Nama : Verany Dwi Puji Astuti
Kelas : 4EB23
NPM : 27212562
Mata Kuliah : Etika Profesi Akuntansi (Softskill)
Bab 1
Pendahuluan Etika Sebagai Tinjauan
1. Pengertian Etika
Etika sendiri berasal dari
bahasa Yunani Kuno ethikos yang berarti
timbul dari kebiasaan. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (Departemen
Pendidikan dan Kebudayaan, 1988), etika adalah ilmu tentang apa yang baik dan buruk,
tentang hak dan kewajiban moral, nilai-nilai dan norma-norma moralyang menjadi
pegangan seseorang atau suatu kelompok dalam mengatur tingkah lakunya. Adapun
pengertian etika lainnya antara lain sebagai berikut:
·
Prof. DR. Franz Magnis Suseno
Ilmu yang mencari orientasi atau ilmu yang memberi arah dan pijakan pada
tindakan manusia.
·
Drs. O.P. Simorangkir
Etika atau etik sebagai pandangan manusia dalam berprilaku menurut ukuran
dan nilai yang baik.
·
Drs. Sidi Gajalba dalam sistematika
filsafat
Etika adalah teori tentang tingkah laku perbuatan manusia dipandang dari
segi baik dan buruk, sejauh yang dapat ditentukan oleh akal.
·
Drs. H. Burhanudin Salam
Etika adalah cabang filsafat yang berbicara mengenai nilai dan norma moral
yang menentukan prilaku manusia dalam hidupnya.
·
K. Bertenes
Etika adalah nilai-nilai atau norma-norma yang menjadi pegangan bagi
seseorang dalam mengatur tingkah lakunya.
Etika memiliki fungsi sebagai berikut, antara lain:
·
Sarana untuk memperoleh orientasi kritis
berhadapan dengan pelbagai moralitas yang membingungkan.
·
Etika ingin menampilkanketrampilan
intelektual yaitu ketrampilan untuk
berargumentasi secara rasional dan kritis.
·
Orientasi etis ini diperlukan dalam
mengabil sikap yang wajar dalam suasana pluralisme.
2. Prinsip-Prinsip Etika
Ada enam prinsip yang merupakan landasan
penting etika, yaitu:
·
Prinsip Keindahan
Prinsip ini mendasari segala
sesuatu yang mencakup penikmatan rasa senang terhadap keindahan. Berdasarkan
prinsip ini, manusia memperhatikan nilai-nilai keindahan dan ingin menampakkan
sesuatu yang indah dalam perilakunya. Misalnya dalam berpakaian, penataan
ruang, dan sebagainya sehingga membuatnya lebih bersemangat untuk bekerja.
·
Prinsip Persamaan
Setiap manusia pada
hakikatnya memiliki hak dan tanggung jawab yang sama, sehingga muncul tuntutan
terhadap persamaan hak antara laki-laki dan perempuan, persamaan ras, serta
persamaan dalam berbagai bidang lainnya. Prinsip ini melandasi perilaku yang
tidak diskrminatif atas dasar apapun.
·
Prinsip Kebaikan
Prinsip ini mendasari
perilaku individu untuk selalu berupaya berbuat kebaikan dalam berinteraksi
dengan lingkungannya. Prinsip ini biasanya berkenaan dengan nilai-nilai
kemanusiaan seperti hormat- menghormati, kasih sayang, membantu orang lain, dan
sebagainya. Manusia padahakikatnya selalu ingin berbuat baik, karena dengan
berbuat baik dia akan dapat diterima oleh lingkungannya. Penyelenggaraan
pemerintahan dan pelayanan yang diberikan kepada masyarakat sesungguhnya
bertujuan untuk menciptakan kebaikan bagi masyarakat.
·
Prinsip Keadilan
Pengertian keadilan adalah
kemauan yang tetap dan kekal untuk memberikan kepada setiap orang apa yang
semestinya mereka peroleh. Oleh karena itu, prinsip ini mendasari seseorang
untukbertindak adil dan proporsional serta tidak mengambil sesuatu yang menjadi
hak orang lain.
·
Prinsip Kebebasan
Kebebasan dapat diartikan sebagai
keleluasaan individu untuk bertindak atau tidak bertindak sesuai dengan
pilihannya sendiri. Dalam prinsip kehidupan dan hak asasi manusia, setiap
manusiamempunyai hak untuk melakukan sesuatu sesuai dengan kehendaknya sendiri
sepanjang tidak merugikan atau mengganggu hak-hak orang lain. Oleh karena itu,
setiap kebebasan harus diikuti dengan tanggung jawab sehingga manusia tidak
melakukan tindakan yang semena-mena kepada orang lain. Untuk itu kebebasan
individu disini diartikan sebagai:
-
Kemampuan untuk berbuat sesuatu atau
menentukan pilihan.
