Nama
Kelompok : Verany Dwi Puji Astuti (27212562)
Yuke
Aulia Qamarani (27212922)
Chairunnas
Syamputra (21212574)
Kelas : 4EB23
Mata
Kuliah : Softskill Akuntansi Internasional
INFLASI NEGARA PERANCIS
Republik
Perancis atau Perancis (bahasa Perancis:
République française,
pengucapan bahasa Perancis: [ʁepyblik fʁɑ̃sɛz]
adalah sebuah negara
yang teritori metropolitannya terletak di Eropa Barat dan juga memiliki berbagai pulau dan teritori seberang laut yang
terletak di benua lain.Perancis Metropolitan memanjang dari Laut Mediterania hingga Selat Inggris dan Laut Utara,
dan dari Rhine
ke Samudera Atlantik.
Orang Perancis sering menyebut Perancis Metropolitan sebagai
"L'Hexagone" ("Heksagon")
karena bentuk geometris teritorinya. Perancis adalah sebuah republik kesatuan
semi-presidensial yang tidak punya
presiden. Ideologi utamanya tercantum dalam Deklarasi Hak Asasi Manusia dan Warga
Negara.
Perancis
berbatasan dengan Belgia,
Luksemburg,
Jerman,
Swiss, Italia,
Monako,
Andorra,
dan Spanyol. Karena memiliki departemen seberang laut, Perancis juga
berbagi perbatasan tanah dengan Brasil
dan Suriname (berbatasan dengan Guyana Perancis),
dan Sint Maarten
(berbatasan dengan Saint-Martin).
Perancis juga terhubung dengan Britania Raya
oleh Terowongan Channel, yang berada di bawah
Selat Inggris.
Perancis
telah menjadi salah satu kekuatan terbesar
dunia sejak pertengahan abad ke-17. Pada abad ke-18 dan 19, Perancis membuat salah satu imperium kolonial terbesar saat
itu, membentang sepanjang Afrika Barat dan Asia Tenggara,
memengaruhi budaya dan politik daerah. Perancis adalah negara maju,
dengan ekonomi terbesar keenam (PDB nominal) atau kedelapan (PPP) terbesar di dunia. Merupakan negara
yang paling banyak dikunjungi di dunia, menerima 82 juta turis asing per tahun
(termasuk pelancong bisnis, tapi tidak termasuk orang yang menetap kurang dari
24 jam di Perancis).Perancis adalah salah satu negara pendiri Uni Eropa,
dan memiliki wilayah terbesar dari semua anggota. Perancis juga negara pendiri Perserikatan Bangsa-Bangsa, dan anggota Francophonie,
G8, NATO, dan Uni Latin.
Merupakan salah satu dari lima anggota permanen Dewan Keamanan Perserikatan
Bangsa-Bangsa, juga kekuatan nuklir yang besar
dengan 360 hulu ledak aktif dan 59 pembangkit listrik tenaga nuklir.
Asal dan sejarah nama
Nama
"France" berasal dari Francia Latin,
yang berarti "tanah bangsa Frank"
atau "Frankland". Terdapat berbagai teori asal nama Frank. Salah
satunya berasal dari kata Proto Jermanik frankon yang diartikan
sebagai javelin atau lance karena kapak lempar Frank yang dikenal
sebagai francisca.Etimologi lainnya adalah bahwa dalam sebuah bahasa
Jermanik kuno, Frank berarti "bebas" yang merujuk pada budak. Kata ini masih
digunakan dalam bahasa Perancis sebagai franc, juga digunakan sebagai
penerjemahan "Frank" dan nama mata uang lokal, hingga penggunaan euro pada tahun 2000-an.
Dalam
bahasa Jerman,
Perancis masih disebut Frankreich, yang berarti "Kerajaan Bangsa
Frank". Untuk membedakannya dari Kekaisaran Frank Charlemagne,
Perancis Modern disebut Frankreich, sementara Kerajaan Frank disebut Frankenreich.
