JUDUL : PERMASALAHAN PENGGUNAAN SUBSIDI BBM
PENDAHULUAN
Apa yang dimaksud dengan bahan bakar? Bahan bakar adalah segala materi yang bisa diubah menjadi suatu energy.
Bahanbakar ini dibedakan menjadi tiga menurut wujudnya, yakni cair, padat dan
gas.
Jenis – jenis Bahan bakar:
Bahan bakar cair (BBM)
Minyak
(petroleum) berasal dari kata-kata: Petro = rock (batu) dan leaum = oil
(minyak)Minyak dan gas sebagian besar terdiri dari campuran molekul carbon dan
hydrogen yang disebutdengan hydrocarbons. Minyak dan gas terbentuk dari siklus
alami yang dimulai dari sedimentasisisa-sisa tumbuhan dan binatang yang
terperangkap selama jutaan tahun. Pada umumnya terjadi jauh dibawah dasar
lautan. Material-material organik tersebut berubah menjadi minyak dan gasakibat
efek combinasi temperatur dan tekanan di dalam kerak bumi. Kumpulan dari minyak
dangas tersebut membentuk reservoir-reservoir minyak dan gas.
BBM
terdiri dari berbagai jenis hydrocarbons yang berasal dari minyak bumi, dan
seringpula terdiri dari campuran-campuran lain. Sifat mudah menguap di dalam
mesin menentukan jenis hydrocarbons dan campuran yang digunakan pada BBM.
Sifat mudah menguap tersebutdisebut dengan volatility. Karena minyak bumi
mentah mempunyai kadar volatility yang lebihrendah dan tinggi dari BBM, maka
BBM harus dipisahkan dari minyak bumi mentah melaluiproses destilasi, namun
karena dengan proses tersebut jumlah BBM yang diperoleh sangatsedikit maka
minyakk bumi mentah harus melalui proses penyulingan yang lebih komplek.
Penyulingan minyak bumi mentah tersebut akan mengubah kadar volatility
hydrocarbons yanglebih rendah atau lebih tinggi dari BBM menjadi sama dengan
BBM. BBM yang dihasilkanmerupakan campuran dari hydrocarbon-hydrocarbon dengan
kadar volatility yg sama.
Komposisi
dan sifat dari BBM ditentukan dari jenis dan kandungan minyak bumi
mentahasalnya, metode penyulingan yang digunakan dan tergantung dari sifat
zat-zat campuran yangditambahkan untuk meningkatkan mutu BBM. Minyak bumi
terdiri dari bermacam-macam jenis hidrokarbon, namun hanya beberapa jenis
yangdominan antara lain :
·
Jenis Paraflin (CnH2n+2)
mempunyai sifat sangat stabil, reaksi dengan gas
chloor, banyak terdapat hampir pada semua jenis minyak bumi. Paraffin wax
(lilin) adalah rangkaianyang lurus dan bercabang.
·
Jenis Olefin atau jenis Ethylene
(CnH2n)
terdiri dari senyawa tidak jenuh, mudah bereaksidengan
gas chloor, asam chlorida dan asam sulfat. Olefin yang titik didihnya rendah
tidak terdapat dalam minyak bumi tetapi biasanya terdapat pada minyak
hasil perengkahan(cracking).
·
Jenis Naphthene (CnH2n)
meskipun mempunyai tipe sama dengan Olefin,
namunmemiliki sifat yang berbeda. Naphthene memiliki senyawa cincin (cyclic
compounds)yang jenuh, sedangkan Olefin senyawa lurus yang antara karbonnya ada
senyawa tak jenuh.
ISI
Permasalahan
pemerintah yang belum teratasi di indonesia adalah mengenai pembatasan
penggunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi
akan membuat dampak sosial ekonomi yang luas di masyarakat, yaitu
tentang siapa yang berhak dan tidak berhak mendapatkan BBM subsidi. Pembatasan
BBM ini nantinya akan menimbulkan perbedaan persepsi di masyarakat tentang
siapa yang berhak dan yang tidak berhak mendapatkan BBM bersubsidi ini.
