Minggu, 29 Desember 2013

TUGAS 2 SOFTSKILL EKONOMI KOPERASI

TUGAS 2 SOFTSKILL EKONOMI KOPERASI
ANALISIS KASUS KOPERASI DI INDONESIA


NAMA : VERANY DWI PUJI ASTUTI
KELAS : 2EB23
NPM     : 27212562


KASUS KOPERASI DI INDONESIA

Koperasi Indonesia Hadapi Dua Tantangan Besar


Liputan6.com, Jakarta : Koperasi diimbau untuk meningkatkan kualitas kelembagaan dan daya saing agar dapat bersaing sehingga menembus kawasan Asean. Apalagi koperasi memiliki peran strategis untuk menggiatkan perekonomian masyarakat.

Saat ini koperasi di Indonesia dihadapkan pada dua tantangan utama. Pertama, peningkatan kualitas kelembagaan dan manajemen unit koperasi. Kedua, unit koperasi juga perlu terus kita tingkatkan daya saing dan tidak hanya berperan di tingkat nasional tetapi juga berkelas dunia.

"Melalui penguatan kedua hal ini akan menambah jumlah unit koperasi yang mampu berkiprah di kawasan ASEAN serta di dalam negeri akan semakin menguatkan modal sosial (social capital)," kata Staf Khusus Presiden Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Firmanzah, seperti yang dikutip dalam situs resmi Sekretaris Kabinet, Selasa (24/12/2013)

Selain itu, di sejumlah negara Skandinavia jaringan keanggotaan koperasi terbukti mampu meredam munculnya risiko konflik sosial karena semangat kebersamaan, kekeluargaan serta keadilan yang mengikat individu maupun anggota badan usaha.

Firmanzah menambahkan, koperasi di Indonesia memainkan peranan yang sangat strategis dalam menggerakkan denyut nadi perekonomian masyarakat serta pembangunan nasional.

Peran dan fungsi koperasi tidak hanya sebatas aktivitas ekonomi saja tetapi juga sebagai manifestasi semangat kolektif, kebersamaan dan prinsip keadilan yang berakar pada masyarakat Indonesia yaitu gotong royong.

"Model bisnis koperasi merupakan manifestasi dari konstitusi dasar kita yaitu UUD 1945 ayat 1 menyatakan bahwa Perekonomian disusun sebagai usaha bersama atas azas kekeluargaan. Menjadi tugas kita bersama dan segenap elemen bangsa untuk terus memajukan sektor perkoperasiaan di Indonesia," tuturnya.

Dari sisi kelembagaan, hadirnya UU No. 17 Tahun 2012 telah memberikan dasar penguatan manajemen dan kemajuan koperasi di Indonesia. Di dalamnya di atur prinsip-prinsip dari pendirian, pengelolaan, pengawasan sampai peran Dewan Koperasi Indonesia dan Pemerintah untuk meingkatkan peran strategis koperasi.

Sebagai unit usaha, koperasi memerlukan dukungan agar mampu lebih berdaya saing dan dikelola secara modern berdasarkan prinsip kebersamaan dan kekeluargaan.

"Sehingga koperasi akan mampu berperan penting sepertihalnya bentuk usaha lain seperti BUMN maupun Perseroan," pungkasnya. (Pew/Ahm)


ANALISIS:

Saat ini koperasi di indonesia dihadapkan dengan dua tantangan yang sangat berat yaitu pertama, dengan meningkatkan kualitas kelembagaan dan manajemen unit koperasi yang kedua, dengan unit koperasi juga perlu terus kita tingkatkan daya saing dan tidak hanya berperan di tingkat nasional tetapi juga berkelas dunia. Permasalahan koperasi saat ini sangat memerlukan dukungan pemerintah dan kementrian koperasi untuk meningkatkan peran yang sangat strategis dalam menggerakkan denyut nadi perekonomian masyarakat serta pembangunan nasional dan memajukan sektor perkoperasiaan di indonesia. Dukungan itu sangat penting karena agar mampu meningkatkan daya saing dan dapat juga dikelola secara modern yang berdasarkan prinsip kebersamaan dan kekeluargaan. Apalagi koperasi memiliki peran yang strategis yaitu untuk menggiatkan perekonomian masyarakat. Sehingga koperasi akan mampu berperan penting sepertihalnya bentuk usaha lain seperti BUMN maupun perseroan.

DAFTAR PUSTAKA:

liputan6.com 24/12/2013

Tidak ada komentar:

Posting Komentar