Kata
"Frank" telah digunakan sejak kejatuhan Roma hingga Abad Pertengahan,
dari pengangkatan Hugh Capet sebagai "Raja Frank" ("Rex
Francorium") menjadi biasa merujuk pada Kerajaan Francia,
yang kemudian menjadi Perancis. Raja Capetia menurun dari Robertine, yang
memiliki dua raja Frank, dan sebelumnya memegang gelar "Duke of the
Franks" ("dux Francorum"). Tanah Frank meliputi sebagian Perancis Utara
modern tapi karena kekuasaan raja dilemahkan oleh pangeran regional sebutan ini
kemudian ditetapkan pada demesne kerajaan sebagai tangan pendek. Hingga
akhirnya nama ini diambil untuk seluruh Kerajaan sebagai kekuasaan sentral
ditetapkan untuk seluruh kerajaan.
Ekonomi
Airbus A380
pertama dalam acara “A380 Reveal” di Toulouse
tanggal 18 Januari
2005. Airbus adalah
simbol globalisasi ekonomi Perancis dan Eropa. Ekonomi Perancis menggabungkan
perusahaan pribadi ekstensif (hampir 2.5 perusahaan terdaftar) dengan
intervensi pemerintah (lihat dirigisme) substansial (meskipun menurun).
Pemerintah mempertahankan pengaruh terhadap bagian penting dalam sektor
infrastruktur, dengan kepemilikan mayoritas atas firma rel kereta api, listrik,
pesawat terbang, dan telekomunikasi. Telah mengendurkan kontrolnya secara
bertahap sejak awal 1990-an. Pemerintah perlahan-lahan menjual saham di France Télécom, Air France,
juga industri asuransi, perbankan, dan pertahanan.Sebuah anggota grup negara
industri maju G8,
Perancis menempati peringkat ekonomi terbesar kelima atau keenam
menurut PDB
nominal yang bergantung pada sumbernya. Perancis bergabung dengan 11 anggotaUE
lainnya untuk meluncurkan euro
pada tanggal 1 Januari
1999, dengan koin dan uang kertas euro yang
menggantikan franc Perancis (₣) pada
awal 2002.
Menurut
OECD,
tahun 2004 Perancis adalah pengekspor barang manufaktur terbesar kelima di
dunia dan pengimpor terbesar keempat di dunia. Tahun 2003, Perancis adalah
penerima investasi langsung
asing terbesar ke-2 di antara negara OECD dengan nilai $47 miliar, setelah Luksemburg (di mana investasi
langsung asing adalah transfer uang ke bank yang terletak di negara itu) tapi
di atas Amerika Serikat ($39.9 miliar), Britania Raya ($14.6 miliar), Jerman
($12.9 miliar), atau Jepang ($6.3 miliar). Pada tahun yang sama, perusahaan
Perancis menginvestasikan $57.3 miliar di luar Perancis, menempatkan Perancis
sebagai investor langsung luar terpenting kedua di OECD, setelah Amerika
Serikat ($173.8 miliar), dan di atas Britania Raya ($55.3 miliar), Jepang
($28.8 miliar) dan Jerman ($2.6 miliar).Dalam edisi 2005 OECD in Figures,
OECD juga mencatat bahwa Perancis memimpin negara G7 menurut produktivitas (diukur
sebagaimana PDB per jam bekerja). Tahun 2004, PDB per jam yang
bekerja di Perancis adalah $47.7, di atas Amerika Serikat ($46.3), Jerman
($42.1), Britania Raya ($39.6), atau Jepang ($32.5).
Selain
jumlah yang menunjukkan produktivitas per jam yang bekerja lebih tinggi
daripada di AS, PDB per kapita Perancis lebih rendah dari PDB per kapita AS,
menjadi dapat dibandingkan dengan PDB per kapita negara Eropa lainnya, yang
rata-rata 30% di bawah AS. Alasannya adalah bahwa banyak persentase kecil
penduduk Perancis yang bekerja bila dibangingkan dengan AS, yang PDB per
kapitanya lebih rendah dari Perancis, karena produktivitasnya yang tinggi.