Nantinya akan ada orang yang menganggap dirinya berhak memperoleh BBM
bersubsidi sementara orang lain menganggapnya tidak pantas. Tentu bisa
menimbulkan kerusuhan di lokasi SPBU.
Pengamat migas bernama bapak
komaidi notonegoro menyatakan bahwa opsi pembatasan BBM bersubsidi yang
ditawarkan pemerintah akan akan membawa dampak terjadinya kelangkaan BBM,
terutama jika infrastruktur tidak siap. Masyarakat akan banyak mengantri di pom
bensin. Kebijakan seperti itu tidak tepat dan akan meciptakan distorsi yang
besar serta akan sulit dilakukan pengawasannya. Pemerintah perlu mengkaji
kembali opsi tersebut dan akan lebih baik memberlakukan kenaikan harga BBM,
karena memang setiap kebijakan baru tentu akan mendatangkan konsekuensi logis
dan melakukan pembatasan akan membutuhkan pengembangan infrastruktur yang
lanjut. Menurut saya, ketimbang menambah pekerjaan, lebih baik pemerintah fokus
menyelesaikan pekerjaan negara yang belum selesai. Isu kenaikan (harga) BBM ini
sebenarnya sudah mulai dari awal tahun 2011 sampai tahun 2012, tapi sampai
sekarang kita belum mendapat kebijakan yang jelas dari pemerintah. Saya juga
mempertanyakan ada apa sebenarnya dengan pemerintah sehingga memunculkan isu
pembatasan setelah sekian lama berkutat pada opsi kenaikan BBM bersubsidi.
Tetapi langkah menaikkan harga (BBM) merupakan langkah yang paling rasional
untuk menyelamatkan APBN yang sudah menelan subsidi BBM hingga Rp300 trilun.
Menteri
Koordinator Perekonomian bapak Hatta Rajasa berjanji upaya pengendalian BBM
subsidi tidak akan membuat dampak sosial ekonomi yang luas. Kita akan upayakan
juga agar distorsi yang besar tapi juga tetap menjaga inflasi terkendali yang
paling penting adalah semuanya itu tidak menimbulkan dampak kepada kemiskinan
yang berlebihan.
Terkait dengan pengendalian
subsidi BBM, bapak Hatta melanjutkan bahwa akan mengkaji semua opsi seperti
menaikkan harga, adanya RON 90. Namun, pengendalian opsi tersebut harus melalui
Sistem Information Technology (IT). Jika
tidak menggunakan sistem IT, maka upaya pengendalian BBM tidak akan efektif. Opsi
tersebut harus kita kaji. Presiden sudah perintahkan bahwa kita harus dalami
hal ini dalam satu minggu untuk kita laporkan. Jangan menutup opsi apapun. Kita
akan hitung plus minusnya bagi perekonomian dan rakyat Indonesia. Sebelumnya, bapak
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) meminta 4 menteri untuk segera
merumuskan policy pengendalian subsidi Bahan Bakar minyak (BBM). Empat menteri
tersebut yakni Menteri Koordinasi Perekonomian bapak Hatta Rajasa,bapak ketua Komite Ekonomi Nasional (KEN) chairul
Tanjung, bapak menteri ESDM Jero Wacik dan bapak Menteri Keuangan Agus Marto.
