Minggu, 05 Mei 2013

TULISAN 4 PEREKONOMIAN INDONESIA


JUDUL : PERMASALAHAN PENGGUNAAN SUBSIDI BBM

PENDAHULUAN
Apa yang dimaksud dengan bahan bakar? Bahan bakar adalah segala materi yang bisa diubah menjadi suatu energy. Bahanbakar ini dibedakan menjadi tiga menurut wujudnya, yakni cair, padat dan gas.
Jenis – jenis Bahan bakar:
Bahan bakar cair (BBM)
          Minyak (petroleum) berasal dari kata-kata: Petro = rock (batu) dan leaum = oil (minyak)Minyak dan gas sebagian besar terdiri dari campuran molekul carbon dan hydrogen yang disebutdengan hydrocarbons. Minyak dan gas terbentuk dari siklus alami yang dimulai dari sedimentasisisa-sisa tumbuhan dan binatang yang terperangkap selama jutaan tahun. Pada umumnya terjadi jauh dibawah dasar lautan. Material-material organik tersebut berubah menjadi minyak dan gasakibat efek combinasi temperatur dan tekanan di dalam kerak bumi. Kumpulan dari minyak dangas tersebut membentuk reservoir-reservoir minyak dan gas.

          BBM terdiri dari berbagai jenis hydrocarbons yang berasal dari minyak bumi, dan seringpula terdiri dari campuran-campuran lain. Sifat mudah menguap di dalam mesin menentukan jenis hydrocarbons dan campuran yang digunakan pada BBM. Sifat mudah menguap tersebutdisebut dengan volatility. Karena minyak bumi mentah mempunyai kadar volatility yang lebihrendah dan tinggi dari BBM, maka BBM harus dipisahkan dari minyak bumi mentah melaluiproses destilasi, namun karena dengan proses tersebut jumlah BBM yang diperoleh sangatsedikit maka minyakk bumi mentah harus melalui proses penyulingan yang lebih komplek. Penyulingan minyak bumi mentah tersebut akan mengubah kadar volatility hydrocarbons yanglebih rendah atau lebih tinggi dari BBM menjadi sama dengan BBM. BBM yang dihasilkanmerupakan campuran dari hydrocarbon-hydrocarbon dengan kadar volatility yg sama.

          Komposisi dan sifat dari BBM ditentukan dari jenis dan kandungan minyak bumi mentahasalnya, metode penyulingan yang digunakan dan tergantung dari sifat zat-zat campuran yangditambahkan untuk meningkatkan mutu BBM. Minyak bumi terdiri dari bermacam-macam jenis hidrokarbon, namun hanya beberapa jenis yangdominan antara lain :

·                Jenis Paraflin (CnH2n+2)
mempunyai sifat sangat stabil, reaksi dengan gas chloor, banyak terdapat hampir pada semua jenis minyak bumi. Paraffin wax (lilin) adalah rangkaianyang lurus dan bercabang.

·                Jenis Olefin atau jenis Ethylene (CnH2n)
terdiri dari senyawa tidak jenuh, mudah bereaksidengan gas chloor, asam chlorida dan asam sulfat. Olefin yang titik didihnya rendah tidak terdapat dalam minyak bumi tetapi biasanya terdapat pada minyak hasil perengkahan(cracking).

·                Jenis Naphthene (CnH2n)
meskipun mempunyai tipe sama dengan Olefin, namunmemiliki sifat yang berbeda. Naphthene memiliki senyawa cincin (cyclic compounds)yang jenuh, sedangkan Olefin senyawa lurus yang antara karbonnya ada senyawa tak  jenuh.


 ISI
        Permasalahan pemerintah yang belum teratasi di indonesia adalah mengenai pembatasan penggunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi  akan membuat dampak sosial ekonomi yang luas di masyarakat, yaitu tentang siapa yang berhak dan tidak berhak mendapatkan BBM subsidi. Pembatasan BBM ini nantinya akan menimbulkan perbedaan persepsi di masyarakat tentang siapa yang berhak dan yang tidak berhak mendapatkan BBM bersubsidi ini. Nantinya akan ada orang yang menganggap dirinya berhak memperoleh BBM bersubsidi sementara orang lain menganggapnya tidak pantas. Tentu bisa menimbulkan kerusuhan di lokasi SPBU.