Faktanya, Perancis memiliki salah satu persentase terendah penduduk berusia
15-64 tahun yang bekerja di antara negara OECD. Tahun 2004 68.8% penduduk
Perancis berusia 15-64 tahun bekerja, bila dibandingkan dengan 80.0% di Jepang,
78.9% di Britania, 77.2% di AS, dan 71.0% di Jerman.Fenomena ini disebabkan
oleh hampir tiga puluh tahun pengangguran massal di Perancis, yang membawa
kepada tiga masalah yang mengurangi ukuran penduduk yang bekerja: sekitar 9%
penduduk aktif tidak memiliki pekerjaan; siswa menunda selama mungkin masuknya
mereka ke dalam pasaran buruh; dan terakhir, pemerintah Perancis memberi
berbagai insentif kepada pekerja untuk pensiun pada awal usia 50 tahunan,
meskipun semakin dikurangi.
Sementara
banyak ahli ekonomi mengungkapkan kekecewaannya sepanjang tahun, masalah utama
dengan ekonomi Perancis bukanlah produktivitas. Menurut pendapat mereka, yang
utama adalah reformasi struktural, untuk meningkatkan ukuran penduduk yang
bekerja dari seluruh penduduk. Ahli ekonomi Liberal dan Keynesian
memiliki jawaban berbeda mengenai masalah itu. Jam kerja yang rendah dan
keseganan pembentukan kembali pasar buruh dianggap sebagai titik lemah ekonomi
Perancis dalam pandangan sayap kanan dan jarangnya kebijakan pemerintah
yang menetapkan keadilan sosial menurut sayap kiri. Usaha pemerintah terbaru adalah
menyesuaikan pasar buruh muda, mengurangi pengangguran, telah ditentang secara
penuh.
Dengan
81.9 juta turis asing tahun 2007,Perancis menempati peringkat pertama sebagai tujuan
turis terbaik di dunia, di atas Spanyol (58.5 juta tahun 2006) dan Amerika Serikat
(51.1 juta tahun 2006). Jumlah 81.9 juta ini tidak termasuk orang yang menetap
kurang dari 24 jam di Perancis, seperti orang Eropa Utara yang melintasi
Perancis dalam perjalanan ke Spanyol atau Italia selama Musim Panas. Perancis
memiliki kota berbudaya tinggi (Paris
menjadi yang utama), pantai dan resor tepi laut, resor ski, dan wilayah pedesaan
yang dinikmati untuk keindahan dan kenyamanannya (pariwisata hijau). Disamping
pariwisata biasa Perancis menarik berbagai peziarah religius ke Lourdes,
sebuah kota di département Hautes-Pyrénées, yang dikunjungi beberapa juta turis
per tahun. Situs pariwisata terkenal meliputi: (menurut peringkat pengunjung
per tahun pada tahun 2003):Menara Eiffel (6.2 juta), Museum Louvre
(5.7 juta), Istana Versailles (2.8 juta), Musée d'Orsay
(2.1 juta), Arc de Triomphe (1.2 juta), Centre Pompidou (1.2 juta), Mont-Saint-Michel
(1 juta), Château de Chambord
(711.000),Sainte-Chapelle (683.000),
Château du
Haut-Kœnigsbourg (549.000), Puy de Dôme (500.000), Musée Picasso (441,000), Carcassonne
(362.000).
Perancis
memiliki industri angkasa penting yang dipimpin oleh konsorsium Eropa Airbus,
dan bersama Swedia menjadi satu-satunya kekuatan Eropa (tak termasuk Rusia)
yang memiliki pelabuhan antariksa nasional pribadi (Centre Spatial Guyanais). Perancis juga
negara Barat yang paling independen energinya karena investasi besar dalam tenaga nuklir
(tenaga nuklir di Perancis), yang juga
membuat Perancis produsen paling sedikit karbon dioksida
di antara tujuh negara industri di dunia. Sebagai hasil investasi besar dalam
teknologi nuklir, banyak listrik yang diproduksi di negara itu dibangkitkan
oleh pembangkit tenaga nuklir (78.1% pada 2006,meningkat dari 8% tahun 1973,
24% tahun 1980, dan 75% tahun 1990).
Tanah
subur yang banyak, pembuatan teknologi modern, dan subsidi UE telah bergabung
untuk menjadikan Perancis produsen dan pengekspor hasil pertanian terdepan di
Eropa. Gandum, unggas, susu, daging, dan babi, juga industri pangan dan anggur
yang diakui adalah ekspor pertanian utama Perancis. Subsidi agrikultur UE ke
Perancis hampir mencapai $14 miliar.