Bapak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)
meminta empat menteri untuk segera merumuskan kebijakan pengendalian subsidi
Bahan Bakar minyak (BBM). Menurut bapak hatta Dalam satu minggu ini seluruh
masukan tadi (yang disampaikan KEN dan sidang kabinet) kita rumuskan dan kita
sampaikan kepada Presiden untuk menjadi policy dasar kita agar subsidi BBM
lebih banyak tersalurkan untuk program pengentasan kemiskinan di Tanah Air. Saat
ini, pemerintah harus juga mengendalikan twins
defisit baik defisit dari segi penerimaan yang berkaitan dengan fiskal, maupun
pada sisi pengeluaran yang membengkak. Adapun, subsidi impor migas yang
meningkat dan tertekannya eraca perdagangan akibat turunnya harga komoditas
pangan. Sangat diperlukan upaya-upaya yang konkret. Sekarang bagaimana upaya
kita untuk mengurangi subsidi dan dengan tetap mengacu kepada satu policy yang
paling memberikan dampak yang paling kecil kepada aspek sosial dan ekonomi
makro masyarakat, terutama masyarakat miskin yang harus kita berikan
perlindungan. Bapak Hatta menyatakan bahwa telah melakukan berbagai macam
contoh dalam upaya mengurangi subsidi BBM yang diperkirakan akan membengkak.
Selain itu, Hatta menyebut, di 2012 Indonesia memproduksi 1,1 juta mobil dan
sembilan juta kendaraan bermotor roda dua yang hampir dipastikan semua
menggunakan BBM bersubsidi. Oleh sebab itu, apabila tidak ada respon apapun
terhadap kecenderungan meningkatnya penggunaan BBM subsidi ini dan meningkatnya
diparitas antara harga PSO dan harga perkonomiannya, laju dari penggunaan kuota
BBM selalu akan melampaui dari yang ditetapkan.
Selain persoalan infrastruktur,
tidak meratanya pemakaian Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi di daerah-daerah
menyebabkan tingginya biaya logistik. Karenanya, penyamarataan BBM untuk
kendaraan akan meminimalisir biaya logistik. biaya logistik saat ini adalah 27
persen dari biaya produksi. Namun , tidak semua kendaraan mendapatkan BBM
bersubsidi yang merata. Tidak semua yang yang di darat mendapatkan BBM
bersubsidi. Bahkan, sebagian mereka membeli BBM bersubsidi di pengecer pinggir
jalan. Oleh karena itu, jika pemerintah tidak dapat meratakan BBM bersubsidi
untuk para pelaku logistik, akan lebih baik jika BBM bersubsidi untuk mobil
dihapuskan.
Dengan
penghapusannya BBM bersubsidi tersebut, merupakan salah satu cara menurunkan
biaya logistik yang tinggi, karena lebih mudah bersaing. Kalau biaya logistik
tinggi, pasti akan menimbulkan harga jual yang tidak efisien, belum lagi
terjadi kerusakan barang di jalan.
Lalu
bapak Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan pembatasan
volume Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi diwacanakan dilakukan dengan membatasi
konsumsi per hari sebesar 30 liter per kendaraan.Teknisnya tentu kalau maksimum
per hari berapa liter. Misalnya mobil, per hari (dibatasi) maksimal 30 liter
sesuai jenis mobilnya. pihaknya tengah menggodog aturan untuk membatasi
pembelian BBM subsidi. Mobil besar, tambahnya memberi contoh, maksimal membeli
30 liter. Sedangkan mobil jenis lain belum ditentukan maksimal pembelian BBM
subsidi.
Saat ini, Pertamina juga sudah
menggandeng pihak Kepolisian untuk melakukan pendataan sehingga apabila ada
penyelewengan akan ditindak secara tegas.
Bahkan, pengendalian BBM subsidi tersebut juga diterapkan untuk kendaraan
pribadi sehingga penyalahgunaan BBM subsidi dapat diminimalisir. Di SPBU-SPBU
nanti ada kuotanya. Kalau pembelian lebih akan mati noselnya. Karena sudah ada
elektronik. Jadi ada nomor-nomor pribadi tertentu di SPBU, Selain itu, pihaknya akan menerapkan sistem
pengendalian Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi dengan menggunakan teknologi
informasi atau Sistem Monitoring Pengendalian (SMP) di DKI Jakarta bulan April
mendatang.