        Pengamat migas bernama bapak komaidi notonegoro menyatakan bahwa opsi pembatasan BBM bersubsidi yang ditawarkan pemerintah akan akan membawa dampak terjadinya kelangkaan BBM, terutama jika infrastruktur tidak siap. Masyarakat akan banyak mengantri di pom bensin. Kebijakan seperti itu tidak tepat dan akan meciptakan distorsi yang besar serta akan sulit dilakukan pengawasannya. Pemerintah perlu mengkaji kembali opsi tersebut dan akan lebih baik memberlakukan kenaikan harga BBM, karena memang setiap kebijakan baru tentu akan mendatangkan konsekuensi logis dan melakukan pembatasan akan membutuhkan pengembangan infrastruktur yang lanjut. Menurut saya, ketimbang menambah pekerjaan, lebih baik pemerintah fokus menyelesaikan pekerjaan negara yang belum selesai. Isu kenaikan (harga) BBM ini sebenarnya sudah mulai dari awal tahun 2011 sampai tahun 2012, tapi sampai sekarang kita belum mendapat kebijakan yang jelas dari pemerintah. Saya juga mempertanyakan ada apa sebenarnya dengan pemerintah sehingga memunculkan isu pembatasan setelah sekian lama berkutat pada opsi kenaikan BBM bersubsidi. Tetapi langkah menaikkan harga (BBM) merupakan langkah yang paling rasional untuk menyelamatkan APBN yang sudah menelan subsidi BBM hingga Rp300 trilun.

        Menteri Koordinator Perekonomian bapak Hatta Rajasa berjanji upaya pengendalian BBM subsidi tidak akan membuat dampak sosial ekonomi yang luas. Kita akan upayakan juga agar distorsi yang besar tapi juga tetap menjaga inflasi terkendali yang paling penting adalah semuanya itu tidak menimbulkan dampak kepada kemiskinan yang berlebihan.

        Terkait dengan pengendalian subsidi BBM, bapak Hatta melanjutkan bahwa akan mengkaji semua opsi seperti menaikkan harga, adanya RON 90. Namun, pengendalian opsi tersebut harus melalui Sistem Information Technology (IT).  Jika tidak menggunakan sistem IT, maka upaya pengendalian BBM tidak akan efektif. Opsi tersebut harus kita kaji. Presiden sudah perintahkan bahwa kita harus dalami hal ini dalam satu minggu untuk kita laporkan. Jangan menutup opsi apapun. Kita akan hitung plus minusnya bagi perekonomian dan rakyat Indonesia. Sebelumnya, bapak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) meminta 4 menteri untuk segera merumuskan policy pengendalian subsidi Bahan Bakar minyak (BBM). Empat menteri tersebut yakni Menteri Koordinasi Perekonomian bapak Hatta Rajasa,bapak  ketua Komite Ekonomi Nasional (KEN) chairul Tanjung, bapak menteri ESDM Jero Wacik dan bapak Menteri Keuangan Agus Marto.
        Bapak  Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) meminta empat menteri untuk segera merumuskan kebijakan pengendalian subsidi Bahan Bakar minyak (BBM). Menurut bapak hatta Dalam satu minggu ini seluruh masukan tadi (yang disampaikan KEN dan sidang kabinet) kita rumuskan dan kita sampaikan kepada Presiden untuk menjadi policy dasar kita agar subsidi BBM lebih banyak tersalurkan untuk program pengentasan kemiskinan di Tanah Air. Saat ini, pemerintah harus juga mengendalikan twins defisit baik defisit dari segi penerimaan yang berkaitan dengan fiskal, maupun pada sisi pengeluaran yang membengkak. Adapun, subsidi impor migas yang meningkat dan tertekannya eraca perdagangan akibat turunnya harga komoditas pangan. Sangat diperlukan upaya-upaya yang konkret. Sekarang bagaimana upaya kita untuk mengurangi subsidi dan dengan tetap mengacu kepada satu policy yang paling memberikan dampak yang paling kecil kepada aspek sosial dan ekonomi makro masyarakat, terutama masyarakat miskin yang harus kita berikan perlindungan. Bapak Hatta menyatakan bahwa telah melakukan berbagai macam contoh dalam upaya mengurangi subsidi BBM yang diperkirakan akan membengkak. Selain itu, Hatta menyebut, di 2012 Indonesia memproduksi 1,1 juta mobil dan sembilan juta kendaraan bermotor roda dua yang hampir dipastikan semua menggunakan BBM bersubsidi. Oleh sebab itu, apabila tidak ada respon apapun terhadap kecenderungan meningkatnya penggunaan BBM subsidi ini dan meningkatnya diparitas antara harga PSO dan harga perkonomiannya, laju dari penggunaan kuota BBM selalu akan melampaui dari yang ditetapkan.

