20 Desember 2000 di kelas 3.

Sumber:
·         http://azrycaniago.blogspot.co.id/2015/05/vans-inc.html
·         http://www.sneakersholic.com/2015/04/daftar-alamat-vans-store-resmi-di-indonesia.html
·         http://www.vans.com
·         http://finance.detik.com/read/2010/08/30/142055/1431128/4/
·         http://www.hukumonline.com/berita/baca/lt4c7c6bf9388bc/vans-inc-berhasil-libas-pemilik-merek-vans-lain
·         http://www.hukumonline.com/berita/baca/lt4c8fa022d8a4b/pemilik-merek-vans-bertekad-kasasi
·         http://allinderi.blogspot.co.id/2015/08/hai-ketemu-lagi-bersama-saya-di-all.html
·         http://labsky2012.blogspot.co.id/2012/08/tugas5-perkembangan-vans-off-wall.html
http://murahgrosir.com/sejarah-berdirinya-vans/