DKI Jakarta merupakan kota yang
memiliki konsumsi BBM subsidi paling besar sehingga pemerintah dan Pertamina
tengah merencanakan untuk membatasi konsumsi BBM subsidi di DKI Jakarta.
Targetnya kan ada sekira 5.000an SPBU yang ada. Hampir 80 persen kan di DKI. Sebelumnya,
pemerintah harus bisa mengendalikan konsumsi bahan
bakar minyak (BBM) bersubsidi pada kuartal III-2013 untuk
menghindari perlanggaran terhadap Undang-Undang (UU) Keuangan Negara.
Pemerintah
saat ini sedang melakukan pengendalian konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM)
bersubsidi dengan tujuan agar kuota BBM tidak jebol dan anggaran subsidi tidak
memberatkan negara. Pesimistis program pengendalian BBM bersubsidi berjalan
dengan baik. Program pengendalian BBM dinilai banyak kekurangan dan
pelanggaran. Oleh karena itu, akan memotong anggaran belanja Kementerian
Keuangan, agar alokasi anggaran negara bisa diberikan untuk subsidi BBM yang
sewaktu-waktu akan melebihi kuota.
Jika
anggaran belanja Kemenkeu tidak dipotong, hal itu akan memberatkan beban
anggaran APBN pada kuartal tiga. Selain itu dirinya juga menilai kalau kuota
BBM bersubsidi akan jebol pada kuartal tiga tahun ini. Karena kalau tidak
dipotong bisa memberatkan di kuartal III tahun 2013. Dalam pengkajiannya
pemerintah akan membuat skema kuota BBM yang baru dan sesuai kebutuhan. Selain
itu, untuk jangka panjangnya, Pemerintah juga akan memotong semua anggaran
belanja semua kementerian yang akan dialokasikan untuk subsidi dan kuota BBM. Inisiatif
yang ada dalam kajian itu baik (pemberian IT) kuota BBM yang memperbesar dan
didukung oleh pemotongan belanja.
Sebelumnya,
Kementerian ESDM melakukan upaya penghematan konsumsi BBM subsidi dengan
melakukan pembatasan penggunaan volume BBM subsidi. Pasalnya kebutuhan
masyarakat yang semakin meningkat sesuai laju pembelian mobil dan motor yang
ada di 2013 diperkirakan jebol sampai 53 juta kiloliter (kl). Sedangkan kuota
BBM bersubsidi untuk 2013 hanya mencapai 46,7 juta kl.
Penutup
KESIMPULAN
Pemerintah harus bisa
mengendalikan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi pada kuartal
III-2013 untuk menghindari perlanggaran terhadap Undang-Undang (UU) Keuangan
Negara.
tanpa adanya pengendalian subsidi BBM bersubsidi di kuartal III tersebut, dapat
menyebabkan defisit fiskal 2013 lebih besar dibandingkan setahun sebelumnya.
Kuartal III ekonomi nanti akan lebih buruk, maka defisit akan lebih besar dan
ini akan melanggar UU Keuangan Negara. Ini kalau tidak ada upaya mengendalikan
konsumsi BBM. Walaupun perekonomian Indonesia sedang membaik, namun situasi ini
masih diwarnai dengan tingginya tingkat konsumsi BBM bersubsidi yang dapat
mengganggu fiskal. Transaksi berjalan yang buruk itu harus diwaspadai, harus
disikapi dengan pengendalian, supaya rupiah kita tidak terdepresiasi.
Saat ini, mereka berkomitmen di
Kementerian Keuangan akan dilakukan pemotongan anggaran kementerian dan
lembaga, jika defisit fiskal APBN lebih besar. "Kalau defisit fiskal
besar, maka anggaran kementerian dan lembaga bakal dipotong. Inikan untuk meyakinkan
kesehatan fiskal kita”.
DAFTAR
PUSTAKA
Okezone.com
Google.com