        Selain persoalan infrastruktur, tidak meratanya pemakaian Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi di daerah-daerah menyebabkan tingginya biaya logistik. Karenanya, penyamarataan BBM untuk kendaraan akan meminimalisir biaya logistik. biaya logistik saat ini adalah 27 persen dari biaya produksi. Namun , tidak semua kendaraan mendapatkan BBM bersubsidi yang merata. Tidak semua yang yang di darat mendapatkan BBM bersubsidi. Bahkan, sebagian mereka membeli BBM bersubsidi di pengecer pinggir jalan. Oleh karena itu, jika pemerintah tidak dapat meratakan BBM bersubsidi untuk para pelaku logistik, akan lebih baik jika BBM bersubsidi untuk mobil dihapuskan.
        Dengan penghapusannya BBM bersubsidi tersebut, merupakan salah satu cara menurunkan biaya logistik yang tinggi, karena lebih mudah bersaing. Kalau biaya logistik tinggi, pasti akan menimbulkan harga jual yang tidak efisien, belum lagi terjadi kerusakan barang di jalan.
        Lalu bapak Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan pembatasan volume Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi diwacanakan dilakukan dengan membatasi konsumsi per hari sebesar 30 liter per kendaraan.Teknisnya tentu kalau maksimum per hari berapa liter. Misalnya mobil, per hari (dibatasi) maksimal 30 liter sesuai jenis mobilnya. pihaknya tengah menggodog aturan untuk membatasi pembelian BBM subsidi. Mobil besar, tambahnya memberi contoh, maksimal membeli 30 liter. Sedangkan mobil jenis lain belum ditentukan maksimal pembelian BBM subsidi.

        Saat ini, Pertamina juga sudah menggandeng pihak Kepolisian untuk melakukan pendataan sehingga apabila ada penyelewengan akan ditindak secara tegas.  Bahkan, pengendalian BBM subsidi tersebut juga diterapkan untuk kendaraan pribadi sehingga penyalahgunaan BBM subsidi dapat diminimalisir. Di SPBU-SPBU nanti ada kuotanya. Kalau pembelian lebih akan mati noselnya. Karena sudah ada elektronik. Jadi ada nomor-nomor pribadi tertentu di SPBU,  Selain itu, pihaknya akan menerapkan sistem pengendalian Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi dengan menggunakan teknologi informasi atau Sistem Monitoring Pengendalian (SMP) di DKI Jakarta bulan April mendatang.

        DKI Jakarta merupakan kota yang memiliki konsumsi BBM subsidi paling besar sehingga pemerintah dan Pertamina tengah merencanakan untuk membatasi konsumsi BBM subsidi di DKI Jakarta. Targetnya kan ada sekira 5.000an SPBU yang ada. Hampir 80 persen kan di DKI. Sebelumnya,
pemerintah harus bisa mengendalikan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi pada kuartal III-2013 untuk menghindari perlanggaran terhadap Undang-Undang (UU) Keuangan Negara.

        Pemerintah saat ini sedang melakukan pengendalian konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi dengan tujuan agar kuota BBM tidak jebol dan anggaran subsidi tidak memberatkan negara. Pesimistis program pengendalian BBM bersubsidi berjalan dengan baik. Program pengendalian BBM dinilai banyak kekurangan dan pelanggaran. Oleh karena itu, akan memotong anggaran belanja Kementerian Keuangan, agar alokasi anggaran negara bisa diberikan untuk subsidi BBM yang sewaktu-waktu akan melebihi kuota.

        Jika anggaran belanja Kemenkeu tidak dipotong, hal itu akan memberatkan beban anggaran APBN pada kuartal tiga. Selain itu dirinya juga menilai kalau kuota BBM bersubsidi akan jebol pada kuartal tiga tahun ini. Karena kalau tidak dipotong bisa memberatkan di kuartal III tahun 2013. Dalam pengkajiannya pemerintah akan membuat skema kuota BBM yang baru dan sesuai kebutuhan. Selain itu, untuk jangka panjangnya, Pemerintah juga akan memotong semua anggaran belanja semua kementerian yang akan dialokasikan untuk subsidi dan kuota BBM. Inisiatif yang ada dalam kajian itu baik (pemberian IT) kuota BBM yang memperbesar dan didukung oleh pemotongan belanja.
        Sebelumnya, Kementerian ESDM melakukan upaya penghematan konsumsi BBM subsidi dengan melakukan pembatasan penggunaan volume BBM subsidi. Pasalnya kebutuhan masyarakat yang semakin meningkat sesuai laju pembelian mobil dan motor yang ada di 2013 diperkirakan jebol sampai 53 juta kiloliter (kl). Sedangkan kuota BBM bersubsidi untuk 2013 hanya mencapai 46,7 juta kl.

Penutup

KESIMPULAN

         Pemerintah harus bisa mengendalikan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi pada kuartal III-2013 untuk menghindari perlanggaran terhadap Undang-Undang (UU) Keuangan Negara.
tanpa adanya pengendalian subsidi BBM bersubsidi di kuartal III tersebut, dapat menyebabkan defisit fiskal 2013 lebih besar dibandingkan setahun sebelumnya. Kuartal III ekonomi nanti akan lebih buruk, maka defisit akan lebih besar dan ini akan melanggar UU Keuangan Negara. Ini kalau tidak ada upaya mengendalikan konsumsi BBM. Walaupun perekonomian Indonesia sedang membaik, namun situasi ini masih diwarnai dengan tingginya tingkat konsumsi BBM bersubsidi yang dapat mengganggu fiskal. Transaksi berjalan yang buruk itu harus diwaspadai, harus disikapi dengan pengendalian, supaya rupiah kita tidak terdepresiasi.