Sejak
akhir Perang Dunia Kedua pemerintah melakukan usaha untuk berintegrasi dengan Jerman,
secara ekonomi dan politik. Hari ini kedua negara membentuk apa yang disebut
sebagai negara "inti" untuk integrasi lebih besar ke Uni Eropa.
AWAL TERJADINYA INFLASI DI PERANCIS
Setelah menderita
berat berupa jiwa manusia, uang sumber alam akibat perang dunia I, perancis
segera memulai usahanya dilapangan pembangunan dengan mengumpulkan uang untuk
membiayainya dan mencari suatu sistem menciptakan keamanan nasional. Republik
perancis ketiga adalah suatu Negara yang mempunyai sistem pemerintahan
sentralisasi. Mulanya parlemen dengan sistem bicameral dan suatu kabinet yang
lemah. Pemerintahannya selalu disusun dengan sistem koalisi, karena banyaknya
partai politik, maka reshuffle kabinet terjadi terus menerus. Sejak tahun 1875
perancis mempunyai kabinet lebih seratus buah yang saling berganti. Akibatnya
pemerintahan tidak stabil, meskipun bangsa perancis percaya bahwa stabilitas
itu dapat dicapai dengan adanya birokrasi yang tetap dan adanya azas politik
yang tetap pula dikalangan partai-partai.
Union sacree
(1914-1919) merupakan kabinet koalisi selama perang dibawah pimpinan georges
Clemenceau. Blok nasional (1919-1924) menjujung tinggi peerjanjian Versailles,
menurut hukuman berat bagi jerman, memulihkan kembali hubungan dengan vatikan
dan menentang keras aliran sosialis. Daerah perancis yang hancur akibat perang
dibangun kembali. Mengusahakan pendudukan terhadap daerah ruhr pada tahun 1923.
Blok kiri 1924-1926 mengambil tindakan yang anti gereja, berusaha menstabilkan
kedudukan uang franc, menerima rencana Dawes1924, menarik kembali tentara
perancis dari daerah Ruhr, dan membantu terselenggaranya perjanjian lacarno
1925. kabinet persatuan nasional 1926-1929 meroba sistem pajak, menstabilkan
uang franc. Mengusahakan dengan keras pembayaran kembali uang nasional dan melanjutkan
pembangunan daerah perancis yang rusak akibat perang. Dari tahun 1929 sampai
tahun 1935 terdapat kegoncangan terus menerus dikalangan kabinet perancis,
disebabkan kekacauan ekonomi, dan kekuatiran terhadap jerman serta kekeruhan
dalam negeri. Front rakyat (1936-1938) merupakan kabinet koalisi yang terdiri
dari golongan sosialis radikal, sosialis dan komunis berusaha mengadakan
perobahan dengan menetapkan undang- undang yang menguntungkan bank perancis dan
menaikan pajak. Disamping itu kabinet menentang keras organisasi fascis.
Kabinet daladier banyak menghapuskan peraturan dari front rakyat, memajukan
pruduksi untuk kepentingan pertahanan nasional. Menyetujui perjanjian munich
1938 dan menyatakan perang kepada jerman tahun 1938 (3 september).
Politik
perekonomian. Sesudah perang perancis mengalami kemerdekaan ekonomi secara
terus menerus. Banyaknya utang perang dan biaya pembangunan yang besar. Sistem
pajak yang sudah kuno dan uang franc yang merosot nilainya. Kabinet silih
berganti adanya inflasi. Pemerintahan sudah mendekati keruntuhan sekalipun
kabinet dengan sekuat tenaga menstabilisir anggota belanja Negara. Kemunduran
ekonomi tersebut dibarengi pula dengan krisis ekonomi dunia hilangnya pemasukan
uang melalui periwisata, tidak dibayarkannya hutang perang oleh jerman. Rakyat
perancis belum mengerti hubungan pembayaran pajak dengan pembangunan Negara.
Elzas Lotharingen. Penyerahan daerah Elzas Lotharingen kepada perancis oleh
perjanjian Versailles segera timbulny perselisihan mengenai agama, bahasa,
hak-hak politik dan politik perekonomian.