-
Kemampuan yang memungkinkan manusia untuk
melaksanakan pilihannya tersebut.
-
Kemampuan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.
·
Prinsip Kebenaran
Kebenaran biasanya digunakan
dalam logika keilmuan yang muncul dari hasil pemikiran yang logis/rasional.
Kebenaran harus dapat dibuktikan dan ditunjukkan agar kebenaran itu dapat
diyakini oleh individu dan masyarakat. Tidak setiap kebenaran dapat diterima
sebagai suatu kebenaran apabila belum dapat dibuktikan.
Etika profesi juga memiliki prinsip-prinsip umum yang harus ditaati oleh
setiap individu, prinsip-prinsip tersebut antara lain yaitu:
a. Prinsip
Tanggung Jawab
Tanggung jawab adalah satu prinsip pokok bagi kaum profesional, tanggung
jawab yang dimaksud adalah bertanggung jawab terhadap pelaksanaan pekerjaannya
dan terhadap hasilnya. Orang yang profesional tidak hanya diharapkan melainkan
juga dari dalam dirinya sendiri menuntut dirinya untuk bekerja sebaik mungkin
dengan standar di atas rata-rata, dengan hasil yang maksimum dan terbaik.
Selain itu, ia juga bertanggung jawab atas dampak profesinya yaitu terhadap
kehidupan dan kepentingan orang lain khususnya kepentingan orang-orang yang
dilayaninya. Pada tingkat dimana profesinya itu membawa kerugian tertentu
secara disengaja atau tidak disengaja, ia harus bertanggung jawab atas hal
tersebut.
b. Prinsip
Keadilan
Prinsip ini terutama menuntut orang yang profesional agar dalam menjalankan
profesinya ia tidak merugikan hak dan kepentingan pihak tertentu, khususnya
orang-orang yang dilayaninya dalam rangka profesinya demikian pula. Prinsip ini
menuntut agar dalam menjalankan profesinya orang yang profesional tidak boleh
melakukan diskriminasi terhadap siapapun termasuk orang yang mungkin tidak
membayar jasa profesionalnya.
c. Prinsip Otonomi
Prinsip ini merupakan prinsip yang dituntut oleh kalangan profesional
terhadap dunia luar agar mereka diberi kebebasan sepenuhnya dalam menjalankan
profesinya tetapi tetap dibatasi oleh tanggung jawab.
d. Prinsip
Integritas Moral
Prinsip ini merupakan tuntutan individu atas dirinya sendiri bahwa dalam
menjalankan tugas profesinya ia tidak akan sampai merusak nama baiknya serta
citra dan martabat profesinya. Maka, ia sendiri akan menuntut dirinya sendiri
untuk bertanggung jawab atas profesinya serta tidak melecehkan nilai yang
dijunjung tinggi dan diperjuangkan profesinya. Dengan kata lain, prinsip
integritas moral menunjukan bahwa orang tersebut punya pendirian yang teguh,
khususnya dalam memperjuangjan nilai yang dianut profesinya.
3. Basis Teori Etika
Etika Teleologi
Etika
sebagai disiplin ilmu berhubungan dengan kajian secara kritis tentang adat
kebiasaan, nilainilai, dan norma perilaku manusia yang dianggap baik atau tidak
baik. Dalam etika masih dijumpai banyak teori yang mencoba untuk menjelaskan
suatu tindakan, sifat, atau objek perilaku yang sama dari sudut pandang atau
perspektif yang berlainan. Berikut ini beberapa teori etika:
a.
Egoisme
Rachels (2004)
memperkenalkan dua konsep yang berhubungan dengan egoisme. Pertama, egoisme
psikologis, adalah suatu teori yang menjelaskan bahwa semua tindakan manusia
dimotivasi oleh kepentingan berkutat diri (self servis). Menurut teori ini,
tidak ada tindakan yang sesungguhnya bersifat
altruisme, yaitusuatu tindakan yang peduli pada orang lain atau
mengutamakan kepentingan orang lain dengan mengorbankan kepentingan dirinya. Kedua,
egoisme etis, adalah tindakan yang
dilandasi oleh kepentingan diri sendiri (self-interest). Inti dari paham egoisme etis adalah apabila
ada tindakan yang menguntungkan orang lain, maka keuntungan bagi orang lain ini
bukanlah alasan yang membuat tindakan itu benar. Yang membuat tindakan itu
benar adalah kenyataan bahwa tindakan itu menguntungkan diri sendiri.
b.