        Saat ini, mereka berkomitmen di Kementerian Keuangan akan dilakukan pemotongan anggaran kementerian dan lembaga, jika defisit fiskal APBN lebih besar. "Kalau defisit fiskal besar, maka anggaran kementerian dan lembaga bakal dipotong. Inikan untuk meyakinkan kesehatan fiskal kita”.


DAFTAR PUSTAKA
Okezone.com
Google.com


TULISAN 3 PEREKONOMIAN INDONESIA


JUDUL          :     PERTUMBUHAN EKONOMI LAMBAT

PENDAHULUAN
Pertumbuhan ekonomi adalah proses perubahan kondisi perekonomian suatu negara secara berkesinambungan menuju keadaan yang lebih baik selama periode tertentu. Pertumbuhan ekonomi dapat diartikan juga sebagai proses kenaikan kapasitas produksi suatu perekonomian yang diwujudkan dalam bentuk kenaikan pendapatan nasional. Adanya pertumbuhan ekonomi merupakan indikasi keberhasilan pembangunan ekonomi.
Faktor-Faktor Pertumbuhan Ekonomi
Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi adalah:
  • Faktor Sumber Daya Manusia
Sama halnya dengan proses pembangunan, pertumbuhan ekonomi juga dipengaruhi oleh SDM. Sumber daya manusia merupakan faktor terpenting dalam proses pembangunan, cepat lambatnya proses pembangunan tergantung kepada sejauhmana sumber daya manusianya selaku subjek pembangunan memiliki kompetensi yang memadai untuk melaksanakan proses pembangunan.
  • Faktor Sumber Daya Alam
Sebagian besar negara berkembang bertumpu kepada sumber daya alam dalam melaksanakan proses pembangunannya. Namun demikian, sumber daya alam saja tidak menjamin keberhasilan proses pembanguan ekonomi, apabila tidak didukung oleh kemampaun sumber daya manusianya dalam mengelola sumber daya alam yang tersedia. Sumber daya alam yang dimaksud dinataranya kesuburan tanah, kekayaan mineral, tambang, kekayaan hasil hutan dan kekayaan laut.
  • Faktor Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin pesat mendorong adanya percepatan proses pembangunan, pergantian pola kerja yang semula menggunakan tangan manusia digantikan oleh mesin-mesin canggih berdampak kepada aspek efisiensi, kualitas dan kuantitas serangkaian aktivitas pembangunan ekonomi yang dilakukan dan pada akhirnya berakibat pada percepatan laju pertumbuhan perekonomian.
  • Faktor Budaya
Faktor budaya memberikan dampak tersendiri terhadap pembangunan ekonomi yang dilakukan, faktor ini dapat berfungsi sebagai pembangkit atau pendorong proses pembangunan tetapi dapat juga menjadi penghambat pembangunan. Budaya yang dapat mendorong pembangunan diantaranya sikap kerja keras dan kerja cerdas, jujur, ulet dan sebagainya. Adapun budaya yang dapat menghambat proses pembangunan diantaranya sikap anarkis, egois, boros, KKN, dan sebagainya.
  • Sumber Daya Modal
Sumber daya modal dibutuhkan manusia untuk mengolah SDA dan meningkatkan kualitas IPTEK. Sumber daya modal berupa barang-barang modal sangat penting bagi perkembangan dan kelancaran pembangunan ekonomi karena barang-barang modal juga dapat meningkatkan produktivitas.

ISI
          Badan Pusat Statistik (BPS) memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada akhir tahun ini diperkirakan tidak akan mencapai target. Sebab, kondisi ekonomi Indonesia masih dibayang-bayangi kondisi ekonomi global.
          Kepala BPS Suryamin mengatakan Perekonomian Indonesia pada kuartal IV-2012 ini diperkirakan hanya akan tunbuh 6,2-6,3 persen. Sehingga akan susah untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi sebesar 6,5 persen di akhir tahun ini. Menurut Suryamin, kesulitan pencapaian target perekonomian Indonesia di akhir tahun ini masih dipengaruhi oleh situasi dan kondisi perekonomian global. Apalagi saat ini ekspor Indonesia ke beberapa negara terkemuka di dunia juga cenderung menurun.
          Saat ini, kondisi ekspor di tanah air dikontribusikan dari negara China, Jepang dan Amerika. Tiga negara tersebut juga mengalami penurunan permintaan ekspor ke tanah air sehingga hal tersebut juga berdampak ke perdagangan dalam negeri. Tiga negara itu juga masih dibayangi krisis. Mereka juga impornya turun. Kita ekspor ke mereka juga turun. Sehingga target 6,5 persen akan sulit tercapai di akhir tahun. Angka 6,2-6,3 persen saja sudah bagus. Sekadar catatan, perekonomian Indonesia pada kuartal III-2012 ini tumbuh 6,17 persen (yoy), 3,21 persen (qoq) dan 6,29 persen (ytd).
Kenaikan pertumbuhan ekonomi Indonesia dipengaruhi oleh konsumsi rumah tangga 5,68 persen, penurunan konsumsi pemerintah 3,22 persen, pembentukan odal tetap bruto 10,02 persen, ekspor turun 2,78 persen, dan impor turun 0,54 persen.
          Ekonomi Indonesia tumbuh 6,17 persen pada triwulan III tahun 2012 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Namun, pertumbuhan itu melambat dibandingkan pertumbuhan triwulan I dan II tahun 2012 yang masing- masing 6,3 persen dan 6,4 persen.
          Kepala Badan Pusat Statistik Suryamin mengatakan bahwa secara kumulatif, pertumbuhan PDB (produk domestik bruto) Indonesia hingga triwulan III-2012 dibandingkan periode yang sama tahun 2011 tumbuh sebesar 6,29 persen. Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Perubahan 2012 mengasumsikan pertumbuhan ekonomi 2012 sebesar 6,5 persen. APBN 2013 mengasumsikan pertumbuhan 6,8 persen. Besaran PDB Indonesia atas dasar harga berlaku pada triwulan III tahun ini mencapai Rp 2.122,8 triliun sehingga kumulatif triwulanan mencapai Rp 6.151,6 triliun.
          Dari sisi pengeluaran, pertumbuhan PDB triwulan III tahun ini terhadap triwulan sebelumnya didorong kenaikan komponen Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) sebesar 2,94 persen dan komponen Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga (PKRT) sebesar 2,71 persen. PMTB (investasi) adalah pengeluaran untuk barang modal dengan umur pemakaian lebih dari satu tahun dan bukan barang konsumsi. Komponen-komponen lainnya turun, seperti Pengeluaran Konsumsi Pemerintah turun 0,07 persen, Ekspor Barang dan Jasa turun 0,21 persen, serta Impor Barang dan Jasa turun 8,36 persen. Pertumbuhan PDB pengeluaran triwulan III-2012 dibandingkan triwulan III-2011 ditopang kenaikan PMTB sebesar 10,02 persen dan PKRT 5,68 persen. Komponen-komponen lain juga mengalami penurunan, seperti Pengeluaran Konsumsi Pemerintah turun 3,22 persen, Ekspor Barang dan Jasa turun sebesar 2,78 persen, serta Impor Barang dan Jasa turun 0,54 persen. Secara kumulatif, pertumbuhan PDB didorong kenaikan komponen PMTB sekitar 10,77 persen dan PKRT sebesar 5,29 persen. Komponen lain ikut mendukung pertumbuhan PDB, yakni Pengeluaran Konsumsi Pemerintah naik 2,93 persen, Ekspor Barang dan Jasa naik 2,21 persen, serta Impor Barang dan Jasa naik 6,04 persen.
          Suryamin menjelaskan, belanja pemerintah turun akibat penurunan belanja pegawai. Pada tahun ini, realisasi gaji ke-13 dibayarkan pada Juli 2012, jadi pada triwulan II.
Tetap ada risiko
          Country Director Bank Dunia untuk Indonesia Stefan Koeberle, di Jakarta, pernah menegaskan, kinerja pertumbuhan Indonesia saat ini tetap kuat, tetapi masih ada risiko penurunan yang cukup besar terhadap perkiraan ekonomi dunia. Untuk menjamin investasi tetap datang, Indonesia harus memastikan peraturan yang jelas dan konsisten serta terus meningkatkan kualitas belanja pemerintah yang dapat membantu ketahanan perekonomian Indonesia.
          Bank Dunia dalam perkiraan perkembangan triwulan perekonomian Indonesia edisi Oktober 2012 memproyeksikan PDB Indonesia tumbuh 6,1 persen tahun 2012 dan naik menjadi 6,3 persen tahun 2013. Pertumbuhan Indonesia masih kuat, yakni 6,4 persen (tahunan) pada triwulan II-2012, dengan dorongan konsumsi swasta dan meningkatnya investasi.
          Ekonom Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia, Mirza Adityaswara, secara terpisah menyatakan, pelambatan perekonomian nasional terjadi karena pelemahan kinerja permintaan ekspor komoditas pertambangan dan perkebunan, termasuk turunnya harga komoditas. Akibatnya, terjadi pelemahan daya beli masyarakat di daerah penghasil tambang dan perkebunan. Namun, secara relatif pertumbuhan kita lebih baik daripada banyak negara lain di Asia, apalagi dibandingkan dengan Eropa dan Amerika Serikat. Dia mengingatkan adanya kemungkinan defisit apabila impor masih terus melaju kencang dibandingkan pelambatan ekspor.
          Ekonom Sustainable Development Indonesia, Dradjad Hari Wibowo, menegaskan, target pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2012 sebesar 6,5 persen diyakini tidak akan tercapai. Alasannya, guna mencapai target itu, pertumbuhan ekonomi triwulan IV-2012 minimal 7 persen. Hanya keajaiban ekonomi yang bisa membuat seperti itu (pertumbuhan minimal 7 persen). Sementara kondisi global dan domestik tidak mendukung pertumbuhan 7 persen lebih. Rasanya pertumbuhan tahun ini 6,2-6,3 persen. Pelambatan ekonomi, menurut dia, memang terjadi. Selama tidak ada gejolak, pelambatan tersebut masih bisa diterima. Dradjad mengingatkan, ada risiko gejolak yang berasal dari persoalan perburuhan. Jika gejolak ini tidak tertangani baik, pertumbuhan triwulan IV-2012 bisa anjlok cukup besar ke 6 persen atau lebih rendah.




Penutup
KESIMPULAN
          Gubernur Bank Indonesia Darmin Nasution mengatakan, Indonesia menjadi salah satu negara dengan pertumbuhan ekonomi paling stabil di dunia sehingga para investor asing pun melirik Indonesia. Memang perekonomian Indonesia dalam 4-5 tahun terakhir bukanlah yang tertinggi, tetapi dinilai paling stabil sedunia.
          Menurut Darmin, pertumbuhan ekonomi Indonesia itu ditopang oleh sektor konsumsi yang tinggi dan dikombinasikan dengan sektor ekspor dan investasi. Namun, akhir-akhir ini, ekspor Indonesia cenderung melambat. Meski demikian, ekonomi Indonesia tetap kuat. Pada kuartal III-2012, perekonomian Indonesia tumbuh 6,17 persen. Sementara pada akhir tahun, Bank Indonesia dan pemerintah juga menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia sekitar 6,3 persen. Pertumbuhan konsumsi yang stabil pasti sangat berbeda, apakah mampu dimanfaatkan di dalam negeri sehingga di sini juga perlu investasi asing. Namun, mayoritas investasi asing ini dikejutkan untuk penuhi pasar dalam negeri, bukan ekspor karena ekonomi dunia melambat.
          Jika pasar dinamik, kata Darmin, investor akan tertarik ke pasar Indonesia. Sebab, ekonomi Indonesia didominasi oleh sektor konsumsi. Maka, pengusaha akan mudah menjangkau di sektor konsumsi ini daripada produk yang dihasilkan dari barang modal dan bahan baku. Ini akan lebih terjangkau oleh pengusaha kita. Sebagai informasi, pekan kewirausahaan ini tidak lain event terbesar bagi para inovator dan pencipta pekerjaan. Selama sepekan penyelenggaraan GEW diharapkan akan mendorong dan menginspirasi bagi siapa saja untuk menjadi starter dan inovator. Sejumlah kegiatan pun telah dirancang untuk mengakomodasi networking menjadi lebih intim, memperkenalkan peluang-peluang baru di bidang kewirausahaan. Rencananya talk show akan menghadirkan pembicara Ciputra, Chairul Tanjung, dan Dahlan Iskan. GEW diluncurkan oleh mantan Perdana Menteri Inggris Gordon Brown Carl Schramm dan CEO dari Ewing Marion Kauffman Foundation pada tahun 2008. Sejak saat itu, GEW telah berkembang dan terselenggara di 115 negara dengan 24 ribu mitra organisasi. Lebih dari 37 ribu kegiatan telah terlaksana dengan melibatkan lebih dari 7 juta orang.


DAFTAR PUSTAKA
Kompas.com 5,6 & 12 November 2012
Wikipedia

TULISAN 2 PEREKONOMIAN INDONESIA


JUDUL          :  KEADAAN KURS RUPIAH DI INDONESIA

PENDAHULUAN
          Menurut Musdholifah & Tony (2007), nilai tukar atau kurs adalah perbandingan antara harga mata uang suatu negara dengan mata uang negara lain. Misal kurs rupiah terhadap dollar Amerika menunjukkan berapa rupiah yang diperlukan untuk ditukarkan dengan satu dollar Amerika.
          Menurut Triyono (2008), kurs (exchange rate) adalah pertukaran antara dua mata uang yang berbeda, yaitu merupakan perbandingan nilai atau harga antara kedua mata uang tersebut.
          Jadi, dapat disimpulkan nilai tukar rupiah adalah suatu perbandingan antara nilai mata uang suatu negara dengan negara lain. Heru (2008) menyatakan bahwa nilai tukar mencerminkan keseimbangan permintaan dan penawaran terhadap mata uang dalam negeri maupun mata uang asing $US. Merosotnya nilai tukar rupiah merefleksikan menurunnya permintaan masyarakat terhadap mata uang rupiah karena menurunnya peran perekonomian nasional atau karena meningkatnya permintaan mata uang asing $US sebagai alat pembayaran internasional. Semkin menguat kurs rupiah sampai batas tertentu berarti menggambarkan kinerja di pasar uang semakin menunjukkan perbaikan. Sebagai dampak meningkatnya laju inflasi maka nilai tukar domestic semakin melemah terhadap mata uang asing. Hal ini mengakibatkan menurunnya kinerja suatu perusahaan dan investasi di pasar modal menjadi berkurang.
          Heru (2008) menyatakan bahwa nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing pun mempunyai pengaruh negatif terhadap ekonomi dan pasar modal. Dengan menurunnya nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing akan mengakibatkan meningkatnya biaya impor bahan-bahan baku yang akan digunakan untuk produksi dan juga meningkatkan suku bunga. Walaupun menurunnya nilai tukar juga dapat mendorong perusahaan untuk melakukan ekspor.




ISI
          Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada tanggal 19 April 2013 bergerak stabil merespon masih masuknya dana asing menyusul positifnya ekspektasi pelaku pasar terhadap ekonomi Indonesia. Nilai tukar mata uang rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta melemah empat poin menjadi Rp 9.712 dibanding posisi sebelumnya Rp 9.708 per dolar AS.

          Analis Samuel Sekuritas, Lana Soelistianingsih mengatakan dana asing yang masuk ke pasar saham yang sudah mencapai 1,8 miliar dolar AS sepanjang tahun ini merupakan salah satu faktor nilai tukar stabil. Ia menambahkan revisi pertumbuhan ekonomi global oleh lembaga dana moneter internasional (IMF) dari 3,5 persen menjadi 3,2 persen tidak berpengaruh terhadap ekpektasi pertumbuhan ekonomi domestik. IMF tetap memproyeksikan ekonomi Indonesia bisa tumbuh sebesar antara enam persen-6,3 persen untuk tahun 2013 dengan faktor utama masih tingginya permintaan domestik.
 
          Analis Trust Securities, Reza Priyambada menambahkan pergerakan nilai tukar rupiah hanya melemah tipis setelah merespon pernyataan salah satu pejabat tinggi bank sentral Eropa (ECB) yang mendukung rencana menurunkan tingkat suku bunga jika kondisi ekonomi semakin terpuruk. Di sisi lain, ECB juga berencana menurunkan nilai mata uang euro agar dapat meningkatkan daya saing ekspor di kawasan Eropa turut mendapat respon negatif dari domestik. Ia memperkirakan nilai tukar masih dapat bergerak positif seiring dengan Bank Indonesia (BI) yang tetap mengintervensi sesuai dengan kondisi fundamental ekonomi dalam negeri.
          Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada tanggal 22 april 2013  melemah seiring dengan negatifnya beberapa mata uang Asia. Nilai tukar mata uang rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta bergerak melemah sebesar 30 poin menjadi Rp 9.775 dibanding posisi sebelumnya Rp 9.745 per dolar AS.

          Pengamat pasar uang Bank Himpunan Saudara, Ruly Nova mengatakan bahwa beberapa kalangan analis menilai, ekonomi AS masih dapat tumbuh meski sebagian data indikator ekonominya mengalami perlambatan. Ekspektasi itu mendorong dolar AS kembali menguat. Meski demkian, ia menambahkan nilai tukar domestik masih dapat kembali menguat seiring fundamental ekonomi Indonesia yang positif dengan perkiraan pertumbuhan sebesar 6,2 persen-6,5 persen. Selain itu, lanjut dia, Bank Indonesia (BI) juga akan masih menjaga fluktuasi nilai tukar domestik di pasar uang agar tetap stabil.

          Ruly juga mengatakan pemerintah yang sedang merencanakan untuk menaikan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi bagi roda empat akan dapat membantu defisit neraca perdagangan menurun. Dengan defisit neraca yang turun maka diharapkan dapat membuat nilai tukar rupiah bergerak positif, selama ini salah satu pendorong kurs domestik melemah yakni defisit neraca perdagangan. Menurut dia, migas merupakan salah satu faktor terjadinya defisit neraca perdagangan dalam negeri. Sementara itu, Ekonom Samuel Sekuritas, Lana Soelistianingsih memproyeksikan nilai tukar rupiah diperkirakan ada potensi menguat menjelang lelang surat utang negara (SUN). Rencana lelang SUN biasanya akan direspon dengan penguatan rupiah.
          Positifnya ekonomi Indonesia menahan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada tanggal 23 april 2013 . Nilai tukar mata uang rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta bergerak melemah sebesar tujuh poin menjadi Rp 9.715 dibanding posisi sebelumnya Rp 9.708 per dolar AS.

          Analis Trust Securities, Reza Priyambada menyatakan bahwa Rupiah melemah tipis tertahan ekonomi Indonesia yang masih positif. Rupiah kembali melemah dipicu kondisi eksternal yang masih negatif setelah pertemuan G-20 tidak mensinyalkan adanya pertentangan terhadap kebijakan stimulus Jepang.
Ia menilai dengan penurunan mata uang yen maka memberikan kesempatan bagi dolar AS untuk menguat dimana sebelumnya sempat melemah karena ekspektasi bahwa The Fed masih akan mempertahankan program pembelian obligasi. Ia menambahkan pelemahan rupiah juga masih terbatas menyusul data penanaman modal asing (PMA) Indonesia untuk kuartal pertama 2013 yang menunjukkan kenaikan 27,2 persen (year on year) menjadi 6,7 miliar dolar AS. Data-data AS yang tidak memperlihatkan kemajuan atau masih dalam perlambatan akan menekan dolar AS sehingga potensi penguatan rupiah masih cukup besar.

          Ekonom Lana Soelistianingsih menambahkan BKPM mencatat realisasi investasi untuk triwulan pertama 2013 mencapai Rp 93 triliun atau naik 30,6 persen dibanding periode sama tahun lalu. Naiknya investasi ini membuat ekspektasi pertumbuhan ekonomi periode itu masih cukup tinggi antara 6,2 persen-6,3 persen.  Ia mengemukakan dominasi PMA mencapai 70,4 persen sedangkan sisanya hampir 30 persen adalah penanaman modal dalam negeri (PMDN), dengan alokasi investasi di luar Jawa mencapai 48 persen sedangkan 52 persen masih di Jawa.
          Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, pada tanggal 24 April 2013 , bergerak melemah terpengaruh sentimen negatif dari global. Nilai tukar mata uang rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta bergerak melemah sebesar 12 poin menjadi Rp 9.727 dibanding posisi sebelumnya Rp 9.715 per dolar AS.

          Analis Trust Securities Reza Priyambada mengatakan bahwa pelemahan nilai tukar rupiah cenderung dipicu eksternal yang cenderung negatif. Namun, pelemahan kurs domestik itu masih tertahan oleh kenaikan investasi langsung luar negeri ke Indonesia yang naik pada kuartal pertama tahun ini. Ia mengemukakan bahwa investasi langsung luar negeri di Indonesia naik sebesar 27,2 persen menjadi 6,7 miliar dolar AS, dibanding kuartal pertama di 2012. Ia menilai sentimen negatif global masih membayangi nilai tukar domestik untuk menguat.  Penurunan indeks manufaktur Cina dan Jerman menjadi salah satu faktor negatif bagi pasar uang di dalam negeri. Kondisi itu membuat pelaku pasar menjadi pesimis terhadap upaya pemulihan lebih lanjut di semester I tahun ini. Selain itu, lanjut dia, sentimen negatif tambahan dari kondisi politik di Italia yang masih kurang stabil juga akan membuat nilai tukar euro tertekan terhadap dolar AS sehingga berdampak ke rupiah. Meski demikian, Reza mengatakan , beberapa data ekonomi AS yang tidak memperlihatkan kemajuan atau masih dalam perlambatan dapat menjadi sentimen negatif bagi dolar AS sehingga potensi penguatan rupiah masih ada ke depannya.
Penutup
KESIMPULAN
          Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada tanggal 25 April 2013 bergerak menguat tipis menyusul penjagaan Bank Indonesia (BI) di tengah kondisi ekonomi eksternal yang masih negatif. Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta bergerak menguat nilainya sebesar dua poin menjadi Rp 9.715 dibanding posisi sebelumnya tanggal 24 April 2013 di Rp 9.717 per dolar AS.

          Pengamat pasar uang Bank Himpunan Saudara Ruly mengatakan bahwa Bank Indonesia masih akan menjaga mata uang domestik agar tetap bergerak stabil. Diperkirakan BI menjaga nilai tukar domestik di kisaran Rp 9.650-Rp 9.750 per dolar AS. Menurutnya, aksi BI itu menyusul kondisi ekonomi global yang cenderung masih melambat sehingga membuat kurs rupiah berada dalam tren pelemahan. Dari dalam negeri sendiri cenderung positif meski neraca perdagangan defisit. Namun pemerintah sedang mengupayakan untuk menekan defisitnya salah satunya dengan mengendalikan harga BBM bersubsidi.  Ia menambahkan hasil lelang surat berharga negara (SBN) yang mencatatkan hasil yang positif atau melebihi permintaan sebanyak 3,2 kali juga dapat menahan tren pelemahan rupiah.

          Sementara itu, Kepala Riset Monex Investindo Futures, Ariston Tjendra mengatakan penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS tertahan oleh sentimen negatif dari politik Italia dan pelemahan data ekonomi Jerman. "Hasil survey menunjukkan sentimen bisnis di Jerman merosot untuk bulan ke dua berturut-turut pada bulan April, sehingga memicu kekhawatiran tentang kesehatan ekonomi terbesar di blok Euro itu.

DAFTAR PUSTAKA
Republika.com 23-25 April 2013
Wikipedia