Usaha untuk
memperkecil daerah itu dengan larangan bahasa jerman bagi penduduknya mendapat
tantangan hebat. Sebagai jalan tengah diputuskan bahwa bahasa perancis hanya
diajarkan di kelas 1 dan 2 kelas selanjutnya baru diajarkan bahasa jerman. Penduduk asli yang berbahasa jerman
banyak mendapat hambatan dalam fasilitas, meraka tidak diperkenankan pegang
jabatan di wilayah itu. Dalam tahun 1925 Elzas Lotharingen dimasukkan dalam
pemerintahan perancis, pemerintahannya diatur dari paris sampai daerah itu
diduduki jerman pada tahun 1940. wilayah lain yang menjadi sengketa
jerman-perancis adalah saar. Pada tahun 1935 oleh Hitler diadakan pelebisit,
sehingga saar jatuh kepada jerman.
Roy Davies dan
Glyn Davies, 1996 dalam bukunya The History of Money From Ancient time
to Present Day, menguraikan sejarah kronologis secara komprehensif tentang
krisis dunia yang pernah terjadi. Menurut
mereka, sepanjang abad 20 telah terjadi lebih 20 kali kris besar yang melanda
banyak negara. Fakta ini menunjukkan bahwa secara rata-rata, setiap 5 tahun
terjadi krisis keuangan hebat yang mengakibatkan penderitaan bagi ratusan juta
umat manusia. Salah satunya adalah pada tahun 1929
– 1930 The Great Crash (di pasar modal NY) & Great
Depression (Kegagalan Perbankan); di US, hingga net national
productnya terbangkas lebih dari setengahnya. Selanjutnya, pada tahun 1931
Austria mengalami krisis perbankan, akibatnya kejatuhan perbankan di German,
yang kemudian mengakibatkan berfluktuasinya mata uang internasional. Hal ini
membuat UK meninggalkan standard emas. Kemudian 1944 – 1966 Perancis mengalami
hyper inflasi akibat dari kebijakan yang mulai meliberalkan perekonomiannya.
KATEGORI INFLASI YANG PERNAH TERJADI DI PERANCIS
Serta juga seperti yang telah dilansir pada
tanggal 19 Februari 2015 dalam PARIS, suaramerdeka.com Untuk
pertama kalinya dalam lebih dari lima tahun, tingkat inflasi di negara ekonomi
terbesar kedua zona euro, negatif; badan statistik nasional Perancis
mengatakan, Kamis (19/2).
Pada bulan Januari, harga-harga turun 0,4 persen
dibandingkan bulan yang sama tahun lalu, INSEE mengatakan, mencatat bahwa
Perancis tidak mengalami inflasi negatif sejak Oktober 2009. Positifnya data
inflasi di Perancis menyusul Jerman, sebagai negara pembangkit tenaga listrik
Eropa, yang juga mengalami penurunan harga sebesar 0,4 persen.Pola penurunan
harga di zona euro tidak disambut gembira Bank Sentral Eropa, yang ingin
menjaga inflasi pada kisaran dua persen.
Bulan lalu, ECB
meluncurkan program pembelian obligasi triliun euro untuk menangkal deflasi dan
mengakhiri stagnasi ekonomi zona euro. Penurunan inflasi di zona euro ini
terkait dengan anjloknya harga minyak, yang kini lebih murah dari bensin –
komponen kunci belanja rumah tangga di Eropa. Inflasi yang rendah juga terkait
lesunya ekonomi di 19 negara anggota zona euro, yang ditandai dengan melemahnya
permintaan.
Meski terlihat
positif bagi konsumen dan ekonomi negara, penurunan harga dikhawatirkan memicu
konsumen menunda pembelian, ahli ekonomi menyebut. Hal ini akan menyebabkan
tingkat permintaan makin lemah, ekonomi melambat, hingga jumlah pengangguran
bertambah. Dari sekian sumber yang didapat, dapat disimpulkan bahwa kategori
inflasi yang terdapat di Perancis, masih dalam kategori ringan dimana masih
dibawah kisaran 10%.
KEBIJAKAN PEMERINTAH DALAM MENGATASI DAMPAK INFLASI
Sampai pembahasan
dampak inflasi, maka Anda dapat menyimpulkan bahwa inflasi menyebabkan
perubahan yang sangat luas terhadap kegiatan ekonomi masyarakat. Jika
dihubungkan dengan keadaan sekarang tentunya dengan mudah Anda mendapatkan
gejala-gejala negatif dari inflasi yang paling sederhana, harga-harga naik
secara menyeluruh. Apakah Anda merasakan dampak tersebut? Inflasi tentunya
harus diatasi dan untuk mengatasinya dapat dilakukan pemerintah dengan cara
melakukan beberapa kebijakan yang menyangkut bidang moneter, fiskal dan non
moneter. Adapun penjelasan kebijakan tersebut akan diuraikan di bawah ini :
Kebijakan Moneter adalah kebijakan
yang bertujuan untuk meningkatkan pendapatan nasional dengan cara mengubah
jumlah uang yang beredar. Penyebab inflasi diantara jumlah uang yang beredar
terlalu banyak sehingga dengan kebijakan ini diharapkan jumlah uang yang
beredar dapat dikurangi menuju kondisi normal. Untuk menjalankan kebijakan ini
Bank Indonesia menjalankan beberapa politik/kebijakan yaitu politik diskonto,
politik pasar terbuka dan menaikan cash ratio.
Politik Diskonto
ditujukan untuk menaikan tingkat bunga karena dengan bunga kredit tinggi maka aktivitas
ekonomi yang menggunakan dana pinjaman akan tertahan karena modal pinjaman
menjadi mahal.
Politik Dasar
Terbuka dilakukan dengan cara menawarkan surat berharga ke pasar modal. Dengan
cara ini diharapkan masyarakat membeli surat berharga tersebut seperti SBI yang
memiliki tingkat bunga tinggi, dan ini merupakan upaya agar uang yang beredar
di masyarakat mengalami penurunan jumlahnya.
Cash Ratio
artinya cadangan yang diwajibkan oleh Bank Sentral kepada bank-bank umum yang
besarnya tergantung kepada keputusan dari bank sentral/pemerintah. Dengan jalan
menaikan perbandingan antara uang yang beredar dengan uang yang mengendap di
dalam kas mengakibatkan kemampuan bank untuk menciptakan kredit berkurang
sehingga jumlah uang yang beredar akan berkurang.
Kebijakan Fiskal adalah Kebijakan
yang berhubungan dengan finansial pemerintah. Bentuk kebijakan ini antara lain
:
Pengurangan pengeluaran
pemerintah, sehingga pengeluaran keseluruhan dalam perekonomian bisa
dikendalikan.
Menaikkan pajak, akan
mengakibatkan penerimaan uang masyarakat berkurang dan ini berpengaruh pada
daya beli masyarakat yang menurun, dan tentunya permintaan akan barang dan jasa
yang bersifat konsumtif tentunya berkurang..
Kebijakan
Non-Moneter dapat dilakukan dengan cara menaikan hasil produksi,
kebijakan upah dan pengawasan harga dan distribusi barang.
Menaikan hasil
produksi, cara ini cukup efektif mengingat inflasi disebabkan oleh kenaikan
jumlah barang konsumsi tidak seimbang dengan jumlah uang yang beredar. Oleh karena
itu pemerintah membuat prioritas produksi atau memberi bantuan (subsidi) kepada
sektor produksi bahan bakar, produksi beras.
Kebijakan upah,
tidak lain merupakan upaya menstabilkan upah/gaji, dalam pengertian bahwa upah
tidak sering dinaikan karena kenaikan yang relatif sering dilakukan akan dapat
meningkatkan daya beli dan pada akhirnya akan meningkatkan permintaan terhadap
barang-barang secara keseluruhan dan pada akhirnya akan menimbulkan inflasi.
Pengawasan harga
dan distribusi barang dimaksudkan agar harga tidak terjadi kenaikan, hal ini
seperti yang dilakukan pemerintah dalam menetapkan harga tertinggi (harga
eceran tertinggi/HET). Pengendalian harga yang baik tidak akan berhasil tanpa
ada pengawasan. Pengawasan yang baik biasanya akan menimbulkan pasar
gelap.
Referensi :

Tidak ada komentar:
Posting Komentar