Utilitarianisme
Menurut teori ini, suatu
tindakan dikatakan baik jika membawa manfaat bagi sebanyak mungkin anggota
masyarakat (the greatest happiness of the greatest number). Perbedaan paham
utilitarianisme dengan paham egoisme etis terletak pada siapa yang memperoleh
manfaat. Egoisme etis melihat dari sudut pandang kepentingan individu,
sedangkan paham utilitarianisme melihat dari sudut pandang kepentingan orang banyak.
c.
Deontologi
Paradigma teori deontologi
berbeda dengan egoisme dan utilitarianisme, yang keduanya sama-sama menilai
baik buruknya suatu tindakan memberikan manfaat entah untuk individu (egoisme)
atau untuk banyak orang/kelompok masyarakat (utilitarianisme), maka tindakan
itu dikatakan etis. Sebaliknya, jika akibat suatu tindakan merugikan individu
atau sebagian besar kelompok masyarakat, maka tindakan tersebut dikatakan tidak
etis. deontologi mengatakan bahwa etis tidaknya suatu tindakan tidak ada
kaitannya sama sekali dengan tujuan, konsekuensi, atau akibat dari tindakan
tersebut.
d.
Teori Hak
Suatu tindakan atau
perbuatan dianggap baik bila perbuatan atau tindakan tersebut sesuai dengan
HAM. Menurut Bentens (200), teori hak merupakan suatu aspek dari deontologi (teori
kewajiban) karena hak tidak dapat dipisahkan dengan kewajiban. Bila suatu
tindakan merupakan hak bagi seseorang, maka sebenarnya tindakan yang sama
merupakan kewajiban bagi orang lain. Teori hak sebenarnya didasarkan atas
asumsi bahwa manusia mempunyai martabat dan semua manusia mempunyai martabat
yang sama.
e.
Teori Keutamaan (Virtue Theory)
Teori keutamaan tidak
menanyakan tindakan mana yang etis dan tindakan mana yang tidak etis. Teori ini
tidak lagi mempertanyakan suatu tindakan, tetapi berangkat dari pertanyaan
mengenai sifat-sifat atau karakter yang harus dimiliki oleh seseorang agar bisa disebut sebagai manusia baik, dan
sifat-sifat atau karakter yang mencerminkan manusia tidak baik.
f.
Teori Etika Teonom
Teori etika teonom dilandasi
oleh filsafat kristen, yang mengatakan bahwa karakter moral manusia ditentukan
secara hakiki oleh kesesuaian hubungannya dengan kehendak Allah. Perilaku
manusia secara moral dianggap baik jika sepadan dengan kehendak Allah, dan
perilaku manusia dianggap tidak baik bila
tidak mengikuti aturan/perintah Allah sebagaiman dituangkan dalam kitab suci.
4. Egoisme
Istilah lain yang ada pada
setiap diri manusia adalah egoism. Egoisme merupakan motivasi untuk
mempertahankan dan meningkatkan pandangan yang hanya menguntungkan diri
sendiri. Egoisme berarti menempatkan diri ditengah satu tujuan serta tidak
peduli dengan penderitaan orang lain termasuk yang dicintainya atau yang
dianggap sebagai teman dekat. Istilah lainnya adalah “egois”.
Pada dasarnya egoisme ada
pada diri setiap individu sejak lahir. hanya saja kadarnya serta kemampuan
untuk mengendalikan sifat itu yang berbeda-beda. Orang yang tidak bisa
mengendalikan sifat egoisme pada diri mereka, seringkali dianggap sebagai orang
yang "mau menang sendiri" . Teori Egoisme ini berprinsip bahwa setiap
orang harus memiliki keakuan. Setiap berpuatan yang mendatangkan keuntungan
adalah perbuatan baik, sedangkan perbuatan itu dianggap tidak baik apabila
mendatangkan kerugian bagi dirinya sendiri.
Referensi:
·
http://id.wikipedia.org/wiki/Egoisme
·
http://id.shvoong.com/social-sciences/psychology/2292935-pengertian-egois/
·
http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2011/11/etika-sebagai-tujuan-2/
·
http://prinsip-prinsipetikaprofesi.blogspot.com/
·
http://masyari91.wordpress.com/2011/10/31/prinsip-dan-basis-teori-etika-profesi-akuntansi/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar